
Keesokan harinya Angelina bersiap-siap
Angelina dia berada dikamarnya bersama kedua sahabatnya Ayumi dan Ardila.
" Wah... aku gak nyangka sahabatku yang gila kerja ini akhirnya ada yang melamar... kalau tidak kamu bisa sibuk terus dengan pekerjaan kamu itu." seru Ayumi dan di balas senyuman kecil oleh Angelina.
" Iya gue juga gak nyangka Angel... lo udah hilang selama 6 tahun dan sekarang lo tiba-tiba di lamar oleh seorang pengusaha sukses lagi... wah... gue gak nyangka banget..." seru Ardila bahagia.
" Iya akupun begitu... aku gak nyangka udah sampai ke tahap begini..." seru Angelina.
" Iya Lin... dan semoga kamu bahagia terus ya..." sahut Ayumi
" Amin... makasih ya kalian memang yang terbaik dan semoga juga kalian bisa menemukan dambaan hati yang tepat...." seru Angelina
" Amiiiinnnn.." sahut keduanya bersamaan.
" Eh iya lin... kira-kira siapa yang melamar kamu..." tanya Ardila.
" Hmmm itu lihat saja nantik..." seru Angelina sambil tersenyum.
" Ah... enggak seru deh..." seru Ardila cemberut.
" Hmm. dil... kabarnya Sonia... Dewi dan Kiara gimana...?" tanya Angelina tiba-tiba.
Ardila yang mendengar itu menatap Ayumi lalu...
" Setelah apa yang mereka perbuat sama kamu .... kamu masih nanya kabar mereka..." seru Ardila tak percaya
" Iya kan aku hanya bertanya dil..." seru Angelina santai.
Saat dila ingin mengatakan sesuatu... Rinjani masuk dan memanggil Angelina dengan nama Yurina membuat Ardila bingung.
" Yurina...." sapa Rinjani.
" Ya... Rinjani...ada apa...?" seru Angelina sambil bertanya.
" Akhhh nantik kalau kamu sudah nikah... aku pasti akan merindukan kamu...." seru Rinjani sambil memeluk Angelina dari samping.
" Akh... aku akan terus ngabarin kamu kok..." seru Angelina
" Iya pasti aku kangen sama senyum kamu Yurina..." seru Rinjani
" Sini deh lihat aku... kamu itu sahabat terbaik ku... kamu selalu ada buatku... jadi apapun yang terjadi kamu akan tetap di hatiku..." seru Angelina
" Akh makasih π" seru Rinjani sambil mencium pipi kirinya Angelina.
" Ish kebiasaan deh... " seru Angelina sambil mengusap pipinya yang di cium oleh Rinjani.
" Eh iya rin... kenalin ini sahabat aku namanya Ardila..." seru Angelina sambil memperkenalkan Rinjani kepada Ardila.
" Rinjani...." seru Rinjani kepada Ardila sambil mengulurkan tangannya.
" Ardila..." seru Ardila sambil menerima uluran tangan Rinjani.
" Nah kan udah kenalan kan..." seru Angelina sambil berdiri.
" Mau kemana....?" tanya Ardila pada Angelina.
" Mau ke mall..." seru Angelina ngasal.
" Hei... ingat ini jam berapa...?" seru Ayumi.
" Mau kebawa aku mau lihat persiapan saja kalian mau ikut..." seru Angelina kepada ketiga sahabatnya.
" Iya gue ikut..." seru Ardila lalu ikut turun ke lantai dasar bersama Angelina...Ayumi dan Rinjani...
Sesampai di dapur keempatnya melihat semua sudah rapi...
__ADS_1
Saat Angelina ingin ke ruang keluarga menemuin keluarganya yang lain tiba-tiba handphonenya berdering lalu Angelina mengambil hpnya.
" Bang Daniel..." gumam Angelina lirih.
π±" Hallo... ya bang..." sahut Angelina
π±" Dek... abang sedang di jalan menuju rumah kamu share lokasi rumah kamu..." seru Daniel kepada Angelina
π±" Ah iya nantik aku kirim... yaudah hati-hati di jalan ya bang..." seru Angelina sambil menutup sambungan telefonnya.
Lalu Angelina mengirim lokasi mansionnya.
dan Angelina mengabari keluarganya yang lain..
" Pah.... mah... hmmm itu bang Daniel mau kesini... katanya mereka sedang si jalan..." seru Angelina
" Yaudah nantik papa akan siap-siap dulu..." seru papa Martinus.
" Iya papa juga..." seru papa Yusman. sambil berdiri dari duduknya dan menuju kamarnya
Lalu Angelina pun naik ke lantai atas dan memulai merias wajahnya di bantu oleh Ardila.
" Cieeeee ehemmm sang pangeran berkuda sudah menuju kesini..." seru Ardila meledek sahabatnya itu
" Apaaan sih kamu..." seru Angelina malu malu
" Cieee pipinya merona tuh..." ledek Ardila semakin menjadi.
* Oke kita ke Daniel *
" Bang... kita mai kemana sih abang mau melamar siapa..." tanya Diandra.
" Bang... dulu katanya abang suka sama Angelina kenapa sekarang abang malah melamar orang lain sih..." seru Deliana.
" Kalian itu sabar aja nantik kalian juga tau siapa yang di lamar sama abang kalian itu.." seru mama Daniel...( nyonya HALIMA HENDRAWAN KUSUMA/ MARINTA )
" Tau ih anak-anak papa sabar aja..." seru tuan Hendrawan Kusuma
" Eh ehe eh iya nih kan jalan kerumah nya Angelina..." sahut Deliana.
