
Sepulang kuliah Salimah dan Salman berpapasan di parkiran
" Dek mau pulanh " seru Salman sambil berjalan ke arah motor miliknya
" Iya bang aku mau pulang lah udah kangen sama bunda " seru Salimah sambil tersenyum
" Masa sih kangen sama bunda apa kangen sama seseorang ini " ledek Salman
" Tau akh ya kangen Ayah sama bunda " seru Salimah sambil menaiki motor matic nya
" Dek mau kemana ? " tanya Salman
" Mau ke resto bunda " seru Salimah sambil menyalakan motornya
" Abang ikut ya " seru Salman sambil menaiki motornya
" Terserah " seru Salimah lalu dia pergi meninggalkan parkiran
Salman pun ikutpergi menyusul sang adik
Tak lama Salimah sampai lebih dulu di resto milik bundanya
Saat memasuki resto hal pertama yang dia lihat adalah wanita setengah bayah namun masih terlihat cantik sedang duduk cantik bersama aang suami yaitu Daniel keduanya sedang bersantai
Lalu gadis itu mendekat ke arah kedua orang tuanya
" Siang ayah bunda " seru Salimah sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya tanda berbakti
__ADS_1
" Bunda kenapa kelihatannya pucat gitu bunda sakit " seru Salimah
" Enggak nak bunda gak sakit kok " seru Angelina sambil tersenyum
" Oh ya abang kamu kemana ? " tanya Angelina kepada sang putri bungsunya.
" Abang bentaran lagi juga datang kok " seru Salimah sambil duduk di samping sang Ayah sambil memainkan handphonnennya.
Tak lama Salman pun datang dan bergabung bersama kedua orang tuanya dan adiknya
" Bunda, bunda gak apa-apa kan bunda gak sakit kan baik-baik saja kan bunda " seru Salman khawatir kepada bundanya itu
" Nak bunda gak apa-apa kok bunda baik-baik saja kamu gak usah khawatir begitu lah , kalian pasti belum makan kan ayo pada makan dulu di ruangan bunda " seru Angelina sambil berdiri dan berjalan ke ruangannya dan diikuti oleh sang suami ( Daniel )
Kedua anaknya pun juga ikut masuk setelah memesan makanan buat mereka.
" Iya nak bunda gak apa-apa kok " seru Angelina menenangkan hati putranya itu
" Bunda, Salman sayang lo sama bunda, kalau bunda sakit salman sedih bun salman gak mau lihat bunda sakit " seru Salman sambil mendekat ke arah sang bunda
" Katanya laki kok cengeng sih " ledek sang ayah.
" Ayah gak ngerasa sih kalau salman itu khawatir sama bunda, ayah kan sibuk kwrja bolak balik keluar kota mana pernah ayah ngerasain yang salman rasain saat ini " seru Salman pada ayahnya
Tepat sekali perkataan Salman barusan bagai palu menghantam dadanya
Selama ini Daniel sibuk mengurus pekerjaannya hingga dia lupa dengan keluarganya
__ADS_1
Salimah merasa iri dengan sang abang yang dekat dengan sang bunda, dia merasa terabaikan oleh bundanya , dia merasa bundanya lebih sayang kepada sang abang ketimbang dirinya
Angelina merasakan perubahan di wajah putrinya itu dia tau apa yang saat ini putrinya rasakan
" Imah bunda boleh mintak tolong nak " seru Angelina kepada putriny
Seketika Salimah menatap bundanya sambil tersenyum
" Boleh bunda, bunda mau mintak tolong apa bun " seru Salimah seraya bertanya.
" Tolong ambilkan tas bunda di situ bentar " seru Angelina sambil menunjuk ke arah meja kerja
Dengan cepat Salimah mengambil tas bundanya.
" Ini bunda " seru Salimah sambil menyerahkan tas milik bundanya.
" Terimakasih sayangnya bunda " seru Angelina sambil tersenyum kepada putrinya
" Sama-sama bunda " seru Salimah sambil tersenyum
" Ini ambilah nantik tiba di rumah kamu buka ya " seru Angelina sambil memberikan sebuah kotak kecil kepda sang putri
" Ini apa bunda " seru Salimah sambil membolak balikan kotak yang di berikan bundanya
" Bukannya di rumah saja sekarang kalian makan siang dulu " seru Angelina
Lalu keluarga kecil tersebut menikmati makan siang bersama dengan tenang
__ADS_1