
Pagi pagi buta lina sudah berada dikelas. dia hanya membaca dan membolak balikan bukunya lalu diam dan main handphone. karna lina merasa bosan diapun pergi ke perpustakaan.
Di perpustakaan lina hanya membaca buku lalu dia diam saja sesekali dia membuka media sosialnya.
Di kelas
Keempat sahabat lina sudah berada dikelas mereka bingung dengan lina karna tas nya lina ada tapi orangnya kemana.?
" Eh ini lina udah datang." seru Kiara.
"Lah linanya kemana." seru Dewi.
" Iya ya mana tu lina, coba kia kamu telfon." seru Ardila.
Lalu Kiara menelfon lina namun handphoneny berdering dalam tas lina.
" Lah itu suara hape siapa." seru dewi.
" Lah suara hpnya lina wi." seru Kiara yang mendekatkan telinganya di tas lina.
" Kemana sih lina pergi pagi pagi begini." seru Sonia.
" Hmmm udah deh paling bentar lagi dia terlihat batang hidungnya." seru Ardila.
Tak lama terlihat lah wiwid.
" Hana..." seru Ardila.
* Apaan." seru wiwid tanpa menoleh kearah dila.
" Gue mau nanya kenapa lo kemaren nyeret nyeret sahabat gue." seru Ardila ketus.
" Gue da urusan sama dia." seru Wiwid tanpa menoleh.
" Eh kalau orang ngajak bicara itu di lihat bukan menunduk macam itu." sahut sonia ketus.
" Suka-suka gue lah." seru wiwid tak kala ketus.
" Wah cari ribut lu ya sama gue." seru sonia.
" Udah nia gak usah dibahas lagi." seru Ardila menengahi.
" Awas aja lo ya kalau macam macam sama sahabat gue lo." seru Sonia murka.
__ADS_1
Tak lama kemudian bel berbunyi tanda masuk kelas akan di mulai
Lalu terlihatlah wajah yang keempat orang itu khawatirkan.
" Lina masuk dalam keadaan santai."
" Lin... lo darimana." kata keempat sahabatnya bersamaan.
Lina yang diberi pertanyaan itu hanya diam dan melirik satu persatu sahabat nya.
" Lin kamu darimana saja sih." sahut Kiara.
Sekilas Lina menatap matanya Kiara.
" Aku dari perpusπ." jawab lina datar.
" Lin... entar jam istirahat gue mau ngobrol sama elu ya." sahut sonia.
" Hmmm sori nia, nantik aku ada urusan sama seseorang." sahut lina tanpa menoleh.
" Hmmm yaudah lah tapi besok lu harus ada waktu buat ngobrol sama gue okeπ." seru Sonia.
" Hmmmm." dibalas deheman eh lina.
" Kenapa lin." sahut Kiara.
setelah beberapa jam kemudian bel berbunyi tanda istirahat.
Lina lebih dulu meninggalkan kelas dia terburu-buru.
setelah sampai tempat tujuan diapun hanya berdiam diri.
Sesaat lina terlihat santai namun tiba-tiba dia merasakan sakit jantungnya kambuh lagi lalu diapun menyentuh dadanya yang terasa sakit.
" Akhhhh sa.....saakkiiiit se...sekali...." jerit lina kesakitan.
Tanpa lina sadari bianka dan briant memperhatikan saudaranya itu.
" Lihat bang apa yang dilakukan adek kita itu sendirian disini." seru Bianka kepada Briant.
" Yaudah kita samperin aja adek kita itu." seru briant sambil melangkahkan kakinya.
Setelah sampai di samping adiknya Briant menepuk bahu adiknya itu lina pun kaget.
__ADS_1
" Dek..." seru Briant sambil menyentuh bahu adiknya.
" Eh ada kak bang Briant dan kak Bianka." seru lina cengengesan.
" Ada apa abang sama kakak kemari." sambung lina.
" Kamu yang ngapain di sini dek." seru Bianca.
" Aku gak kenapa-napa kak." seru lina.
" Dek.... abang baru ngeh lo dek kamu kok berpenampilan seperti ini sih dek gak biasanya penampilan kamu." seru Briant sambil memperhatikan penampilan adiknya itu.
" Iya lo dek kakak juga baru ngeh sama tampilan kamu, ada apa.?" seru Bianka.
" Ah tau ah kak aku mau tampil bedah saja hari ini yaudah kak aku balik kelas dulu ya kak bye." seru lina sambil berjan meninggalkan kedua saudaranya tang sedang kebingungan.
Sesampai di kelas Lina langsung duduk.
" Lin... kamu dah makan belum." tanya Kiara.
" Sudah." sahut lina singkat.
" Lin lo kenapa sih dari tadi pagi gue perhatikan kayak ada yang berbeda dari tampilan elu juga gak biasanya." seru Sonia.
" Hmmm." dibalas deheman oleh lina dan hal itu membuat Sonia semakin kesel sama lina.
" Lin.... kamu sebenarnya ada apa sih, cobalah cerita sama kita siapa tau kita bisa bantu." seru Ardila dengan lembut.
" Dil.... jujur sama aku,,apa penampilanku saat ini membuat kalian terganggu....." seru Angelina.
" Enggak kok lin." sahut Ardila cepat.
" Lalu kenapa selalu dipermasalahkan." seru lina."
" Sudahlah lin gak usah didengerin apa kata orang okeπ biarin aja." seru dila lembut.
" Makasih ya dil...." seru lina sambil memeluk Ardila.
" Iya lin sama-sama kalau ada apa-apa cerita ya sama kita kita kalau kamu gak cerita ke kita kamu bisa kok cerita sama aku secara pribadi." seru Ardila. pernyataan Ardila barusan membuat ketiga sahabat mereka melotot dan menatap Ardila dengan tajam.
" Oh jadi sama dila doank nih kamu mau cerita sama kita udah enggak lagi ,,, okeπ." seru Kiara pura-pura cemberut.
Lina tak menanggapi perkataan Kiara. dia hanya terdiam saja. lalu tak lama gurupun masuk dan memulai pelajaran mereka.
__ADS_1
mereka belajar dengan santai tanpa adanya kendala......
ππππΌπΌπΌπππππππππ