KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
Season 2 ( Salimah dan Pria Kacamata)


__ADS_3

Sore hari sepulang kuliah, Salimah berjalan-jalan ke taman sendirian dia hanya menghabiskan waktu bersama Salman sore hari itu


" Im kamu gak kepikiran untuk pacaran dek? " seru Salman pada sang adik.


" Enggak Ada yang bisa menggetarkan hatiku bang " seru Salimah sambil menoleh ke samping.


" Aahahhahah aku rasa siapa juga yang mau sama kamu, kamu kan galak dek astaga " seru Salman tergelak.


" Sembarangan aja kalau bicara " seru Salimah sambil memukul pelan bahu abangnya itu.


" Sungguh dek wajahmu gak cocok banget kek be gitu " seru Salman lalu berlari meninggalkan sang adik yang sedang kesel terhadapnya.


" Akhhh abangggg " teriak Salimah kesel kepada Salman


" Hai saya boleh duduk di samping kamu " seru seorang pria berkacamata.


" Ha it silakan " seru Salimah sopan sambil memperhatikan pria tersebut.


" Sendirian saja " tanya pria tersebut.


" Tadi nya sih bareng sama abang aku, tapi dia dah pergi lebih dulu " seru Salimah sambil menatap lurus.


" Oh gitu " seru pria itu sambil tersenyum tipis.


" Oh ya hmmm kita belum kenalan perkenalkan saya Salomo Hendrawan " seru pria itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Salimah


" Aku Salimah panggil Imah saja " seru Salimah sambil menerima uluran tangan pria tersebut

__ADS_1


" Senang bisa berkenalan dengan kamu " seru Salomo


" Akh baik lah saya juga " seru Salimah sambil tersenyum


" Jalan-jalan yuk " ajak pria tersebut


" Kemana? " tanya Salimah


" Sekitaran taman ini aja gimana " seru Salomo pada Salimah.


" Boleh yuk " seru Salimah sambil beranjak dari duduknya dan bergegas mengikuti Salomo.


Lalu mereka pun berjalan-jalan sekitaran taman sambil mengbrol ringan.


" Oh ya kuliah apa kerja? " tanya Salomo.


" Aku masih kuliah Sal " seru Salimah pada Salomo.


" Ya udah kalau gitu gak apa-apa yang penting kamu baik-baik aja kuliahnya yang semangat ya " seru Salomo


" Iya, kalau kamu gimana? " seru Salimah bertanya.


" Kalau aku kerja, sekarang ngurus caffe milik orang tua aku " seru Salomo


" Kamu punya caffe? " tanya Salomo dan dianggukan kepala oleh Salimah.


" Iya " seru Salomo

__ADS_1


" Hmmmm gitu, nama caffe nya apa?, siapa tau aki sama teman-teman nantik kan bisa mampir " seru Salimah


" Namanya Saldan Caffe " seru Salomo


" Oh begitu, oke deh nantik kapan-kapan aku mampir deh " seru Salimah sambil tersenyum.


" Di tunggu lo kehadirannya " seru Salomo


" Pasti kok, " seru Salimah sambil berjalan ke warung bubur


" Kamu mau sarapan bubur gak " tanya Salimah pada Salomo,


" Mau kok " seru Salomo sambil menarik kursi untuk dia duduki


" Bang bubur ayamnya 2 ya " seru Salimah pada penjual bubur tersebut.


" Beres neng " seru penjual bubur tersebut dengan cepat meraih mangkok lalu megisi bubur tersebut,


Tak lama pesanannya datang dan keduanya menikmati sarapan mereka dengan nikmat.


Salomo juga Salimah sibuk menikmati makanan merela, sedangkan di ujung meja sebrang keduanya sedang ada sepasang mata yang menatap keduanya dengan tatapan yang sangat tajam.


" Siapa pria itu.. kenapa dia sangat akrab sekali dengan Salimah, dia bisa tertawa degan lepas bersama pria itu sedangkan sama aku dia menatapku seperti tatapan permusuhan "gumam pria tersebut sambil menatap lurus ke arah Salimah juga Salomo yang sibuk menikmati makan siang mereka dengan bersantai.


Pria itu yang tak lain tak bukan Samuella dosen Salimah yang sangat Salimah benci karena beliau lah yang buat Salimah sangat membenci dirinya.


Salimah tak sadar jika saat ini dia sedang di awasi oleh sepasang mata elang seorang Samuella.

__ADS_1


Pria itu mengawasi gerak gerik Salimah sampai kedua orang itu pun beranjak dari posisi mereka.


BERSAMBUNG


__ADS_2