
Saat ini Sinta sedang berada di jalan, dia hendak menuju restoran Salman, Namun sesampai di resto dia hanya melihat Salimah, sahabat nya yang dulu selalu mendukung dia, namun karena kebodohannya sendiri akhirnya dia lebih memilih menduakan pria yang sangat mencintainya,
Saat Sinta Berta nya ke pada Salimah, gadis itu dengan cueknya mengatakan dia tidak tau,
" Hai " sapa Sinta pads Salimah lalu duduk di kursi depan kasir, karena Salimah sedang menjaga bagian kasir.
" Ada apa? " seru Salimah tanpa menatap ke arah Sinta.
" Hmmmm Salman kemana? " tanya Sinta pads Salimah,
" Gue gak tau " seru Salimah,
" Hmmm... baik lah " seru Sinta lalu beranjak dari duduk nya Dan pamit ke pada Salimah.
" Ya udah gue balik dulu ya " pamit Sinta.
" Hmmmm baik lah " seru Salimah santai.
Lalu Sinta pun berjalan ke arah Mobil nya dan menuju kampus, karena dia yakin Salman pasti berada di kampus,
Tak lama Sinta sampai, dia mengedarkan seluruh pandangannya ke arah lain, hingga dia menemukan sosok Rio sahabat nya Salman.
" Rio.. " panggil Sinta pada pemuda tersebut.
" Ada apa? " tanya Rio datar.
" Lihat Salman gak " seru Sinta pada Rio.
" Enggak, gue gak lihat " seru Rio lalu dia pun pergi begitu saja,
" Hmmmm kemana ya Salman " gumam Sinta pelan.
Lalu gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh daerah, hingga dia melihat sebuah motor matic yang terparkir di parkiran restaurant๐ด,
" Nah itu motor nya Salman, pasti dia sana " seru Sinta lalu berjalan ke arah restaurant tersebut dan masuk ke dalam nya, hingga dia melihat sepasang manusia itu sedang asik berbicara dan tertawa, dia pun berjalan ke arah sepasang sejoli tersebut.
" Eheeeeemmm " dehem Sinta begitu keras sehingga membuat sepasang sejoli tersebut kaget,
__ADS_1
" Hai Salman " sapa Sinta sambil duduk di samping Salman dengan menyilangkan kaki nya ke kaki kiri.
Flora yang melihat itu di buat kesel karena Flora dapat melihat jika mantan dari kekasih nya itu berusaha menggoda Salman, Flora menatap tajam ke arah Salman, Saat itu juga handphonennya Salman berdering,
" Huuuu selamat " seru Salman dalam hati sambil meraih handphonennya dalam saku.
Dia pun menerima telfon tersebut dari sang adik dengan meninggalkan kedua gadis tersebut.
" Kamu siapa nya Salman? " tanya Sinta kepada Flora.
" Saya kekasih nya " seru Flora.
" Oh kekasihnya toh... saya tunangannya " seru Sinta dengan nada tegasnya.
" Tunangannya Salman ya " seru Flora dan di anggukan kepala oleh Sinta.
" Aku rasa kamu hanya mimpi ๐ญdeh lebih baik kamu bangun dari pada nantik kamu jatuh, kan bahaya " ledek Flora pada Sinta, gadis itu terdiam dan menatap ke arah Salman yang baru saja selesai menerima panggilan dari sang adik,
" Aku balikan dengan Salman asal kamu tau itu, dan makanya sekarang aku di sini " seru Sinta membuat Flora mendelik tajam pada Salman yang tiba-tiba duduk di sampingnya,
" Maaf Sinta aku harus pergi Imah butuh bantuan aku " seru Salman sambil mengambil tasnya di tempat dia duduk semula,
" Maaf gak bisa aku harus anterin Flora pulang " seru Salman.
" Yaudah nantik aku susul kamu anterin dia pulang aja dulu " seru Sinta sengaja.
" Yaudah aku balik ya " seru Salman sambil memegang lengan Flora dengan sangat lembut.
Lalu keduanya pergi meninggalkan restoran tersebut dengan hati Flora yang begitu panas,
" Kamu balikan sama Sinta? " tanya Flora pada Salman.
" Enggak yank aku gak balikan sama dia, untuk apa? " seru Salman cuek.
" Kalian sekelas yank, pastinya masih ada sisa rasa untuk Sinta kan " seru Flora.
" Enggak yank gak ada aku hanya mencintai kamu " seru Salman sambil memutar tubuhnya menghadap Flora.
__ADS_1
" Baik lah aku percaya sama kamu, sekarang kita mau kemana? " seru Flora
" Nganterin kamu pulang " seru Salman sambil menahan tawa karena saat ini Salman sedang menghadap kedepan.
" Biar kamu bisa berduaan dengan Sinta gitu " seru Flora, dan Salman tidak menjawab dia hanya diam dan terus melajukan motornya dengan cepat.
Flora kesel saat mendengar perkataan Sinta kepada Salman saat di restoran tadi, dia benar-benar merasa terbakar, namun dia hanya bisa diam dan menunggu reaksi Salman, namun pria itu hanya diam saja, itu hal yang membuat Flora semakin menjadi,.
Dan dia pun memilih untuk tetap diam hingga Salman membawanya entah kemana saat ini dia pun hanya pasrah, sehingga tak lama keduanya sampai di tempat yang membuat hati siapapun berbunga-bunga.
" Sayang,,, ini " seru Flora takjub saat melihat pemandangan di hadapannya
" Kamu suka " seru Salman sambil menatap mata kekasih nya tersebut.
" Suka banget " seru Flora senang, Tiba-tiba wajah senang nya Flora berubah jadi heran
" Tapi bukannya Salimah butuh bantuan kamu, kenapa kita kesini " seru Flora heran
" Kita kedalam yuk " ajak Salman sambil menggandeng lengan kekasihnya itu.
Keduanya berjalan menuju tempat yang sudah di persiapkan oleh Salman juga Salimah.
Hingga sampai di sebuah ruangan yang terlihat gelap itu pun Flora masih menggenggam lengan Flora.
Tak lama mereka sesaat berhenti.
" Kenapa ? " tanya Flora heran
" Aku mau ke toilet dulu, kamu duluan aja masuk gak apa-apa kan " seru Salman
" Akh... ba... baik lah " seru Flora gugup juga ragu.
Lalu Salman pun meninggalkan Flora, dan Salman segera berlalu,
" Aku harus tekadkan niatku untuk melamar Flora iya benar aku bisa aku harus bangkit dari trauma yang di ciptakan Sinta buat aku, aku harus bisa " seru Salman mantap dia pun keluar dari toilet dan berjalan ke arah meja yang Flora sudah Ada lebih dulu.
Dia duduk dan tersenyum ke arah kekasih nya tersebut, hingga tiba-tiba lampu menyala dan membuat Flora kaget.
__ADS_1
...๐บ๐ธ๐ผ๐ป๐ฅ๐น BERSAMBUNG ๐ท๐๐พ๐๐๐...