
๐บ๐บ๐บ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐พ๐พ๐พ๐ผ๐ผ๐ผ๐ป๐ป๐ป
Sepulang sekolah lina langsung kembali ke kost nya dan bergegas pergi kerumah orang tuanya karna besok hari libur jadi dia memutuskan untuk pergi kerumah utama
Sesampai di rumah orang tuanya Angelina langsung membuka pintu ....
sayup.... sayup terdengar suara tawa dari ruang tengah.... lina pun masuk dengan diam dia memperhatikan kedua orang tuanya dan kedua saudaranya. lalu lina pun bersuara.
" Wah sepertinya keluarga ku sangat bahagia tanpa diri ku satu pu. tak ada yang menghubungi ku baik lah kalau begitu aku pergi saja." seru Angelina sambil berjalan menuju pintu rumah.
Semua yang mendengar suara lina langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah sumber suara.
" Lina." seru keempat orang itu.
Saat lina ingin melangkah, tiba-tiba tubuhnya di peluk oleh wanita paruh baya itu.
" Sayangnya mama mau kemana sih kamu pulang kok gak bilang-bilang ada apa sayang." seru mama Mariana.
" Gak apa-apa ma tadi nya lina kangen sama mama dan papa tapi kelihatannya cuman lina saja yang kangen kalian tidak maaf lina mengganggu kalian." seru Lina sedih.
" Ingat pulang juga kamu dek." seru bang briant.
Saat lina ingin menjawab perkataan abangnya itu handphone Lina tiba-tiba berdering. dia melihat siapa yang menelfonnya
" Dewi." gumam lina.
lalu tanpa aba-aba
Lina pun mengangkat telfonnya tanpa menghiraukan perkataan abangnya tadi.
" Ya hallo ada apa wi" seru Lina.
" Lin kamu di mana.... belajar bareng yuk." seru dewi dari seberang telfon.
" Maaf wi aku lagi di rumah orang tua ku gimana kalau besok saja." seru Lina.
" Oke deh kalau gitu nantik aku sampaikan ke yang lain." seru Dewi.
" Oke sahut Lina sambil mematikan telfonnya.
Setelah itu dia menatap satu persatu keluarganya.
" Pa ma... lina sebenarnya ada yang mau lina sampaikan sama mama dan papa." seru lina sesaat dia terdiam
" Apa yang anak papa ingin sampaikan hingga wajahmu begitu teganngnya nak." seru papa Martinus.
" Hmmmm apa iya ya aku katakan sekarang kayaknya enggak deh." seru lina dalam hati.
__ADS_1
Mama nya lina yang memperhatikan liana melamun langsung berseru.
" Loh kok jadi melamun sih tadi katanya mau menyampaikan sesuatu ada apa sayang ayo cerita." seru mama Mariana.
" Lina hanya ingin menyampaikan hal yang sebenarnya gak penting-penting amat menurut papa dan mama tapi buat lina sangat penting." seru lina membuat keempat orang itu bingung.
" Dek kalau bicara itu jangan setengah-setengah napa sih dek." sahut Briant.
" Pa...... maa..... Lina sayang sama mama dan papa..." seru Lina sambil memeluk mamanya.
" Mama juga sayang sama kamu nak." seru mama Mariana samb membalas pelukan putri bungsunya itu.
" Eleh dek cuman mau bilang gitu aja pakai acara drama nangis aja...." ledek bang Briant.
" Papa juga sayang sama kamu nak..." seru papa Martinus dengan memeluk putrinya.
Setelah acara drama pelukan itu mereka pun melanjutkan o dolan biasa hingga makan siang tiba.....
Setelah acara makan siang selesai mereka pun kembali mengobrol santai.
" Sayangnya mama kenapa baru sekarang kamu datang biasanya sekali seminggu kamu kesini." seru mama Mariana.
" Iya ma lina minggu kemaren sempat flu jadi gak enak badan aja ma." seru lina hal itu membuat mama dan papa lina bertanya.
