
Pagi menyapa, semburat sinar surya menyambut keluarga super berwarna itu, mereka tengah bersiap melanjutkan pagi dengan penuh keriweuhan, seperti biasa para lelaki akan sibuk diperusahaan dan cafe, sementara para wanita sudah stand by di klinik Zuu karena malam tadi mereka bermalam di klinik, tapi tidak dengan si triplets Z hari ini mereka mogok tak ingin berangkat kesekolah dengan berbagai alasan
"Pokoknya hari ini Abang nggak mau kesekolah!" Ujar Zulfan melipat dua lengannya kedepan dada
"kenapa sih bang?" Tanya Mami Yura dengan wajah frustasinya
"aku tidak suka berkumpul seperti anak-anak, halmeoni" Jawab Zu, Mami Yura hanya menghembuskan nafanya seraya memijit pelipis yang mulai terasa nyeri dengan kelakuan ajaib cucu-cucu nya ini
"tapi kalian memang masih anak-anak sayang" Jawab Mami Yura seraya mengusap sayang kepala cucu keduanya itu
"Tapi aku sudah pandai menulis membaca bahkan membajak" Jawab Zu lagi dengan mode kesalnya
"baiklah, jadi sekarang mau abang bagaimana?" Tanya Mami mengalah
"mau ke Universitas bisa nggak, halmeoni?" Tanya Zu serius
"sayang, dengarkan halmeoni ya, Kalau kau ke Universitas abang harus punya ijazah TK, SMP, SMA baru bisa sayang, nggak bisa tiba-tiba abang langsung kuliah dengan usia yang lima tahun ajah belum sampe sayang!" jelas Mami memberi pengertian
"Abang nggak perlu ikut main, Abang hanya perlu datang, mengerjakan tugas setelah itu selesai abang bisa pulang, bagaiamana?" Giliran sang eomma yang kini sibuk merayu anak tengahnya
"Haggyoe gaji anh-eumyeon nuga Zealeul dolbwajulkka?" (kalau abang nggak kesekolah, nanti siapa yang menjaga Zea) bisik Ji Soo dengan sedikit ancaman
"ne maj-ayo" (ah benar juga) Jawab Zu mengangguk
__ADS_1
"baiklah halmeoni, ayo kita kesekolah, Hyeong, Zea, gabsida" Teriak Zu semangat membuat Mami dan Kayyisha beradu pandang melirik si tengah bingung
"Eomma, Halmeoni, aku diantar JI Soo Imooga, Eomma dan Halmeoni nggak usah ikut antar kami" Giliran Za bersuara, kemudian di sepakati oleh Zu dan Zea
"ya, baiklah, Eomma dan Halmeoni tinggal dirumah, kalian jangan nakal ya, dengar semua nasehat Imoo" jawab Kayyisha menekankan
"ayo anak-anak, kajja" ajak Ji Soo memberikan kode ke arah Kayyisha yang langsung diangguki paham oleng sang ratu Zuu itu
"anak-anak dengarkan Imoo, di sekolah nanti kalian harus saling menjaga, tidak boleh menerima apapun dari siapapun, kita tidak pernah tau mana lawan mana kawan, kejadian coklat beracun tempo hari sudah cukup menjadi pelajaran untuk kalian, dan ini, simpan di kantung baju masing-masing, supaya Imoo bisa tetap bantu pantau kalian dari jauh, oh iya satu lagi wali kelas kalian sudah Imoo ganti dengan orang Imoo, jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir ada kecurangan dalam kelas, dangsin-eun ihae???" Tanya Ji Soo setelah memberikan alat baru mirip kancing kedalam saku dada si kembar
"ne ihaehaessseubnida" (baiklah, kami sudah faham) jawab ke tiganya kompak
"kita sudah sampai, kalian turunlah, belajar yang baik ya! Abang, jangan lupa ini" Ujar Ji Soo memberikan kacamata super tebal milik Zulfan yang tidak ingin tebar pesona seperti sang Kaka Zayyan
"ah iya, hampir saja, Imoo gumawo" Ujar Zu memakai kacamatanya kemudian menyusul Za dan Zea
"modu jug-il geo ya" (habislah kalian) Ucapnya dalam hati kemudian menekan tombol yang selalu tersembunyi dibalik kerah jas hitam milik nya
