
π·π·π·πΉπΉπΉπ»π»π»ππππππ
Pagi pagi sekali lina sudah sampai disekolah, lina memarkirkan motornya diparkiran, saat dia hendak berjalan menuju kelasnya dia tak sengaja melihat dewi bicara dengan gilang, lalu dia mengurungkan niatnya untuk menuju kelas, lina pun berbalik arah menuju kantin, sesampai dikantin lina memesan nasi goreng.
" Buk pesan nasi goreng plus teh hangat ya buk" kata lina kepada buk tuti.
" Beres neng, tumben neng lina sendirian" tanya buk tuti.
" Yang lain belum nongol buk" kata lina.
" Yaudah biarkan ibuk buat dulu" kata buk tuti.
Sambil lina menunggu diapun sibuk dengan dunianya di media sosial. Sampai seseorang menyapanya dia tak mengetahui itu, karna orang tersebut merasa diabaikan diapun berdehem.
" Eheeeemmm, hai aku boleh duduk disini." kata orang tersebut.
" Hmmmm," dibalas deheman oleh lina tanpa mengalihkan pandangannya.
Tak lam kemudian pesanan lina dan pesanan orang itu datang bersamaan merekapun makan bersama,
Setelah selesai orang itu berkenalan dengan lina
" Hmm kalau saya boleh tau nama kamu siapa? " tanya orang itu sambil mengulurkan tangannya.
" Saya angelina panggil saja lina." kata lina tanpa membalasa uluran tangan orang itu.
" Hmmm saya Stefani, panggilan saya fani." kata fani sambil menarik tangannya tadi.
" Hmmm" dibalas deheman dan anggukan kepala oleh lina.
" Lina paham betul situasi saat ini dia tau rasanya dikacangin itu seperti apa jadi dia mengajak Stefani untuk ke perpustakaan dan fanipun tertarik."
" Hmm fani saya duluan ya mau ke perpustakaan, hmmm kalau kamu mau ikut saya silakan mari." kata lina sambil berjan.
" Ahh iya saya ikut deh." kata fani dengan semangat.
Sesampai mereka diperpustkaan merekapun mengambil buku yang mereka inginkan, setelah mereka menemukan buku itu mereka membacanya dan duduk saling berhadapan.
" Hmmm lin, aku boleh nanya sesuatu gak sama kamu," kata fani ragu ragu
" Boleh tanya saja." kata lina tanpa mengalihkan perhatiannya.
" Maaf ya kamu kok sifatnya dingin banget ke orang padahal banyak loh yang pengen berteman dengan kamu." kat fani.
" Kamu belum tau aku seperti apa fan, sebenarnya aku gak terlalu dingin kok hanya saja aku gak mau orang yang berteman denganku itu hanya mau mendekati ku saja dengan berbagai alasan tapi hanya orang sabar saja yang bisa berteman denganku. untuk pertama kalinya aku bicara panjang lebar ini ke orang lain." kata lin sambil menatap matanny fani.
" Hmmm kalau begitu kamu mau gak jadi teman aku." kata fani dengan semangat dan mengulurkan tangannya.
" Hmmm boleh dicoba." kata lina sambil membalas uluran tangan fani.
" Makasih ya lin." kata fani.
" Iya fani sama sama." kata lina dengan tersenyum yang membuat fani bahagia π
" Nah kan kalau kamu senyum seperti itu kamu lebih terlihat manis and cute deh hahahaπ." kata fani bahagia.
Kamu harus biasain untuk tersenyum ke teman teman pasti mereka akan senang lihat kamu begini.
__ADS_1
" Iya ya buk ustazah." ledek lina.
" Ah aku bukan ustazah lin aku pengen jadi pendeta." sahut fani yng membuat lina kaget.
" Hahaaaa? pendeta,??? ja.... jadi kamu kristen." sahut lina gugul.
" Iya kenapa emangnya." kata fani ragu.
" Ah tidak berarti kita saudara." kata lina.
" Maksudnya kita saudara apa ya lin.". kata fani.
" Ya kita seagama fan." kata lina.
" Ah kamu serius." tanya fani memastikan.
" Iya aku serius fani." kata lina.
" Ah Ya tuhan akhirnya aku menemukan teman seperjuangan." kata fani penuh bahagia. jadi kita boleh bertukar nomer handphone kan.
" Boleh kok iniπ³" kata lina sambil memberikan handponenya kepada fani.
Merekapun bertukar nomor. Setelah itu mereka meninggalkan ruang perpustakaan. dan mereka menuju kelas masing masing dan berjanji untuk makan siang bersama dikantin.
Sesampai lina dikelas, keempat sahabatnya sudah berada dikelas diapun duduk disebelah Kiara.
