KISAH ANGELINA

KISAH ANGELINA
PENYAKIT DAN KESEDIHAN ANGELINA


__ADS_3

๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒณ๐ŸŒณ๐ŸŒณ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Pagi-pagi sekali lina terbangun dan memasak untuk semua keluarga dia memasak dengan telaten dan penuh percaya diri.


Tak lama terlihat lah mama dan kakaknya sedang menuruni anak tangga....


" Pagi anak mama,, pagi dek." sahut kedua wanita yang berbedah usia itu.


" Pagi juga ma. pagi juga kakakku." seru lina sambil menata makanan.


" Wah dek ini kamu yang masak." tanya Bianka.


" Bukan kak." seru Lina santai.


" Terus siapa yang masak dek." tanya kak Bianka.


" HANTU kak." seru lina menekankan kata hantu.


" Kamu ih udah tau adiknya yang ada di dapur malah nanyak siapa yang masak." seru mama Mariana.


" Heheheh๐Ÿ˜ƒ aku kan cuman basa basi aja ma." seru Bianka sambil cengengesan.


Tak lama kemudian semua keluarga pun berkumpul dan memakan makanan yang dimasakan oleh lina.


" Wah ma ini enak sekali tumben rasanya bedah dari biasanya ma." seru papa Martinus.


" Biasa aja rasanya." seru Briant santai.


" Itu putri bungsunya kita ini loh yang masak." seru mama Mariana.


" Wah serius kamu nak... ini kamu yang masak." seru papa Martinus.


" Haha๐Ÿ˜ƒ iya pa." jawab lina dengan tersenyum paksa.


Setelah sarapan lina pun kembali ke dalam kamarnya karna dia merasakan sakit yang amat terdalam


Seaampainya di kamar dia menangis tersedu seduh menahan sakitnya dia gak tahan karna Lina kelelahan dia pun tertidur.

__ADS_1


Bianka yang saat itu ingin kekamarnya melihat pintu kamar adiknya sedikit terbuka dia pun masuk dan melihat adiknya... Bianka teringat sama kata kata adiknya saat memeluk adiknya kemaren dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh adiknya.


Saat Bianka memasuki kamar adiknya dia tak sengaja melihat sebuah botol berisikan obat lalu dia mengambil dan memperhatikannya karna di situ tidak ada petunjuk lalu dia mengambil satu tablet dan menyimpannya untuk di bawah ke Labor.lalu dia memperhatikan wajah adiknya itu terlihat adiknya baru saja menangis...


" Ada apa dek kamu sepertinya menyembunyikan kesedihanMu ada apa sebenanrnya dek." seru Bianka sambil mengelus pipi adiknya itu.


Setelah itu Bianka keluar dan menuju kamarnya lalu menyimpan obat yang dia ambil dari tas lina tadi.


Setelah menjelang sore lina pun kembali ke kost nya


" Pa ma lina balik ke kost an ya papa sama mama jangn sedih oke lina akan kembali jika lina gak sibuk." seru lina dengan tersenyum.


Bianka yang melihat adiknya tersenyum merasakan sesak di dadanya.


" Dek apa sih yang kamu sembunyiin dari kita." seru Bianka.


" Kamu juga ya nak jaga kesehatan kamu." seru mama Mariana.


" Siap komandan." seru lina sambil memberi hormat seperti prajurit tentara saja.


Mamanya yang melihat lina seperti itu hanya tertawa geli saja.


" Iya iya adek berangkat dulu ya." seru Lina.


" Bang Briant peluk..." seru Lina manja.


" Enggak ah geli tau gak kalau meluk kamu." seru Briant.


Lina yang mendapat penolakan lalu manyun dan mengerucutkan bibirnya.


" Iya udah kalau gak mau di peluk anterin adek ke kost ya mau ya yaya ayolah bang." seru Lina manja.


" Enggak dek abang lagi malas nyetir mobil dek." seru Brian.


" Hmmmmm iya sudah lah." lina menghela nafas dan berjalan.


" Dek biar kakak saja yang mengantarkan kamu dek." seru Bianka tiba-tiba.

__ADS_1


" Gak perluh kak aku sudah pesan taksi online kak." seru Lina.


" Lah kapan kamu pesan dek perasaan tadi kamu gak pegang handphone." seru Bianca.


" Tadi kak pas mau turun kesini aku kira abangku satu-satunya ini mau mengantarkan aku tapi ternyata tidak lalu aku memesan taksi online untuk persiapan dan dugaan ku tepat sasaran abang tak mau mengantarkan aku pulang huuuf." seru lina sambil menghela nafasnya.... saat ingin melanjutkan kata-katanya terdengar suara klakson mobil... sekilas lina melangkah lalu menhenukan langkahnya... dan berkata....


" Mungkin saat ini abang tak mau memeluk ku tapi saat itu akan tiba akan memelukku dengan keadaan yang berbedah kalau begitu aku pamit." seru lina sambil melangkahkan kakinya lalu dia menaiki mobil taksi itu menuju kost nya.


Briant yang mendengar perkataan adiknya terdiam dan mencerna perkataan adiknya karna dia lelah dia pun masuk kedalam kamarnya...


Setelah lina sampai kost dia melihat Widya sedang sibuk dengan laptopnya lalu lina menyapanya dan sambil memberikan sebuah bungkusan kepada Widya.


" Hai Wid." sapa Lina.


" Hai kamu udah balik." seru widya basa basi.


" Belum." jawab singkat lina.


" Ish kamu mah gak bisa diajak basa basi." seru Widya kesel.


" Hehehe udah aha gak usah manyun gitu nih aku bawain makanan buat kamu." seru Lina sambil memberikan bungkusan itu kepada Widya.


" Apa ini." seru Widya sambil menerima pemberian Angelina.


" Buka saja." seru Lina sambil duduk di kursi sebelah Widya


" Wah martabak coklat makasih ya." seru Widya bahagia.


" Iya Wid sama- sama kalau gitu aku ke sebelah dulu ya." pamit lina ke Widya


" Oke ๐Ÿ‘ ." seru Widya sambil mengangkat jempolnya.


Lina pun masuk kedalam kamarnya...


Sakit memang itu yang di rasakan oleh lina saat mendapatkan penolakan. dari saudaranya dia merasa penyakitnya begitu parah tapi dia masih bisa berusaha untuk tetap bertahan walau hanya sesaat...


Setelah malam tiba lina kembali berpikir dan terus memikirkan kapan dia akan bahagia.... dia gak tahan menahan sakitnya dia hanya berdoa agar dia cepat sembuh.

__ADS_1


Hingga tengah malam baru lah Lina bisa tertidur....


~~~~~ BERSAMBUNG ~~~~~


__ADS_2