
Salman mengeluarka kotak cantik berisi cincin,
" Flo... a... akku tak bisa bersikap romantis pada my tapi cuman satu janjiku padamu, aku akan bahagian kamu sampai aku menutup mata dan tak bernafas lagi, maukah kamu menjadi pendamping hidupku, menjadi istriku yang menemaniku dalam suka dan duka " seru Salman sambil berlutut di samping meja depan Flora,
gadis itu masih saja terdiam dengan menutup kedua mata nya seakan itu hanya minpi, namun dia sadar ini bukan minpi lalu di bukan ya tangan yang menutupi mata tersebut, lalu menatap Salman dengan intens.
Flora pun dengan cepat menganggukan kepalanya dengan benar,
" Aku mau dan aku bersedia menjadi pendamping hidup kamu bang " seru Flora dengan santai Dan semangat.
Lalu Salman pun memasang cincin cantik itu ke jari manis sebelah kiri Flora
" Hari ini di sini dulu, nantik kalau sudah waktunya aku akan menyematkn cincin cantik di jari manis kamu ini " seru Salman sambil memasukan cincinšdi jari manis sebelah kiri, lalu mengecup lembut tangan sebelah kanan Flora.
" Abang yang menyiapkan ini semua " tanya Flora setelah kedua nya duduk,
" Ini semua sahabat kamu yang siapkan, " seru Salman.
" Imah " seru Flora tak percaya, sebab beberapa hari lalu kedua nya sempat saling diam dan menjauh, begitupun dengn Tasya, Salsa juga Nada, yang menghindar dari Salimah sebab dekat dengan Rosaline cs,
" Iya ini semua dia yang siapin untuk aku bisa serius sama kamu dia buat ini agar kita bisa lebih dekat lagi " seru Salman sambil tersenyum ke arah kekasihnya tersebut.
" Aku senang imah masih perhatian sama aku " seru Flora dalam hati.
" Aku tau kamu dengan Imah sedang tidak baik-baik saja, tapi justru percayalah Imah tidak berubah dia hanya ingin menyelesaikan tantangan dari Rosaline untuk ikut dengannya, maafin Imah yank " seru Salman menatap Flora kekasihnya tersebut.
" Aku sudah memaafkan dia, dia gak salah apapun kok, justru kami gak tau apa-apa tentang hal tersebut, " seru Flora kepada Salman.
Lalu keduanya menikmati suasana hari itu dan hubungan Salman juga Flora baik-baik saja.
Sedangkan di sisi lain Salimah baru saja di periksa kondisinya oleh sang bunda yang tiba-tiba drop sepulang dari menyiapkan surprise buat sang abang untuk kekasihnya tersebut, saat ini bunda Angelina sedang memeriksa keadaan putrinya,
" Nak kamu ikut bunda ya ke rumah sakit kamu mau kan demi bunda " seru Angelina penuh harap.
" Baik lah bun, aku akan ikut bunda " seru Salimah pada sang bunda, dia pun menurut untuk di bawah ke rumah sakit.
__ADS_1
Dokter Rika pun memeriksa seluruh kondisi anak dari sahabat baiknya tersebut.
" Rika bagaimana kondisi putri ku? " tanya bunda Angelina pada sahabatnya tersebut.
" Kondisi Angelina saat ini tidak baik Lin, dia harus dirawat, ternyata putrimu memiliki penyakit asam lambung kronis, itu berbahaya, dan aku akan usahakan untuk kesembuhan putri mu Lin yang sabar ya " seru dokter Rika pada bunda Angelina.
" Terimakasih " seru bunda Angelina kepada dokter Rika, lalu dokter tersebut berpamitan kepada bunda Angelina,
Saat itu juga Bunda Angelina menangis dalam dekapan suaminya yang baru saja datang.
" Sabar bunda, anak gadis kita pasti kuat kok ya " seru tuan Daniel dengan menahan kesedihannya.
