
Saat semua orang menyalahkan dirimu tanpa mendengar penjelasan darimu mereka adalah orang yang paling BODOH dalam segalah hal.
Setelah menangisi segalanya Angelina menatap langit yang sebentar lagi akan turun hujan.... saat Anhelina ingin melangkah tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang....
" Ingat ya... JANGAN PERNAH LO TEMUIN KITANLAGI DAN JANGAN PERNAH LO MUNCUL DI HADAPAN KITA LAGI ANGGAP SAJA KITA TIDAK PERNAH KENAL......" bentak Dewi.
" Baiklah jika itu yang kalian inginkan akan aku kabulkan.... aku tidak akan pernah bertemu dengan kalian untuk selamanya....."seru Angelina lalu dia berlari di bawah hujanπ¨π§ deras itu sambil terisak lalu Angelina masuk kedalam mobilnyaπ dan mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi... sepanjang jalan Angelina terus menangis...
" Maafin aku jika aku salah jika aku jahil sama kalian maafin aku... aku akan kabulkan permintaan kalian..." seru Angelina dalam hati lalu sesaat dia menghentikan mobilnya sejenak lalu dia mengeluarkan handphonenya dan mengirim pesan
π© " Kak Bia... maafin Angel kak... angel belum bisa jadi adik dan anak yang kalian. banggakan maafin Angel kakk..." pesan Angelina.
lalu Ia mengirim pesan itu kepada sang kakak dan mematikan langsung handphonenya lalu kembali mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang.....
hingga di pertigaan jalan sebuah truk besar muncul tiba tiba dan menghantam keras mobil milik Angelina.... kecelakaan pun tak bisa di hindari......
" BRUAKKKKK DARRRR..." bunyi suara tabrakan yang dahsyat itu.
Di rumah Angelina....
" Prankkkk durrrr " sura piring terjatuh tiba tiba di tangan sang mama Mariana.
" Ada apa ini kenapa perasaanku tidak tenang begini..." seru mama Mariana
Bianka yang baru saja pulang kuliah melihat Piring pecah langsung mendekati sang mama di ikuti oleh Ayumi dari arah belakang
" Maaah ada apa apa yang terjadi mah..." seru Bianka khawatir.
" Mama juga gak tau nak..." seru mama Mariana
__ADS_1
" Mama Angelina kemana....?" seru Bianka yang tak menyadari keberadaan adiknya.
" Tadi sih katanya izin keluar " seru mama Mariana menjelaskan.
" Oh begitu... yaudah mah... mama istirahat dulu gih..." seru Bianka pada sang mama.
" Mama khawatir sama adikmu coba telfon dia..." seru mama Mariana.
Saat Bianka mengeluarkan handphonenya tiba tiba handphonenya berdering.
" Briand..." seru Bianka saat melihat id penelfon.
π " Hallo Brian ada apa...?" tanya Bianka
π " Coba buka televisi apa yang terjadi tadi teman abang bilang ada kecelakaan yang sangat dahsyat barusan terjadi..." seru Briand
π " Baiklah..." seru Bianka sambil membuka televisi
" Apa yang terjadi Bianka....?" tanya mama Mariana
" Itu mah kecelakaan dahsyat..." seru Bianka masih menatap televisi.
Saat mama Mariana ingin melangkah tiba tiba langkahnya terhenti saat Bianka dan Ayumi menjerit memanggil nama Angelina...
" Angelllll...." pekik Bianka dan Ayumi bersamaan saat melihat plat nomor mobil yang kecelakaan itu.
Sesaat Bianka terpaku dengan pemandangan tersebut lalu
" Tidak... ini tidak mungkin tidakkkkkkkkk..." Bianka histeris.
__ADS_1
" Ada apa Bia...?" tanya mama Mariana bingung.
Lalu mama Marian menatap televisi dengan bingung saat itu mama Mariana belum sempat melihat plat nomor mobil milik Angelina.
" Ada apa kenapa kalian histeris begini memanggil Angelina...." seru mama Mariana bingung...
Tak lama suara dering telfon di handphone milik Bianka berdering.
" Yasmin..." gumam Bianka...
π " Ha...hallo Yas...hiks hiks...hiks..." seru Bianka masih terisak.
π " Kak...kakak sudah lihat berita... itu gak mungkin kan kak...kakak udah pastiin kan itu bukan Angelina... aku hafal kak plat nomor mobil Angel kak..." seru Yasmin histeris.
π " Udah yas... kakak belum tau.." seru Bianka.
π " Kakak akan cari tau ..." seru Bianka...
π " Kak kabarin Yasmin ya kak jika itu benaran Angelina ya kak..." seru Yasmin
" Baiklah yas.." seru Bianka. lalu mematikan handphonenya.
Saat itu juga Bianka merasakan tubuhnya lemes dan bergetar
" Ini gak mungkin terjadi..." pikir Bianka
" Mama masih bingung kalian kenapa...?" seru mama Mariana.
" Bia kamu telfon adik kamu..." seru mama Mariana
__ADS_1
Namun Bianka menggelengkan kepalanya. dia masih terdiam dan melamun sesaat
πΌπΌπΌ BERSAMBUNG πΌπΌπΌ