
Sebulan berlalu, saat ini Salimah telah bekerja di perusahaan sang ayah, dia meneruskan usaha bisnis keluarganya, selain fokus ke restoran dan caffe, Salimah juga di sibuk kan dengan kegiatan kantor,
Sudah sebulan gadis itu bersama Ayahnya di dalam kantor, saat ini Salimah sedang menikmati waktu senggannya bersama para teman-temannya di restoran dan di caffe, Salimah lebih memilih melanjutkan bisnis sang bunda untuk membesarkan restoran milik bundanya itu, Salimah juga menampilkan bakatnya sebagai anak yang tidak bergantung kepada kedua orang tuanya, di satu sisi dia lagunya dengan sang bunda yang hingga detik ini masih berada di rumah sakit, dan masih membuat usaha cake di sela kesibukan bundanya tersebut,
Seperti saat ini.
" Bundaaaaaaa " teriak Salimah yang masuk ke dalam restoran milik mereka.
" Apa sih nak teriak-teriak begitu " seru bunda Angelina yang sedang berada di dapur bersama sang kakak Bianka,.
" Bunda lagi apa sama aunty, " seru Salimah sambil menatap kedua wanita cantik itu
" Menurut kamu kita lagi masak apaaan " seru Bianka membuat Salimah jengkel terhadap sng aunty.
" Yeeee kalau imah tau gak akan imah tanyakan ya aunty " seru Salimah sewot.
" Mendingan kamu fokus ke caffe aja deh, urusan restoran biar aunty sama bunda kamu juga Nara, sepupu kamu itu " seru Bianka.
Ya Yunara, putri kedua dari Bianka,
" CieeeeπΌ yang mau nikah nieeee " ledek Yunara sepupunya itu.
" Hah nyebelin emang " seru Salimah dan berlalu dari dapur,
__ADS_1
Gadis itu pun duduk di ruang keluarga dan melihat sebuah informasi di handphonenya.
" Loh anak ayah ada di sini rupanya " seru Daniel yang baru saja keluar dari dalam kamarnya dan duduk tepat di sampingnya.
" Ayah " kaget Salimah sehingga dia mengelus dadanya.
" Bagaimana udah sampai mana rencana pernikahan kamu dengan Sam? " tanya sang ayah
" Puji syukur sih yah udah sampai 80β hampir rampung sih yah tinggal catering dan juga lainnya saja yang imah sama mas sam urus, terus itu urusan undangan juga tinggal nyebarin aja sih " seru Salimah sambil menatap sang ayah.
" Terus kamu sudah pergi ke salon gitu untuk merias wajah " seru ayah Daniel pada sang putri.
" Enggak deh yah, nantik aku sama Flo ikut ke salin langganan aunti Bianka aja deh yah " seru Salimah pada sang ayah.
" Ayah do'ain yang terbaik buat kamu, dan juga semoga putri ayah ini bahagia terus ya nak ' seru ayah Daniel.
Ayah Daniel dan Salimah duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi,
Saat keduanya telah asik bersantai, tiba-tiba sepasang pasutri memasuki kediaman tuan Daniel.
" Selamat siang ayah, adik abang " sapa Salman, dan Flora yang baru saja masuk kedalam rumah bersama
" Heee orang jauh datang ini bun " seru ayah Daniel sambil berteriak kepada sang bunda yang berada di dapur.
__ADS_1
" Ish ayah " seru Salman sambil tersenyum ke arah ayahnya itu lalu keduanya mencium punggung tangan ayahnya tersebut.
Lalu keduanya duduk di samping ayah,
" Ekheeeemmmm ciiiieeeee yang mau nikah " ledek Flora pada adik iparnya itu.
Salimah yang di ledek pun hanya terdiam saja, tanpa menyahuti ucapan iparnya tersebut.
" Tumben lo diam aja " seru Flora sambil menatap sang iparnya.
" Gue lagi males berdebat " seru Salimah sambil membaca koran yang sempat ayahnya baca tersebut,
Salman yang melihat kebiasaan adiknya itu yang tak biasa lalu menatap sang adik,
" Dek tumben di rumah baca koran aja " seru Salman heran,
Salimah yang suntuk menatap sang abang,
" Yah aku ke kamar dulu ya " seru Salimah berpamitan pada sang ayah yang di balas anggukan kepala oleh sang ayah.
Setelah mendapatkan izin Salimah pun pergi meninggalkan ruang keluarga dan menuju kamar nya.
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...
__ADS_1
...ΰΌΆβ’βββ§ββ BERSAMBUNG βββ§βββ’ΰΌΆ...
...ππππΎππ·πΉπ₯π»πΌπΈπΊ...