
Setelah jam pelajaran berakhir semuanya bergegas ke kantin saat lina ingin beranjak dari kursinya Widya mendekati lina dan berkata.
" Lin ke perpus yuk aku mau minjam buku ini." seru Widya sambil memegang pergelangan tangan Lina.
" Hmmmmm yaudah yuk tapi setelah itu ke kantin ya aku baper soalnya." seru Lina sambil bercanda.
" Baper." seru Widya bingung...
"Laper lin LAPER.bukan baper." ralat Widya setelah dia sadar maksud omongan Lina barusan.
" Hehehe iya itu maksud aku hahahaha😃." seru lina sambil tertawa dan berlalu dari kelasnya.
Keempat orang yang melihat lina Tertawapun tercengang di kelas tapi tidak dengan Ardila. dia sedikit mengkhawatirkan sahabatnya yang berpur-pura bahagia itu.
" Lin aku tau kamu lagi berusaha menyembunyikan sakit mu." seru Ardila dalam hati begitu pun dengan Kiara.
" Lin aku gak tau ternyata kamu pandai menyembunyikan sakit mu." suara hati Kiara.
Dewi yang sedari tadi memperhatikan ketiga sahabatnya itu langsung angkat suara.
" Kalian gak usah kaget gitu lihat lina tertawa.
APA YANG KALIAN LIHAT BELUM TENTU ITU KENYATAANNYA CARI TAU DULU KEBENARANNYA BARULAH KALIAN MENGIRA ITU NYATA ATAU SUATU KEPALSUAN SEMATA." seru lina penuh penekanan setiap katanya sambil berlalu.
Belum sempat Dewi keluar dari pintu kelas terdengar suara seseorang berbicara.
__ADS_1
" LOH BENAR WI... GUE SALAH MELIHAT LINA BISA TERBUKA SAMA ELU SEDANGKAN KE GUE DIA GAK TERBUKA BEGITU APA COBA SALAH GUE KE DIA SAMPAI DIA GAK MAU BERBAGI SUKA DUKANYA." seru salah satu sahabat Dewi dengan kata-katanya penuh penekanan.
" LO GAK SALAH NIA YANG SALAH ITU LO GAK BERTANYA TENTANG DIA... COBA DEH KALAU LO BERTANYA DAN MENDEKATKAN DIRI LO KE ORANG ITU GUE YAKIN DIA AKAN TERBUKA SAMA ELU." seru Dewi
" Udah gini aja kita lebih baik perbaiki hubungan kita ini." seru Ardila.
" Iya gue setuju" seru Kiara.
" Gimana caranya kan lina sikapnya dingin gitu." seru sonia.
" Gue gak tau." seru Dewi sambil berjalan menuju kantin dan di susul oleh Sonia, Kiara, dan Ardila.
Setelah sampai di kantin Dewi melihat Lina sedang duduk sambil makan Dewi pun pergi dan mendekati lina yang sedang duduk sendirian.
" Lin sendiri aja." seru Dewi. Hana mana.
" Oh ya gue boleh duduk sini gak." izin Dewi.
Belum sempat lina menjawab tapi ketiga sahabatnya langsung mengampar.
" Kita juga." seru ketiganya.
" Ah ya silakan kalau kalian mau duduk." seru lina.
Lalu ketiganya pun duduk dengan santai
__ADS_1
Sambil menunggu pesanan keempat orang itu Sonia memecah keheningan.
" Lin maafin kita ya yang sudah cuekin elu." seru Sonia.
" Kalian gak salah kok ngapain mintak maaf sih." seru Angelina.
" Harusnya aku yang mintak maaf sama kalian karna aku gak terbuka sama kalian." sambung lina.
" Enggak lin kita yang salah kita marah-marah gak jelas sama elu maaf ya." seru sonia mewakili teman-temanya.
" Iya udah kita saling memaafkan saja." seru lina.
" Makasih lin." seru ketiga orang itu sambil memeluk erat lina.
saat mereka berpelukan Widya datang dan menggebrak meja.
Bruuaaak...
" Ngapain lo lo...lo..lo pada kemari pergi sana." seru Widya kesel. Lina yang melihat widya marah- langsung menenangkannya
"Wid biarin saja mereka di sini ya." seru Angelina.
Widya yang mendengar itu hanya menghelah nafas kasar saja.
Lalu mereka menikmati makanan mereka dengan santai meskipundi hati mereka ada rasa kesel yang di tahan oleh keempat sahabat lina itu begitu pun dengan Widya.
__ADS_1
Setelah makan mereka kembali kedalam kelas dan melanjutkan pelajaran mereka selanjutnya
~~~~~ BERSAMBUNG ~~~~~