" Loh kamu kok gak bukan kalau kamu sakit sih sayang kenapa nak." seru mama Mariana.
" Gak apa-apa ma cuman flu dikit aja kok." seru lina santai.
Lina yang memperhatikan papanya melamun tiba-tiba bersuara.
" Pa... papa gak usah khawatir apapun yang terjadi Lina pasti bisa mengatasinya kok." seru lina seperti tau apa yang di fikirkan oleh papanya.
" Iya nak." seru papanya lina singkat.
Hari begitu cepat hingga malam tiba saat makan malam tiba lina merasakan dadanya terasa sesak dan sakit Lina pun izin kekamar sebentar.
Setelah Lina meminum obatnya Lina kembali ke ruang makan.
" Ada apa nak." seru Mama Mariana.
" Itu ma tadi aku telfon dewi aku bilang aku gak bisa belajar bareng sama mereka karna besok aku kembali sore ke kost." seru Lina jujur karna sehabis lina meminum obatnya dia langsung mengabari dewi.
Setelah makan malam selesai semua keluarga langsung berkumpul.
Papanya lina terus memperhatikan putri bungsunya itu.
Sedangkan Bianka juga me.perhatikan adiknya itu namun dia fokus melihat keadaan adiknya yang terlihat pucat saja karna tingkat kepekaan kakaknya lina langsung menanyakan hal itu kepada adiknya.
__ADS_1
" Dek kamu baik-baik saja kan." seru Bianka.
" Iya kak aku baik-baik saja cuman sedikit lelah saja belakangan ini aku merasa lelah kak." seru Lina santai.
" Terus kamu sudah periksa ke rumah sakit belum." tanya kak Bianka.
" Hehehe belum kak." seru Lina cengengesan.
" Kamu itu harus bisa jaga kesehatan ya dek." seru Bianka dengan lembut.
" Iya kak tumben ini kakakku tersayang perhatian banget ulu lu makin tayang deh boleh peyuk gak." seru lina.
" Boleh sini." seru kakanya lina sambil merentangkan kedua tangannya sambil memeluk adiknya. lina pun bahagia.
Namun lina berbisik di telinga kakaknya.
" Kak makasih ya udah perhatian sama adek." seru lina dengan suara normalnya hingga masih bisa didengar oleh yang lain.lalu lina melanjutkan perkataannya dengan suara kecik.
" Kak jika nantik lina gak ada di rumah ini tolong jagain mama sama papa ya kak karna lina gak tau sampai kapan lina bisa kesini lagi kak... kaka janji ya sama aku.
setelah lina mengatakan itu lalu dia melepas pelukannya makasih ya kak.
" Iya dek sama-sama dek." seru Bianka sedikit meneteskan air matanya setelah mendengar perkataan adiknya itu.
Mama mereka yang melihat Bianka meneteskan air mata langsung bertanya.
" Bia kamu kenapa menangis ada apa nak." seru mama Mariana.
" Gak apa-apa ma bia kangen aja sama anak nakal ini." seru Bianka sambil melap air matanya.
" Haduuuuh drama banget sih kalian." seru Briant.
" Abang gak kangen ya sama Lina yang cantik ini." seru Lina dengan suara genitnya.
" Ih dih siapa juga yang kangen sama kamu..." seru Briant sambil berlalu menunju kamarnya. pa ma aku kemar dulu.
Di balas anggukan kepala oleh kedua orang tuanya.
Tapi langkah Briant terhenti saat Lina bersuara.
" Bang benerang ini gak mau meluk adekmu gang cantik ini." seru Lina.
" Enggak dek.... enggak abang ngantuk abang mau tidur bye." seru Briant sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.
Lina yang melihat kepergian abangnya tanpa memeluk dia hanya tersenyum hambar... lalu papanya lina berkata.
" Sudah malam lebih baik kalian istirahat di kamar kalian." seru pa Martinus sambil beranjak dari duduknya menuju kamar.
__ADS_1
Lalu semua orang pergi kekamar mereka masing-masing.
~~~~~ BERSAMBUNG ~~~~~