
Setelah cukup lama berdiam diri akhirnya Samuel membernikan diri untuk membuka kembali pembicaraan.
" Tidak apa-apa kalau kamu tidak menerima saya menjadi kekasih kamu, gak masalah hmmmm yang penting saya sudah menerima kepastian dari kamu " seru Samuel sambil menunduk
Salimah menoleh ke arah Samuel, sesat dia melihat wajah lesu dan kecewa dari dosennya tersebut.
Samuel yang hendak beranjak meninggalkan taman, tiba-tiba langkah nya terhenti saat Salimah memegang lengan Samuel dengan sangat lembut.
" Duduk dulu pak saya belum selesai bicara sama bapak " seru Salimah, dan Samuel pun mengikuti permintaan Salimah.
" Saya memang tidak ingin menjadi kekasih bapak, tapi jujur saya hanya ingin menerima bapak menjadi suami say kalau pun.... _ " seru Salimah terpotong.
" Kamu mau menikah dengan saya " seru Samuel senang dan menatap dalam wajah Salimah.
Salimah yang mendengar pun menjadi salah tingkah lalu tersenyum dan menganggukan kepala,
" Baik lah minggu besok saya akan datang bersama keluarga saya untuk melamar kamu " seru Samuel bahagia.
" Hmmmm pak saya juga ingin rahasiakan hubungan kita ini dari yang lain pak saya gak mau membuat teman-teman saya salah faham maaf ya pak " seru Salimah.
" Baik lah tidak masalah yang penting kamu tidak lagi menghindari saya, kalaupun di kampus kita akan jaga jarak " seru Samuel yang mengerti dengan keadaan Salimah.
Samuel senang akhirnya penantinnya tidak sia-sia.
Ke esokan harinya
Di kampus.
__ADS_1
Salimah memasuki kelas dengan sangat bahagia saat berpapasan dengan Samuel,
Mereka sepakat tidak pacaran dan Samuel sudah berjanji akan melamar Salimah secepatnya.
Salimah pun tidak keberatan dengan hal itu, justru itu membuat dia akan sangat bahagia.
Salimah tetap fokus di jam mata kuliah dosennya yang sudah menyatakan cinta kepadanya.
Sesekali mereka saling pandang, Namun dengan cepat Salimah mengabaikan hal itu, Flora pun memperhatikan keduanya dalam diam, gadis itu pun sedikit bingung juga bahagia karena sahabatnya sekaligus calon iparnya itu sudah bisa bahagia dengan pilihannya sendiri.
Setelah kepergian Samuel dari kelas, Flora berjalan ke arah Salimah dan mengajaknya ke perpustakaan,
" Bagaimana kemaren hasilnya " tanya Flora penasaran.
" Hmm kasih tau gak ya " ledek Salimah pada sahabatnya itu.
Salimah menganggukan kepalanya dengan senyuman
" Wah terus kalian jadian " seru Flora dan di balas celengan kepala oleh Salimah.
" Kenapa? " tanya Flora penasaran.
" Karen aku hanya ingin langsung nikah " seru Salimah
" Astaga " seru Flora sambil tersenyum.
" Baik lah aku ikut saja asalkan kamu bahagia" seru Flora sambil tersenyum tulus ke arah sahabat nya tersebut.
__ADS_1
Seelah itu mereka keluar dari perpustakaan setelah meminjam buku dan mereka berdua pergi menuju kantin untuk menikmati makanan kantin.
" Hai guys " sapa keduanya bersamaan.
" Hai, tumben lo Imah bisa gabung sama kita " seru Nada seray menyindir Salimah.
" Gue yang maksa dia untuk ikut gabung di sini " seru Flora sambil tersenyum.
" Hmmmm gue balik aja ya, " seru Salimah sambil berdiri dari duduknya.
" Mau kemana? " cegah Tasya yang duduk di sampingnya.
" Aku mau ke dalam kelas aja " seru Salimah
Salimah pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan keempat gadis yang menatap kepergian Salimah.
Flora menata Nada sesaat lalu pergi meninggalkan ketiga gadis itu untuk menyusul Salimah.
Flora kesel kepada Nada omongannya seakan menegaskan Salimah harus bersama mereka, maka dari itu Flora mengejar Salimah yang sudah berada di parkiran.
Dia pun ikut masuk ke dalam mobil milik Salimah,
Tanpa banyak kata mereka pun pe4gi meninggalkan kampus.
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...
...»»ββββ> BERSAMBUNG <ββββ««...
__ADS_1
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...