Seseorang yang mengenal Angelina sebagai orang tuanya Salimah pun mendekat ke arah pasutri tersebut
" Pemisi tante, om, hmmm Saya Dinda, teman nya Salimah, om sama tante, orang tuanya Imah ya? " tanya Dinda dengan lemah lembut, emang asli Dinda itu baik dan ramah.
" Iya nak kami orang tuanya, Salimah sakit, dia di dalam " seru bunda Salimah pada Dinda,
" Sakit apa tante? " tanya Dinda khawatir.
" Asam lambung kronis, " ulang Dinda dengan lirih, lalu Dinda izin masuk melihat keadaan Salimah,
Dinda masuk sambil terisak di ruangan Salimah.
" Lo gak boleh sakit Im lo gak boleh sakit, gue mohon lo cepat sembuh, cuman lo yang bisa kita harapkan untuk mengubah Rosaline, dia nurut sama lo, kita pengen lo bareng kita plisss lo bangun Im " seru Dinda lirih sambil terisak.
Dinda sadar saat ini keduanya memang tidak dekat, namun yang membuat Dinda nyaman adalah kepekaan perasaan Salimah terhadap nya sangat tajam, hal itu bisa Dinda rasakan.
Dinda tak kuasa menahan sedihnya dia pun berpamitan pada kedua orang tua Salimah dan berjanji esok hari akan kembali, kedua pasutri tersebut mengizinkan nya.
Dan keduanya juga tidak memberikan kabar kepada Salman tentang kondisi kembarannya, namun yang namanya sedarah tentu bisa merasakan hal yang sama, Namun tuan Daniel bisa memberikan informasi yang detail tentang keberadaan sang adik perempuan nya.
Salman pun percaya dia tak ragu lagi,
Saat ini Salimah belum sadarkan diri, dia masih berbaring di ranjang rumah sakit.
__ADS_1
Di tempat lain, Dinda yang baru saja tiba di basement Rosaline cs di sambut oleh keempat sahabat nya itu
" Lesu amat lo kek gak makan setahun " ledek Naurin kepada Dinda.
" Tau nih kayak mau mati besok aja lo " seru Keysia pada Dinda yang tertunduk itu.
" Udah ih temen sedih bukannya di hibur malah di ledekin gitu " seru Maurensia yang bijak.
" Lo kenapa? " tanya Maurensia kepada Dinda,
" Itu anak kucing gue mati " bohong Dinda, hal itu di dengar langsung oleh Rosaline, gadis itu menatap tajam ke arah nya sedangkan yang lain menertawakan lelucon Dinda.
" Lo gak lagi nyembunyiin sesuatu kan Din " seru Rosaline kepada Dinda
" Hmmm enggak kok gak ada " kilah Dinda.
" Dinda... gue bisa menciun bau kebohongan dalam diri lo, Din jelasin ke gue sekarang apa yang baru saja lo dengar informasi, apa ini menyangkut masalah kita atau apa Din.. gue gak mau ad kebohongan diantara kita jelasin ke gue sekarang atau gue sendiri yang akan nyari tau " seru Rosaline dengan tegas
Dengan terpaksa Dinda mengatakan hal yang dia dengar dari rumah sakit.
" Ta... tadi gue...hmmm itu.. gue anterin tante gue berobat, ke rumah sakit, terus gue... gue hmmm ngelihat orang tuanya Salimah " seru Dinda menjeda ucapannya lalu menghela nafas,
" Lanjut " seru Rosaline
" Terus gue dengar dari bundanya Salimah, ka.... kalau Salimah Sa..... sakit " seru Dinda membuat yang lain kaget.
" Sakit " seru ke empat nya bersamaan.
" Sakit apaan? " tanya Maurensia.
" Kata bundanya Salimah, imah sakit asam lambung kronis dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit " seru Dinda menjelaskan.
" Hmmm besok kita kesana sepulang acara amal " seru Rosaline sesaat mereka terdian hingga tak sadar waktu sudah menunjukan sore hari, mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing
BERSAMBUNG
__ADS_1