"show time" Ujar JI Soo sebuah perintah pada pasukan bayangan yang dimiliki olehnya, sementara sang dewi menyaksikan pembantaian itu dari dalam mobil sambil meretas beberapa CCTV yang terpasang di sepanjang tempat kejadian, setelah memastikan semua CCTV berhasil dirusak Ji Soo keluar dari dalam mobil berjalan mendekati mobil yang didalamnya sudah bertumpuk manusia yang sudah berubah menjadi kaku itu
"hilangkan jejaknya" titah Ji Soo pada seseorang yang kini sudah mengambil alih menjadi supir tersebut sambil menaruh bahan peledak didalam mobil, kemudian memberikan jari tengahnya ke arah wanita yang sedari tadi mengawasi semua pergerakan Ji Soo "Fu*k You" ucap Ji Soo meledek membuat si wanita bermasker itu jengkel bukan main "gagal lagi, siapa dia, kenapa aku baru melihatnya?" Tanya si wanita yang masih setia menutup wajahnya dengan masker, Olivia ya wanita itu adalah Olivia, yang sedari sekolah memggilai Zuumar, karena sibuk dengan kekesalannya terhadap Ji Soo, Olivia tak menyadari kalau Ji Soo sudah berada tepat di belakang nya, dan menusuk kan jarum suntik dengan cairan rahasia miliknya
"aarghht" teriak Olivia yang langsung di bekap oleh bebrapa pengawal Ji Soo
__ADS_1
"kali ini, pastikan wanita jahat ini lenyap, aku tidak mau hal buruk terjadi pada Zu Za Ze, ara?" Titah Ji Soo dengan wajah dinginnya
"ne ihaehaessseubnida" jawab pasukan bayangan yang tidak pernah memperlihatkan wajah mereka karena itu merupakan bagian dari peraturan wajib yang harus di sepakati saat menjadi bagian dari pasukan khusus tersebut
"aku sudah meminta bantuan Ezra, kalian hanya perlu mengantar sampain di koordinat yang sudah aku kirim tadi, dan ingat lah wanita ini akan sangat merepotkan saat sadar, ini aku tambahkan dosisnya untuk membuatnya tidur lebih lama, kalian hati-hati, sosok di belakang wanita ini pasti akan memikirkan cara membalas perbuatan kita, maaf jika saat ini aku ambil alih banyak perintah yang harusnya keluar dari mulut Kayyisha Eonni, kondisi Eonni tidak memungkinkan untuk turun tangan, aku harap kalian memaklumi ini" ujar Ji Soo panjang lebar karena khawatir ada penghianat dalam barisan pasukannya, semuanya tak bersuara hanya patuh menganggukan kepala
Setelah semua rencana yang semalam sudah ia susun dengan matang berjalan mulus, JI Soo kembali kedalam mobil terdengar sedikit riuh dari alat sadap yang dipasang pada baju si kembar Z, bahkan suara marah Zu terdengar jelas, namun Ji Soo tidak terburu-buru masuk kedalam sekolah, ia masih menguji triplets Z mengatasi masalah tanpa bantuannya
"aku sudah bilang aku tidak mau" teriak Zu kesal
"jangan ganggu abangku" kini giliran Zea berteriak
"isekiyaaaaa, naega neohui moduleul igyeossda" teriak Za kali ini, disusul kemudian bunyi Bugh kencang seperti benda berat jatuh
Sementara Ji Soo hanya tersenyum misterius mendengar kemarahan triplets Z
"bagus, misi kita berhasil" ucapnya pada diri sendiri tersenyum senang hanya dengan mencuri dengar teriakan para keponakan
"bersiaplah anak-anak, uji coba kalian akan semakin berat, maaf Imoo harus melakukan ini semua, karena Imoo tidak selamanya ada disisi kalian, Imoo tidak bisa berjanji akan terus melindungi kalian" ujar Ji Soo pada dirinya sendiri, kemudian terdengar hembusan nafas kasar dari nya
🍀💕🍀💕🍀💕🍀💕
Wah alhamdulillah, bisa sampe 100 episode
__ADS_1
terimakasih semua para sahabat online yang masih setia mendukung serta memberikan cinta yang tidak pernah habis untuk Zuu family..
terimakasih banyak semuanya 🙇♀️🙇♀️🙇♀️