KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
Season 2 ( Pelet Cinta )


__ADS_3

Setelah selesai makan di kantin Salman dan Sinta kembali kedalam kelas.


Sesampai di kelas lagi dan lagi Sinta harus menahan rasa kesalnya terhadap sahabat-sahabatnya


" Salman oh my god you the best " pekik Melfani sambil meletakan tangannya di bahu Salman


" Guys fotoin gue dong sama ayang ebeb Salman Khan " seru Melfani sambil menyodorkan handphonennya kepada Bulan.


" Astaga lo gila ya " pekik Bulan frustasi.


" Gue gak gila ya gue masih waras paham !!! " seru Melfani sambil menatap tajam ke arah Bulan


" Terserah " seru Bulan lalu memfoto keduanya


Lalu Bulan dengan usil dia tak memfoto Melfani dengan Salman , dia hanya memfoto dirinya menggunakan kamera depan lalu


" Udah belum " seru Melfani pada Bulan


" Udah ini " seru Bulan lalu mengembalikan handphonennya Melfani dalam hitungan ketiga Melfani sudah berteriak memekikan nama bulan di seluruh kelas.


" Bulaaannnnnnn " seru Melfani lalu mengejar Bulan yang sudah lebih dulu keluar kelas menghindari singa lapar, seketika pecah lah tawa teman-teman sekelasnya.


" Walah Salman lo kasih apaan sih sama para cewek hingga mereka tergila-gila sama lo " seru Harun sambil menatap Salman dari sampingnya.


" Gue gak kasih apa-apa kok gue hanya kasih pelet cinta doang " celetuk Salman asal


" Haaa apa???? pelet cinta ??? " seru Haru dengan nada tinggi sehingga seluruh pandangan mahasiswa dan mahasiswi menatap heran ke arah Harun


" Sayang kamu beneran pakai pelet cinta maksud nya gimana ?? " tanya Sinta penasaran.


" Iya pelet cinta, perhatian, ketulusan kejujuran dan kasih sayang aku hanya untuk kamu " seru Salman sambil tersenyum genit kepada Sinta seketika suasan kelas menjadi heboh


" Cieeeeee cieeeeee bucin nieeeeee " pekik seluruh teman sekelas.


" Dasa gombal " seru Sinta salah tingkah


" Haduhhh salman klepek klepek dedek bang " seru Sisil dan Windg bersamaan


" Hahahahahahahaha " tawa Salman, Rio dan Harun pecah seketika.


Sinta hanya tersenyum saja mendwngar celetukan kekasihnya itu


" Gue kirain apaan tadi " seru Harun


" Makanya cari pacar sana " seru Rio kepada Harun


" Emang elu idah ada pacar ? " tanya Harun kepada Rio

__ADS_1


" Hehehhehehheh belum lah " seru Rio nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


" Dasar lo ngomong aja lo gede taunga omong kosong aja lo " seru Harun lalu melempar Rio dengan kertas yang sudah dia gulung serti bola


" Salman besok latihan gak ? " seru Rio


" Gue gak bisa " seru Salman


" Kenapa lo ? " seru Rio bertanya.


" Gie mau ikut ayah gue kekantor lah " seru Salman membuat Sinta.menarapnya tajam, karena sebelumnya mereka belum bicara hal itu


" Seriusan lo ikut ayah lo ke kantor " seru Rio dan dianggukan kepala oleh Salman


" Jujur ni ya gue ragu sama tampang kalian kalau ambil kedokteran deh " ledek Salman


" Lah kenapa ? " tanya Harun dan Rio bersamaan


" Kalian gak ada seriusnya diajak bicara " seru Salman ketus.


" Lah iya kan lagi gak ada pasien " seru Harun santai


" Tau alh pusing kepala gue " seru Salman,


Tak lama Bulan dan Melfani masuk kedalam kelas bersamaan dengan seorang dosen parub baya memasuki kelas dan memulai mata kuliah mereka dengan santai.


***Sekuntum kembang tumbuh di padang gersang


Tandus dan ngga berkehidupan


Terbakar oleh terik mentari


Terhempas oleh badai kehiudpanEnunggu datangnya hujan


Yang akan menyirami


Menanti setitik embun


Yang akan memberi kesejukan diri


Seekor kumbang gagah penuh pesona


Terbang di dekatnya


Sang bunga pun berharap


Kiranya kumbang kan datang

__ADS_1


Menyalanya dengan cinta


Menggodanya dengan kasih


Sayang... sang kumbang hanya terbang


Bagai ngga tertarik oleh si bunga


Harapan bunga untuk si sapa seakan nnga akan tercipta


Embun dan siramab air hujan dirunggu


Seakan tiadakan pernah turun


Membuat bunga kian murung


Terbelenggu harapan


Twepasung angan-angan


Yang semakin lama semakin menyiksa


Membuat kian merana


Tiap detik


Tiap menit


Tiap jam


Tiap saat


Sang bunga hanya bisa berharap dan menanti


Kiranya kbang kan datang


Kiranya embun kan tiba


Menyapanya dengan cinta dan kasih sayang


Yang kan memberi warna bagi hidupnha


Entah kapan hal itu kan tiba


Banya sentuhan rasa yang kab bicara***.


...***...

__ADS_1


__ADS_2