Tak lama keluarga Daniel pun sampai di mansion milik HALIM
" Benar ini rumah Angelina...?" seru twins D bersamaan.
" Bang kita ngapain disini...?" tanya Diandra.
" Kita mau bertamu disini dulu..." sahut papa Hendrawan.
" Iya nak papa benar..." sahut mama Halima Twins D pun hanya menganggukan kepala saja.
Tak lama pintu terbuka lebar terlihat lah 2 papa kesayangan Angelina sedang menyambut tamunya.
" Wah tuan HENDRAWAN KUSUMA BERSERTA KELUARGA sudah datang rupanya..." sambut papa Martinus.
" Wah tuan HALIM dan tuan DIWANGSA rupanya " sahut papa Hendrawan.
" Mari masuk..." ajak papa Yusman.
Lalu semua keluarga masuk mansion milik papa Martinus.
" Wah gak salah jalan kan tadi..." tanya papa Martinus.
" Tidak tadi sudah dapat lokasinya dari calon menantu..." seru papa Hendrawan.
" Oh ya tuan Martinus dimana calon menantu saya..." tanya mama Halima.
" Sedang di panggilkan sama mamanya..." sahut papa Martinus
__ADS_1
Sedangkan Deliana dan Diandra sibuk mengobrol dengan Bianka dan bermain dengan Adam anaknya Bianka.
" Kak... udah lama ya... kita gak ketemu anak kakak sudah besar saja..." seru Diandra.
" Iya Diandra kakak gak nyangka lo bisa ketemu kalian..." seru Bianka.
" Eh ya kenapa kalian bisa sampai disini bersama keluarga..." tanya Bianka pura pura bertanya.
" Hmmmm kata mama sama papa mau bertamu dengan sahabat lamanya papa" sahut Deliana.
" Oh begitu rupanya..." sahut Bianka paham.
Tak lama terlihat lah angelina di gandengan kedua mama kesayangan Angelina yaitu mama Yana dan mama Mariana.
Saat sampai di ruang tamu keluarga pun menatap kedatangan Angelina....
" Wah calon mantu mama cantik sekali..." puji mama Halima kepada Angelina.
" Makasih tante..." seru Angelina sambil tersenyumπ.
" Gak usah panggil tante nak... panggil mama saja begitupun juga dengan papa..." seru mama Halima.
" Iya mah... makasih ya..." seru Angelina.
" Iya nak sama-sama " seru mama Halima sambil berdiri dan mengajak Angelina duduk di samping mama Halima.
" Aduuuh calon mantu mama cantik banget sih ahkk... " seru mama Halima sambil mencubit pelan pipi tembem nya Angelina itu.
" Baiklah kita mulai sekarang... Deliana... Diandra kemari nak.." seru papa Hendrawan sambil memanggil kedua putrinya.
" Iya pah..." seru kedua Twins D.
Lalu keduanya duduk di samping abang mereka sejenak mereka menatap gadis yang duduk di samping mama mereka... lalu sejenak mereka terpaku dan terdiam dia tempat hingga suara papa mereka membuat mereka tersadar.
" Daniel... kamu yang bicara atau papa saja..." seru papa Hendrawan.
" Papa saja dulu..." sahut Daniel.
" Begini sahabatku MARTINUS kedatangan kami disini ingin melamar dan meminang putri bungsumu menjadi calon menantu kami dan menjadikan dia istri dari putra sulung kami... yaitu DANIEL HENDRAWAN KUSUMA.. apakah tuan Martinus bersedia menerima lamaran sederhana dari kami tuan Martinus..." seru papa Hendrawan penuh penekanan.
" Begini sahabatku HENDRAWAN semua keputusan ada di tangan putriku jika dia setuju maka saya sebagai papa dan orang tuanya akan menyetujui hal baik ini..." seru papa Martinus tegas.
" Bagaimana nak...?" tanya papa Martinus sambil menatap putri bungaunya itu.
" Angelina abang tau pertemuan kita singkat... dan hubungan kita hanya terjalin selama 2 tahun mungkin abang saat ini belum bisa menjadi pria yang kamu banggakan dan kamu harapkan bisa bersikap romantis... tapi hanya inilah yang bisa abang katakan dan lakukan untuk bisa dekat dengan mu dek...." seru Daniel sambil menatap Angelina dan menggenggam kedua tangan Angelina.
" Bagaimana dek apakah kamu bersedia menerima lamaran abang dek..." seru Daniel sambil menatap mara indah milik Angelina.
Angelina pun menarik nafas perlahan lalu menetralkan perasaannya lalu....
" Bang Daniel... maaf bang aku gak.....-" seru Angelina menggantung karna Daniel langsung melepaskan genggamannya.
" Tidak apa-apa abang mengerti..." seru Daniel lesu.
" Maaf bang Daniel Angelina tidak bisa menolak lamaran abang...-" seru Angelina membuat semua orang bernafas lega dengan jawaban Angelina yang menggantung tadi.
" Ka...kamu serius sayang ..." seru Daniel dan dianggukan kepala oleh Angelina dengan refleks Daniel memeluk erat tubuh Angelina didepan keluarga...
" Ekheemmmm sabar bang... sabar... ingat masih ada jomblo disini..." sindir Diandra pada abangnya.
" Apa sih dek..." seru Daniel kesel sambil melepaskan pelukannya.
" Maaf..." seru Daniel.
" Baiklah karna sudah mendapatkan jawabannya bagaimana kalau kita langsunkan saja pertunangan..." seru papa Hendrawan
Lalu Angelina dan Daniel pun bertunangan
__ADS_1
Setelah acara selesai keluarga pun di ajak makan malam bersama...
π΅π΅π΅ BERSAMBUNG π΅π΅π΅