Tak lama bel berbunyi,
Gurupun masuk dengan santai dan langsung memberikan materi, lina yang saat ini duduk disebelah Kiara hany diam saja karna lina paling gak suka kalau dalam jam pelajaran tidak mau bicara hal yang lain kecuali tentang pelajaran yang ditanyakan.
tak lama terdengar suara notif pesan dari handphone lina... ting.....ting.... ting....
π Fani: Lin aku udah dikantin ini. Buruan aku lapar, kamu mau pesan apa sekalian aku pesankn.
π Lina: iya bentar ya,,, hmmmm pesenin aku bakso aja deh. oke aku kesana. balas lina.
π Fani: oke sipπ . balas fani.
lina hanya membacanya dan segera kekantin tanpa melihat keara yang lain
" Lin... mau kemana?" tanya Kiara.
" Hmmmm mau kekantin emang kenapa ?" kata lina.
" Hmm aku ikut kamu ya." kata Kiara.
" Hmm. iya." kata lina sambil keluar kelas.
" guys kekantin yuk." ajak Kiara. dan dianggukin oleh yang lain.
merekapun berjalan kearah kantin menyusul lina.
Sesampai mereka dikantin, mereka melihat lina sedang makan bersama seseorang yang mereka tidak kenal.
merekapun bergabung bersama lina dan fani.
" Kita boleh gabung gak disini." kata ardila.
__ADS_1
" Boleh kok silakan." kata fani.
" Lin...,perasaan tadi kamu baru ke kantin kok udah makan aja." kata Kiara.
Lina belum menjawab karna dia masih makan setelah dia selesai makan satu sendok diapun menjawab pertanyaan kiara.
" Tadi dipesenin sama Fani duluan Kiara." kata lina.
" Oh begitu ya yaudah lah aku pesen makan dulu guys kalian mau pesen apa?" tanya Kiara kepada ketiga temannya itu.
" Samain aja punya kamu." kata ketiga orang itu.
Lau Kiara pergi meninggalkan mereka dan memesan makanan.
" Lin... enak banget ya baksonya sampai bersih gitu mangkoknya." kata ardila.
" Hehehehehe bukan enak lagi dil tapi ini sangat enak dan plus kebetulan aku baper banget upsss salah maksudku aku laper bangt hehehe ehππππ." kata lina cengengesan. yang membuat ketiga orang itu melotot dan melongo, kecuali fani.
" Hmm Ya allah sahabatku tertawa masyaallah kamu bisa tertawa lin." kata sonia dan ardila bersamaan.
" Hahahaha iya lah." kata linaβΊ tersenyum.
" Yaampun lin... Jangan tersenyum seperti itu lin,,," kata dewi.
" Kenapa?" tanya lina.
" Lin.... nantk aku bisa kenak penyakit diabetes lin lihat senyum kamu...." kata dewi.
Disambut gelak tawa oleh orang orang disana, sampai Kiara yang baru datang dibuat bingung.
" Wah kayaknya ada yang seru nih sampai sampai tertawanya seperti itu." kata Kiara sambil membawakan nampan.
" Iy kia, ada malaikat yang membuat sahabat kita itu bisa tertawa dan tersenyum." kata sonia sambil menunjuk kearah lina.
" Seriusan si gunung es ini bisa tertawa, dan tersenyum." kata Kiara tak percaya.
" Iya kia, sibalok es udah mencair hahahahahhahππππ" kata dewi tertawa terpingkal pingkai sampai mengeluarkan air matanyaπ.
" Udah ah kalian makan gih gak usah ribut kasihan itu makanannya dihanggurin." kata lina.
Setelah mereka makan siang mereka kembali kedalam kelas.
"AKU BAHAGIA..... MELIHAT MEREKA TERSENYUM, TERNYATA MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA ITU SEDERHANA DENGAN KITA MEMBERIKAN DIA DUKUNGAN SUPORT DAN SENYUMAN YANG TULUS MAMPU MEMBUATNYA BAHAGIA.
SENYUM ADALAH CARA SESEORANG UNTUK BISA MELUPAKAN KESEDIHANNYA
SENYUM ADALAH CARA KITA MENGUNGKAPKAN RASA BAHAGIA KITA
SENYUM JUGA BISA MEMBUAT HATI INI TERASA LEGA
SENYUM JUGA BISA MEMBUAT ORANG YANG MARAH MENJADI TEDUH HATINYA
BELAJARLAH UNTUK TERSENYUM WALAU HANYA UNTUK MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA MESKIPUN HATIMU SEDANG BERGELOMBANG."
πΉπΉπΉπΊπΊπΊππππΈπΈπΈπ»π»π»
~~~~BERSAMBUNG~~~~
__ADS_1