
Malam itu saat Rinjani masuk ke dalam kamr Yurina dia menatap punggung Yurina.
" Yur... aku gak tau kalau suatu saat kamu ingat segalahnya... apakah kamu mau meninggalkan kami yang sayang kepadamu...." gumam Rinjani dalam hatinya sambil menatap punggungnya Yurina... setelah itu dia pun memejamkan matanya dan ikut tertidur di sebelah Yurina.
Pagi pagi sekali Yurina dan Rinjani telah bangun keduanya bersiap melakukan aktivitas masing masing...
Karna hari ini Yurina tak kuliah maka... Yarman mengajakanya untuk pergi kekantor bersamanya.
" Dek....... adek.... Yurina....." seru Yarman seraya berteriak memanggil nama Yurina.
" Apa sih bang teriak teriak kayak orang hutan..." sahut Yurina sambil menuruni anak tangga bersama Rinjani.
" Hehehe kirain kamu belum bangun dek..." sahut Yarman nyengir.
" Haha hehe haah hehe... ketawa muluk bang..." sahut Yurina sambil berjalan menuju ruang makan
" Pagi... mama ...pagi papa..." sapa Yurina sambil mencium pipi mama Yana.
" Pagi nak...." sahut keduanya bersamaan.
" Wah... anak papa rapi sekali mau ke mana nak...?" tanya papa Yusman.
" Itu bang Yarman ngajak ke kantor..." seru Yurina seraya menunjuk ke arah Yarman menggunakan dagunya.
" Iya pah.... aku mau bawah Yurina ke kantor...." sahut Yarman.
" Baiklah hati hati danYarman... jaga adik kamu jangan sampai telat makan dia ya..." sahut papa memerintah.
__ADS_1
" Oke pah..." sahut Yarman kepada papanya.
Lalu ketiga orang itu lun pergi sebelumnya Yurina dan Yarman mengantarkan rinjani ke kampus terlebih dahulu... saat sampai di kampus dia berterima kasih kepada kedua orang itu lalu keluar dari mobil milik Yarman.
Setelah kepergian Yarman dan Yurina terdengar suara handphone nya berdering
" Pihak rumah sakit..." gumam Rinjani saat melihat layar handphonenya
Lalu Rinjani pun menerima panggilan terlfon tersebut... setelah itu dia mematung sesaat.
" Siapa yang melunasi biaya pengobatannya..." pikir Rinjani.
Tak lama Ajeng datang dan bertanya kepadanya...
" Rin..... Rinjani..." panggil Ajeng
" Ye... malah melamun lo..." seru Ajeng.
" Hehehehe... kenapa jeng...?" seru Rinjani.
" Yurina mana..." tanya Ajeng.
" Dia gak ada mata kuliah hari ini..." seru Rinjani sambil berjalan menuju kelasnya.
" Oh gitu ya udah gue duluan bye..." seru Ajeng sambil berpamitan dan di balas lambaian tangan oleh Rinjani.
Ajeng pun menuju kelasnya.
__ADS_1
Sedangkan Rinjani masih berpikir siapa orang yang baik hati membiayai pengobatannya.
Sungguh Rinjani ingin tau orangnya... namun dia tidak bisa mengetahui hal itu....
Sepulang kuliah Rinjani pun menuju rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit dia menemui dokter Gino. yang menanganinya itu...
" Selamat sore dokter Gino..." sapa Rinjani sambil tersenyum
" Selamat sore Rinjani..silakan duduk..." seru dr Gino samb mempersilakan Rinjani untuk duduk.
Setelah duduk Rinjani pun bertanya...
" Dokter...kalau saya boleh tau siapa orang yang sudah membiayai pengobatan saya..." tanya Rinjani.
" Itu tidak perluh karna karna mereka tidak ingin ada yanga mengetahui identitas mereka..." sahut dr. Gino.
" Mereka....!! siapa dokter...?" sahut Rinjani.
" Ya... ada 2 orang yang membantu biayai pengobatan kamu... jadi lakukanlah segera pengobatan itu dengan teratur... harapan mereka kamu cukup sembuh saja itu sudah membuat mereka sangat bahagia..." seru dr. Gino.
" Baiklah dokter terimakasih..." sahut Rinjani dan dianggukan kepala oleh dr.Gino.
Setelah itu Rinjani pun berpamitan untuk segera pulang menuju rumahnya.....
Sesampai di rumah Rinjani masih memikirkan hal yang membuat dia masih bingung... namun dia bertekad akan menjalankan pengobatan tersebut dengan teratur....
__ADS_1
🌿🌿🌿 BETSAMBUNG 🌿🌿🌿