
Setelah berbincang dengan Lovina Salimah meninggalkan gadis,
Salimah tak ingin terjebak untuk kedua kalinya
Meskipun di hatinya ada keinginan untuk kembali berteman dengan Lovina teman dekatnya kala itu tapi dia menahan diri untuk bisa bertahan pada perkataannya,
Salimah sangat tau seberapa susahnya Lovina kala itu dia memang sangat membutuhkan bantuan, tetapi dengan cara yang salah dia harus menjebak sahabatnya sendiri itulah yang di sesali oleh Salimah saat ini terhadap gadis itu
Saat Salimah hendak ke kantin langkah nya terhenti saat melihat keempat gadis yang saat ini berada di kantin dan bersama seorang pria yang kemaren menyatakan cinta kepada Salimah namun saat ini sedang duduk bersama keempat gadis yang sedang dia hindari,
Salimah berbalik dan menemukan Rosaline cs berada di balik punggungnya sejak tadi
" Kenapa gak masuk aja? " tanya Rosaline kepada Salimah.
" Gak jadi " seru Salimah lalu pergi meninggalkan kantin dan kembali ke dalam. kelas.
Di kelas
Terlihat kelas ada beberapa mahasiswa lainnya sedang bercanda ria dengan yang lainnya, Salimah memainkan handphone nya dan melihat notifikasi dari Salomo yang mengatakan dia akan datang menjemput dan mengajak makan siang bersama,
__ADS_1
Salimah pun tak menolak dia menerima tawaran dari Salomo.
Demi menjalankan misinya Salimah menerima tawaran Salomi,
Tak lama keemapat gadis itu masuk ke dalam kelas dan melihat Salimah duduk di tempat Lovina mahasiswa baru itu.
" Imah " panggil Lovina sambil duduk di sampingnya.
" Kenapa? " tanya Salimah heran.
" Nantik pulang bareng aku gimana? " seru Lovina.
" Aku gak bisa Vin karena aku udah ada janji sama teman aku " seru Salimah jujur kepada Lovina, dia sengaja mengatakan dengan sedikit menekan kata katanya karena melihat bayangan dosen yang sangat dia hindari saat ini.
" Maaf Pak, bapak ada urusan dengan saya " seru Salimah dengan sangat sopan juga pelan.
" Ada.. " seru Samuel menatap wajah Salimah dengan sangat dalam.
" Kamu ikut saya pulang " seru Samuel sambil menyet pergelangan tangan Salimah dengn pelan.
__ADS_1
" Pak saya tidk bisa saya ada urusan dengan teman saya pak, ini sangat penting " seru Salimah sambil menatap wajah dosen nyala tersebut.
" Urusan dengan pria yang kamu sukai itu iya " seru Samuel kepada Salimah yng tiba-tiba tidak bicara lagi.
" Bu... bukan begitu pak tapi saya " seru Salimah merasa gugup
" Kenapa kamu begitu, kamu sengaja buru-buru pergi ngehindarin aku kan.. kenapa ? " seru Samuel menatap tajam ke arah Salimah.
" Maaf Pak saya benar-benar tidak menghindari bapak tapi saya memang ada keperluan dengan teman saya pak " seru Salimah.
" Terserah kamu, saya sekarang mengerti kenapa kamu menghindari saya sekarang " seru Samuel hendak pergi.
" Pak " seru Salimah menarik lengan dosen tampannya tersebut..
" Baik lah say ingin membagikan waktu saya hari ini untuk bapak kita perlu bicara, say kabari teman saya dulu " seru Salimah sambil mengambil handphonenya dan kembali menelfon orang yang berjanji dengan dirinya tadi.
Setelah itu Salimah dan Samuel pun pergi meninggalkan taman, dalam hati Samuel tersenyum
...๐บ๐ธ๐ผ๐ป๐ฅ๐น๐ท๐๐พ๐๐๐...
__ADS_1
...โงเผบโฆโฎโฆเผปโ BERSAMBUNG โเผบโฆโฎโฆเผปโง...
...๐๐๐๐พ๐๐ท๐น๐ฅ๐ป๐ผ๐ธ๐บ...