KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
KEMARAHAN BIANKA


__ADS_3

Sepanjang jalan Bianka hanya berdiam diri saja


dia terlalu larut dalam kesedihan mengenai sang adik yang entah dimana keberadaannya.


" Bri...kita mau kemana nak...?" tanya mama Mariana yang duduk di samping Briand.


" Kita kerumah sakit mah..." seru Briand masih dalam keadaan menyetir.


" Ngapain kita kerumah sakit siapa yang sakit... kita harus cari adik kamu nak..." seru mama Mariana.


" Nantik juga mama akan tau sebelumnya mama harus kuatkan hati mama..." seru Briand sambil menatap wajah mamanya sesaat


Sedangkan Bianka masih terdiam dengan lamunannya namun tiba tiba lamunannya pecah saat handphonennya berdering... lalu di lihat lah handphone nya.


" Kharista...ngapain dia nelfon aku..." gumam Bianka pelan sambil menekan tombol hijau.


πŸ“ž " Hallo Rista... ada apa...?" tanya Bianka


πŸ“ž " Hallo Bia... kamu di mana...?" tanya balik rista.


πŸ“ž " Aku lagi di jalan mau menuju kerumah sakit..." seru Bianka.


πŸ“ž " Ngapainnn siapa yang sakit..." seru Risata.


πŸ“ž " Abang aku ngajak kerumah sakit hmmkkss" seru Bianka serak.


πŸ“ž " Bia kamu habis nangis ya..." tebak rista.


πŸ“ž " Iya... aku lagi kepikiran sama adik aku..." seru Bianka sedih.


πŸ“ž " Emang adik kamu kenapa... dia sakit..." seru Risata menebak.


πŸ“ž " Sore tadi adik aku izin keluar sama mama... tapi sampai sekarang adik aku belum ada kabar ris..." seru Bianka.


πŸ“ž " Oh gitu... hmmm coba kamu kirim foto adik kamu siapa tau aku kenal dan kalau aku ketemu bisa aku ajak pulang..." seru rista.


πŸ“ž " Hmmm baiklah aku akan kirimkan foto adik ku sebentar..." seru Bianka sambil membuka galeri lalu mengirim foto Angelina pada Risata sahabat Bianka.

__ADS_1


πŸ“ž " Ris aku dah kirimkan foto adikku makasih ya udah mau bersedia bantuin aku maaf merepotkan mu...." seru Bianka.


πŸ“ž " Ah gak apa apa kayak sama siapa aja... yaudah bentaran aku lihat dulu..." seru rista sambil membuka pesan bergambarbitu dari Bia...


Saat rista melihat foto itu dia kaget.


" Ini kan gadis yang di caffe X tadi yang di marahin dan di maki maki oleh teman teman nya kan.." gumam rista dalam hati.


πŸ“ž Ha...hallo bia... ini beneran adik kamu..." tanya Rista meyakinkan.


πŸ“ž " Iya itu emang adik aku emang nya kenapa...?" tanya Bianka.


πŸ“ž " Tadi sore aku melihatnya masuk ke dalam caffe X ..." seru rista membuat bianka kaget.


πŸ“ž " Ngapain dia di situ...?" seru bianka.


πŸ“ž " Aku juga gak tau tapi kalau aku lihat sih 3 teman perempuannya sedang memarahi adik kamu habis habisan..." seru rista


πŸ“ž " Kurang ajar .." seru bianka membuat Briand dan mamanya menoleh...


" Ah gak apa apa mah..." seru Bianka kikuk.


πŸ“ž " Yaudah ris makasih ya infonya..." seru Bianka lalu menutup telfon nya setelah mendapat jawaban dari rista.


" Kurang ajar ini pasti SOKIARDE awas aja nantik jika terjadi sesuatu dengan adikku..." seru Bianka.


tak lama mobil Briand sampai di rumah sakit?


Briand pun berjalan lebih dulu dia tak sanggup menyampaikan berita duka ini pada sang mama lebih baik mamanya saja yang melihatnya.


tak lama ketiganya sampai di depan ruang mayat.


" Bri ngapain kita ke sini inikan ruang mayat..." seru mama Mariana.


" Iya Bri ngapain kita kesini..." seru Bianka.


" Lalu Briant masuk kedalam dan diikuti oleh mama Mariana dan Bianka..."

__ADS_1


Saat sudah masuk ke dalam terlihatlah wajah sang papa yang sedang menangisi jasad seseorang...


" Pah... ada apa ini kenapa papah menangis..." tanya mama Mariana bingung.


" Angel... mah... aangel......mah...hiks hikshiks..." seru papa Martinus terisak.


" Gak mungkin... ini gak mungkin Angel pah......." seru mama Mariana tak percaya lalu dia membuka kain yang menutupi wajah putrinya itu.


Setelah terbuka mama Mariana terisak dia ingat betul terakhir putrinya memakai baju apa jadi mama Mariana tau...


" Enggak ini gak mungkin..." seru mama Mariana dan Bianka histeris.


" Sudah mah mama harus iklasin Angel mah... mama harus kuat ...." seru papa Martinus sambil memeluk erat tubuh sang mama.


" Bri urus kepulangan adikmu..." seru papa Martinus lalu membawa putri keduanya itu bersama mama Mariana keluar...


Briand pun mengurus kepulangan jasad adik bungsunya itu.


" Maafin abang dek..." seru Briand sambil menghapus air matanya.


Sedangkan Bianka setelah keluar dari ruangan itu dia langsung menuju toilet dan menelfon seseorang.


πŸ“ž " Ha....hallo rista..." seru Bianka saat telfon tersambung ke nomor nya kharista.


πŸ“ž " Bi ada apa..." seru rista..


πŸ“ž " Adik hiks hiks aku ris...hiks hiks hiks...udah.... me........meninggal ris hiks hiks hiks..." seru Bianka.


πŸ“ž Innalillahi...aku turut berduka cita ya Bia... nantik aku kan melayat dirumah kamu..." seru rista


πŸ“ž " Gak usah malam ini ris besok aja..." seru Bianka.


πŸ“ž " Yauda kamu yang sabar ya... udah istirahat dulu gih... besok aku ke rumah kamu..." seru rista lalu mematikan handphonenya.


" Aku gak akan biarkan kalian tenang ini semua karna kalian ...aku akan buat kalian menyesal seumur hidup kalian...." seru Bianka emosi lalu Bianka pun keluar dari toilet setelah mencuci wajahnya....


🌺🌺🌺 BERSAMBUNG 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2