
Sesampai di rumah mereka bertiga memarikirkan mobil mereka di garasi .....ketiganya turun bersamaan dari dalam mobil masing masing...
" Bang kita masuk dengan penampilan begini..." seru Yurina dan dianggukan kepala oleh keduanya.
Lalu mereka berjalan masuk kedalam mansion terlihat kedua orang tua mereka bersama Bianka dan Rinjani serta Ajeng sedang berada dirumah... sedangkan Bianka sedang mondar mandir menunggu kabar dari sang suami yang tak ada kabar selama seharian... dengan santainya ketiga bersaudara itu berjalan dan menyapa semua keluarga....
" Hai... hai... selamat malam...." seru ketiganya bersamaan santai.
Ketiga orang di ruang keluarga itu kaget lalu kecuali sang papa yang dengan santai
" Siapa kalian..." seru mama Yana.
" Mah... ini kita bertiga... tara..." seru Yordan sambil membuka topi mereka masing masing.
" Yaampun kalian.... benar...benar ya kalian bertiga ini udah seharian gak ada kabar ini malah pulang kerumah dalam keadaan kusut begini.. ampun dah kalian..." seru mama Yana.
Bianka... jangan di tanyakan lagi dia kaget dan shock... bukan karna penampilan sang suami tapi penampilan gadis cantik yang biasa dia anggap adik ipar nya itu...
" ANGELINA....." gumam Bianka lirih dan masih bisa di dengar oleh mama Yana yang ada si sebelahnya lalu Bianka berjalan menuju sang adik dan membelai pipinya.
Bagaimana Bianka bisa mengenali adiknya karna saat itu Yurina tidak mengenakan kacamatanya👓 jadi tentu Bianka bisa mengenal adik kandungnya sendiri.
" Dek ini beneran kamu kan... kakak gak salah lihat kan dek..." seru Bianka sambil membelai pipi adiknya itu.
" Kak ipar ini aku Yurina kak..." seru Yurina yang belum ingat sama sekali tentang dirinya.
" Enggak ini kamu dek... adek kandung kakak..." seru Bianka.
Lalu Bianka menatap suaminya untuk meminta penjelasan.
" Nantik aku akan jelaskan kami istirahat dulu membersihkan diri..." seru Yordan lalu ketiganya masuk kedalam kamar mereka masing masing.
Bianka menuju kedua mertua nya itu....
" Mah.... pah... tolong jelasin sama Bianka Yurina itu anak kandung mama atau bukan.... ?" tanya Bianka sendu.
" Nak... tenangkan dirimu ..dulu... nantik kami akan jelas.." seru papa Yusman.
Tak lama Yordan pun turun....
__ADS_1
" Mah... lebih baik kita makan dulu..." seru Yordan
" Yaudah kita makan malam dulu..." seru Mama Yana
Lalu semuanya menuju ruang makan.
" Mah...Rinjani kemana...?" tanya Yarman pada sang mama.
" Hmmm Rinjani tadi pamit sama mama dia pulang apartemen nya..." seru mamam Yana khawatir karna kebenaran akan terungkap
" Secepat inikah kenyataan Yurina akan kembali ke keluarga nya " gumam mama Yana dalam hatinya.
Yurina dia tak berselara makan dia hanya menatap makanan yang ada di atas meja...
" Nak kenapa gak makan... kenapa di pandang saja makanannya...." seru papa Yusman
" Gak selera pa..." seru Yurina.
" Nak... makanlah sedikit biar kamu gak sakit..." seru mama Yana
Bianka hanya menatap wajah sang adik yang begitu dia rindukan.
Lalu Yurina pun makan sedikit setelah itu dia berpamitan untuk ke kamar nya.
Skip
Setelah selesai makan malam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga kecuali Ajeng yang sudah lebih dulu menyusul Yurina ke kamarnya.
* Di ruang keluarga *
( Mama Yana....papa Yusman dan kedua saudara itu beserta Bianka sudah berkumpul )
" Baiklah... hmmmn ini papa yang menjelaskan atau kamu sebagai suami yang akan menjelaskannya nak.." seru papa Yusman kepada Yordan.
" Biarkan Yordan saja pah...." seru Yordan seraya menatap sang papa lalu beralih ke arah sang istrinya..
" Yank... sebelumnya aku mintak maaf sama kamu ...." seru Yordan seraya menarik nafas dalam nya
" Sebenarnya....Yurina memang bukan adik kandung aku...." seru Yordan hal itu terdengar oleh Yurina yang saat itu sedang pergi ke arah dapur namun langkahnya terhenti saat mendengar namanya di sebut...
__ADS_1
Yurina kaget mendengar hal itu namun dia tak bersuara dia ingin mendengar kelanjutannya.
" Lalu..." sahut Bianka singkat.
" Aku ... mama dan papa menemukannya di kota Y saat itu setahun lalu terjadi kecelakaan itu kami lah yang menolong Yurina... selama satu tahun Yurina koma... hingga akhirnya dia sadar dan amnesia sampai saat ini dia belum ingat siapa jati dirinya yang sesungguhnya..." jelas Yordan membuat Bianka menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Jadi Yurina itu.....-" sahut Bianka dan dianggukan kepala oleh Yordan
" Benar dia adik kandung kamu yang selama ini di nyatakan sudah meninggal..." sahut Yordan.
" Jadi dia adikku... pantasan saja... aku memiliki ikatan batin dengannya.... jadi dia amnesia..." seru Bianka dan dianggukan kepala oleh semuanya.
Sedangkan Yurina dia shock dan kaget namun tetap diam lalu diam diam dia naik ke atas dan menuju kamarnya Ajeng yang melihat Yurina dengan tatapan sendunya lalu bertanya.
" Ada apa Yur...." tanya Ajeng.
" Aku gak apa apa aku hanya sakit kepala saja..." seru Yurina berbohong.
" Oh ya sudah .... tidur gih... besok kita kuliah pagi loh..." seru Ajeng dan dianggukan kepala oleh Yurina lalu dia naik ke atas ranjang dia masih memikirkan apa yang dia dengar tadi...
kembali ke ruang keluarga
" Mama sangat sayang sama Yurina Bia...mama gak bisa kehilangan Yurina nak...hiks " seru mama Yana terisak.
" Bia tau ma... mama sangat sayang sama Angelina... mama tau dia adik Bia satu satunya ma... dia kebanggaan Bia ma..." seru Bianka terisak.
" Baiklah Bia akan menunggu Angelina ingatannya kembali dan Bia akan tanyakan dia lebih memilih tinggal dengan mama atau kembali kekeluarga HALIM..." seru Bianka pelan.
" Mama yakin Yurina akan memilih mama Bianka..." seru mama Yana
" Mama sangat yakin itu..." sambung mama Yana.
" Yank... sudah kita istirahat sekarang kamu sudah tau kan kalau dia adik kamu..." seru Yordan.
Lalu semua keluarga meninggalkan ruangan tersebut dan menuju kamar mereka masing-masing.
Sedangkan Angelina atau Yurina masih berpikir.
" Jika aku Angelina adiknya kakak Bianka berarti aku anak dari papa Martinus... akhkkkhhh kepala ku sakit.." seru Yurina sambil menyentuh kepalanya yang sakit.
__ADS_1
Lalu Yurina mencoba memejamkan matanya dan dia menuju alam mimpinya itu
🌲🌲🌲 BERSAMBUNG 🌲🌲🌲