
Salman membawah Salimah ke rumah sakit milik keluarganya, sesampainya di sana, Angelina sang bunda yang juga bertugas di rumah sakit tersebut melihat kedatangan kedua anaknya
" Salman, Imah kenapa " seru Angelina pada putranya
" Imah jatuh Bun " seru Salman sambil meletakan Salimah di atas brankar.
Angelina pun mendorong brankar tersebut bersama putranya juga para suster.
Ruangan ICU
Angelina dan dokter yang menangani putrinya sedang memeriksa keadaan Salimah.
" Dokter Riska bagaimana keadaan putri saya " seru Angelina pada dokter bernama dokter Riska yang tak lain tak bukan sahabatnya Angelina.
" Kamu tenang dulu Line Imah baik-baik saja dia hanya kelelahan jadi daya tahan tubuhnya tidak seimbang " seru dokter Riska pada sahabatnya itu.
" Terimakasih Riska " seru Angelina lembut
" Iya sama-sama kalau gitu Aku tinggal dulu nantik biar Imah di pindahkan keruang rawat ya " seru dokter Riska sambil mengusab bahu Angelina dengan lembut.
Saat dokter Riska keluar, Salman masuk dan menatap kembarannya itu lalu beralih menatap sang bunda, dia pun kaget saat melihat penampilan sang bundanya itu, karena Salman tidak pernah tau kalau sang Bundanya memiliki ke ahlian di bidang kesehatan itu suatu kejutan bahu Salman
" Bun... bunda ternyata " seru Salman terdiam sesaat.
"Ma'af ya nak bunda tidak pernah cerita sama kalian kalau bunda adalah dokter di rumah sakit ini, bunda bukan nya menutupinya tapi Ada saat nya kalian akan tau dengan sendiri mungkin ini sudah saat nya kalian tau, ke ahlian bunda yang lain ma'af in bunda ya nak " seru Angelina merasa bersalah sambil mengusap kepala putranya.
" Iya bunda gak apa-apa Salman ngerti kok, jadi caffe siapa yang handle bun? " tanya Salman
" Anak teman mama naman ya Patricia atau Cia anaknya tante Ayumi " seru Angelina pada Salman
" Nantik kalau Imah udah sembuh dia yang akan handle " seru Angelina sambil tersenyum
" Iya mah Salman akan bantuin kok mah " seru Salman senang
__ADS_1
Saat keduanya sedang bercada seorang sister masuk dan menginstruksikan kalau ruangan buat Salimah sudah di sediakan.
Setelah itu Salimah di pindahkan keruang rawat biasa karna Angelina tidak ingin anaknya terlalu di istimewakan.
Ibu yang rendah hati.
Sesampai di ruang rawat Angelina menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa ποΈyang Ada di ruangan tersebut.
" Bunda kenapa? tanya Salman saat melihat bundanya memijit kening
" Gak apa-apa nak " seru Angelina sambil tersenyum lalu mengelus rambut Salman
" Bun... Salman bukan anak kecil lagi bun, Salman tau kalau bunda pasti lelah kan banyak pasien tadi bunda tangani bagi sama Salman bun kelelahan bunda " seru Salman sambil mengenggam tangan bundanya
" Bunda gak apa-apa kok nak " seru Angelina tersenyum
Saat Salman hendak bersuara tiba-tiba Salimah pun sadar dari pingsan nya.
Angelina membuka jasnya dan langsung mendekat ke arar tempat tidur sang putri
" Nak kamu gak apa-apa " seru Angelina lembut sambil membelai wajah Salimah
" Bunda " seru Salimah lirih
" Iya nak ini bunda " seru Angelina lembut
" Akh bunda peyuk " seru Salimah manga,
" Dasar manja " ledek Salman.
" Bodoh am at wleekkπ " seru Salimah sambil mengedipkan mata lalu menjulurkan lidahnya mengejek Salmantha.
Salman hanya menggeleng kan kepalanya saja.
__ADS_1
" Bun kenapa Imah bisa di rumah sakit sih? " tanya Salimah pada bundanya
" Harus nya bunda yang bertanya seperti itu sama kamu, kenapa kamu bisa pingsan di kampus hmmm " seru Angelina pada putrinya itu.
" Hehehehe ππππ lagi tanding basket bun " seru Salimah nyengir.
" Hmmm gitu lain kali kamu hati-hati bunda gak mau kamu kenapa-napa paham " seru Angelina pada Salimah sambil menoel hidung putrinya itu
" Iya bunda paham, tapi pertanyaan Salimah kok bunda bisa di sini, lah yang jagain caffe siapa? " seru Salimah bertanya.
" Itu ada anak teman bunda, nantik kamu sama abang kenalan gig sama dia " seru Angelina pada putrinya
" Oh gitu ya udah " seru Salimah santai.
Saat ketiga nya sedang asik tiba-tiba seorang sister masuk dan memanggil Angelina
" Permisi " seru suster tersebut
" Iya Ada suster " seru Angelina menatap ke arah suster tersebut
" Ma'af dokter saya mengganggu waktu anda, Ada pasien nya dokter Riska yang butuh anda saat ini apa dokter bisa bantu beliau " seru suster tersebut.
Pernyataan suster tersebut membuat Salimah bertanya dalam hatinya.
" Baik lah saya akan bantu, nak bunda tau kamu sedang ingin bertanya tapi biarkan abangmu yang menjelasannya ya bunda ada pasien dulu nantik kalau urusan bunda selesai kita pulang sama ya " seru Angelina sambil membelai wajah anak nya lalu meraih jas putihnya dan berlalu keluar ruangan rawat Salimah, Setelah kepergian bundnya, Salimah menatap sang abang dengan tajam, Salman pun menjelaskannya seperti yang Angelina sampaikan pada putra tadi.
Setelah bercerita Salimah pun paham
" Bunda sangat luar biasa Imah jadi mengagumi bunda " seru Salimah bangga
" Bunda terbaik " seru Salimah
Saat keduanya sedang berbicara dan bercanda tiba-tiba pintu ruangan Salimah terbuka dan terlihat lah siapa pelakunya.
__ADS_1
...πΊπΈπΌπ»π₯πΉ BERSAMBUNG π·ππΎπππ...