
๐ธ๐ธ๐ธ๐น๐น๐น๐๐๐๐๐๐๐บ๐บ๐บ
Pagi-pagi sekali lina sudah berada di sekolah saat lina ingin memasuki kelasnya dia tak dengan bersenggolan dengan seseorang.
" Ah maaf maaf aku gak sengaja." seru orang itu.
" Ah iya gak apa-apa fani." seru angelina sambil melanjutkan jalannya. saat lina melangkah langkahnya terhenti saat Stefani menghentikan langkahnya.
" Angel tunggu bentar ada yang ingin aku tanyakan sesuatu kepada mu." seru Stefani.
" Apa yang ingin kamu tanyakan." kata Angelina santai.
" Hmmmm itu..." seru Stefani ragu-ragu sambil melirik lengan kiri Angelina.
" Ada fani kenapa kamu melirik tanganku apa ada sesuatu." seru Angelina bingung dengan sikapnya fani.
" Lin kita kekantin bentar yuk gak enak bicara di sini." seru Stefani.
" Ah ya sudah." seru Angelina sambil berjalan menuju kantin
Sesampai di kantin mereka berbincang bincang santai lalu Stefani langsung menanyakan hal penting yang membuat dia semangat.
" Hmmm lin dulu waktu kamu masih kecil kamu pernah punya sahabat dekat gak." seru Stefani.
" Hmmm rasanya pernah deh tapi sampai sekarang aku gak ingat dan gak tau bentuk wajahnya yang sekarang. emangnya kenapa kamu bertanya seperti itu." seru Angelina.
__ADS_1
" Gak apa-apa hanya ingin tau saja lin. hmmm seandainya kamu bertemu kembali dengannya apa yang akan kamu lakukan kepadanya lin." tanya Stefani
" Aku gak tau fan hm.m. aku senang bisa bertemu denganmu ingin rasanya aku berbagi sedih dan bahagiaku kepadanya apa bisa ya aku bahagia bersamanya." seru Angelina sambil berpikir.
" Kamu yakin bisa ketemu lagi sama dia." seru Stefani.
" Aku belum yakin tapi aku merasa sepertinya dia selalu ada bersamaku fan dia ada disekitarku, aku bisa merasakan kehadirannya dan ya walaupun aku juga gak tau bentuk nya yang sekarang. aku gak tau lagi." seru Angelina sedih.
" Oke fiks benar elu lili gue lin..." seru Stefani dalam hatinya.
" Hmmm lin seandainya loh bertemu dia apa loh mau berteman kembali dengannya lin." seru Stefani dengan senyumnya๐.
" Aku gak tau Stefani" seru Angelina.
" Apa coba maksudnya dia aneh sekali." pikir Angelina.
Setelah pembicaraan angelina dengan Stefani di kantin itu fikiran Angelina langsung berlayar kemana-mana hingga dia tak sadar jika kelas nya telah ramai karna Lina yang pikirannya entah kemana tiba-tiba seseorang langsung menaboknya dengan kertas hingga lamunannya buyar.
" Woi melamun bae lo lagi mikirin apa sih loh." seru orang itu.
" Ah Dewi ngagetin aku aja kamu." seru Angelina.
" Lu lagi ngapain sih melamunin apa coba." seru Dewi.
" Gak ada cuman aku tu kepikiran sesuatu aja." seru Angelina.
__ADS_1
" Sesuatu....??? syarini dong." seru Dewi bercanda.
" Hmmmm itu gua lagi mikiran kan sekarang tu kita masih kelas X.(10). jadi bentar lagi ujian nih kan terus gue bingung harus belajar sedangkan gue bulan depan harus bayar kost dan gue harus kerja gimana gak kepikiran coba." seru Angelina sedikit berbohong.
" Oh jadi itu yang loh pikirin... gini deh biar gue solasi deh..." seru Dewi.
" Solusi wei solusi.bukan solasi." ralat Angelina.
" Nah ya itu maksud gue solusi." seru Dewi.
" Hmmm kamu mau ngasih aku solusi gimana wi." seru Angelina.
Saat dewi ingin mengatakan sesuatu kepada lina ketiga sahabatnya masuk kelas. lalu kedua orang itu tiba-tiba terdiam hingga dila bersuara.
" Lah kita nongol kok kalian pada diam." seru Ardila.
" Kita udah selesai bicara." seru Angelina.
" Oh ya udah deh." seru Ardila sambil berjalan menuju kursinya.
" Lin entar gue kasih tau ya." bisik Dewi ditelinga Angelina.
" Hmmm oke." sahut lina singkat tak lama pun guru masuk kelas mereka dan memulai pelajarannya.
~~~~~ BERSAMBUNG ~~~~~
__ADS_1