
Setelah mematikan telfon dari Ajeng... Yurina masuk ke dalam rumah dia pun menatap mama dan papa nya.
" Pah...mah... Yuri izin sebentar... Yuri ingin keluar sama Ajeng ada hal penting yang akan kami bicarakan..." seru Yurina menatap kedua orang tuanya
" Tapi nak ini sudah sore..." seru mama Yana
" Gak apa apa mah... aku gak akan pulang malam kok...." seru Yurina.
" Baiklah kami pergilah nak dan berhati-hatilah di jalan..." seru papa Yusman
" Iya pah kalau gitu Yurina pergi dulu...." seru Yurina berpamitan.
Yurina pun pergi dan menjalankan mobilnya menuju resto MK
Sesampai di resto MK... Yurina mencari keberadaan Ajeng... saat pandangannya mencari Ajeng...Ajeng lebih dulu memanggilnya.
" Yuri....." teriak Ajeng.
" Nah itu dia..." seru Yurina sambil berjalan menuju ke arah meja Ajeng.
" Maaf telat..." seru Yurina sambil duduk di kursi.
" Ah iya tidak apa apa.. kalau gitu pesan lah minuman terlebih dahulu..." seru Ajeng.
Lalu Yurina memlesan minuman dingin setelah itu Ajeng langsung to the point.
" Oke Yur... aku gak suka berbasa basi... jadi aku ngajak kamu ketemuan disini untuk mengetahui sesuatu tentang Rinjani...." seru Ajeng membuat Yurina kaget.
" Rinjani... ada apa dengan dia...?" seru Yurina bingung.
" Ternyata Rinjani mengidap penyakit kanker... kita harus membantunya... aku tau kondisi keluarga Rinjani saat ini bagaimana... jadi dia gak akan memberi tahukan kepada siapapun tentang penyakitnya..." seru Ajeng to the point.
" Kamu tau dari mana kalau Rinjani mengidap penyakit kanker... dan kanker apa...?" seru Yurina lalu bertanya...
" Aku tau dari pamanku...yang kebetulan dokter yang menangani Rinjani jadi begitulah... hmmm kalau gak salah dengar kanker otak masih awal sih maka dari itu lr ih baik kita atasi dari sekarang..." seru Ajeng menjelaskan.
" Hmmm oke deh... gue akan bantu....tapi lo tau kan kalau Rinjani gak akan mau menerima bantuan kita secara terang terangan...." seru Yurina.
" Iya dia jangan sampai tau lah... kita diam diam saja bantuin dia... gimana... " seru Ajeng
__ADS_1
" Dan kita pura-pura gak tau apa yang terjadi dengannya.." seru Ajeng
" Oke gue setuju sama usulan lo... yaudah besok kita temuin paman lo deh... kita selesaikan biaya operasinya Rinjani...." seru Yurina.
" Nah... itu dia masalahnya... dia gak mau di operasi...." seru Ajeng.
" Ya udah biar paman kamu saja bicara dengannya... gimana...?" saran Yurina.
" Saran yang bagus... oke besok sepulang kuliah kita temui pamanku kita sampaikan saran yang tadi kamu katakan" seru Ajeng
Setelah itu keduanya langsung meninggalkan resto MK...
Sepanjang jalan Yurina memikirkan apa yang harus dia lakukan.
" Ahaaa... aku tau lebih baik aku pakai yang tabunganku saja... mungkin itu cukup..." gumam Yurina setelah mendapatkan ide.
Sesampai di rumah.... dia sesaat berdiri diambang pintu menstabilkan suasana hatinya.
" Malam.... semuanya shalommm... aku pulang..." seru Yurina sambil berjalan ke ruang keluarga
Terlihat keluarga sedang mengobrol santai.
" Sayang nya mama udah pulang... sini nak... duduk dekat mama..." seru mama Yana .
" Gimana sudah ketemu sama Ajengnya. " tanya papa Yusman.
" Sudah pah... ..." sahut Yurina singkat namun pandangannya ke arah Rinjani.
" Ada apa dengan Yurina kenapa dia menatapku seperti itu.. dari tadi dia di amin aku... huuuufff andai aja dia bisa dekat sama aku seperti dia dekat dengan Ajeng... mungkin aku akan bisa berbagi cerita dengannya..." gumam Rinjani dalam hatinya..
" Yaudah mah...pah... aku kekamar dulu..." sahut Yurina sambil beranjak dari duduknya dan dianggukan kepala oleh yang lain...
Saat Yurina ingin melangkah tiba tiba Rinjani menghentikan langkahnya.
" Yur..." panggil Rinjani.
" Hmm. ada apa...?" seru Yurina berbalik dan menatap ke arah Rinjani.
" Hm.. hari ini aku boleh tidur di kamar kamu tidak...!!!" seru Rinjani.
__ADS_1
Yurina seperti orang yang berpikir.
" Hmmm boleh..." seru Yurina lalu keduanya berpamitan menuju kamarnya Yurina.
Sesampai di kamar Yurina langsung menuju kamar ganti... dia mengganti pakaiannya. lalu naik ke atas ranjang menyusul Rinjani.
Dilihatnya Rinjani sedang duduk di tepi ranjang... namun dengan cueknya Yurina membaringkan tubuhnya dan tidur dengan memiringkan tubuhnya membelakangin tubuh Rinjani.
Rinjani yang melihat Yurina begitu hanya menghela nafas pelan.
" Aku gak tau harus sampai kapan menahan sakit ini... tapi jujur aku juga gak bisa nahan lihat sikap dinginnya kamu sama aku... bisakah aku mendapatkan sedikit saja senyuman itu dari mu..." gumam Rinjani dalam hatinya.
Tiba - tiba Yurina membalikan tubuhnya menghadap Rinjani.
" Rinjani... aku boleh nanya sesuatu gak...?" sahut Yurina.
" Apa yang ingin kamu tanyakan..." tanya Rinjani.
" Kamu lebih suka teman yang posesif atau pacar yang posesif..." tanya Yurina.
" Lebih baik milih teman yang posesif....tapi tidak berlebihan posesifnya..." seru Rinjani.
" Begitu.... ya susah istirahatlah... ini sudah malam..." seru Yurina....sambil membalikkan tubuhnya seperti semula
" Hmmm....Yur..." dehem Rinjani memanggil Yurina.
" Iya ada apa Rinjani...?" tanya Yurina sambil berbalik menatap wajah Rinjani.
" Kenapa kamu bersikap dingin kepadaku..." seru Rinjani.
" Hmmmm ini kesempatanku.... menyindir halus dia...hahahha" gumam Yurina dalam hati.
" Lalu aku harus bersikap bagaimana denganmu... emangnya aku siapa di matamu.... teman... sahabat... atau apa..." seru Yurina.
" Aku anggap kamu sahabat aku... malahan aku udah menganggapmu sebagai saudaraku..." seru Rinjani.
" Dalam persahabatan adakah yang harus di rahasiakan... adakah kejujuran di dalam nya... adakah.... seperti itu...aku rasa itu tidak ada dalam diri mu untuk ku...." seru Yurina lalu membalikkan tubuhnya kembali.
Rinjani pun terdiam dengan apa yang di katakan oleh Yurina.
__ADS_1
Lalu keduanya tertidur dengan sangat lelap sekali.
🌲🌲🌲 BERSAMBUNG 🌲🌲🌲