KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
93


__ADS_3

"Ezra sialan" Umpat Ji Soo dalam hati


"oh ayolah Ji Soo, kenapa sifat buruk mu tak juga berubah, masih saja kamu mengumpat hal buruk dibelakang ku" ledek Ezra terhadap Ji Soo


"meyebalkan" sahut Ji Soo yang langsung melenggang pergi meninggalkan kediaman mewah itu


"anak itu, masih sama seperti kecil dulu" Ucap Ezra dalam hati


"kami akan segera pulang paman, sampai bertemu lagi nanti" Ucap Ze Zu Za bersamaan kemudian menyusul imoo nya yang sudah melangkah lebih dulu


"Ezra, aku pamit ya, mampirlah kerumah paman Asyam untuk menemui Zuumar setelah masa perawatan nya selesai" Pinta Kayyisha lagi


"aku pasti datang, kalian jangan buru-buru mudik ke Indonesia ya, aku masih urus surat pindah untuk anak-anak ku" pinta Ezra


"eomma, ppalli" teriak Zu yang tak suka melihat eomma nya mengobrol dengan lelaki yang di panggil Daddy oleh adik perempuan nya itu


"Anaya Almira, Umi pamit ya sayang, Agatha aku pulang sekarang, Assalamu'alaikum" pamit Kayyisha melambaikan tangan


"Wa'alaikumsalam wr wb" jawab ke empat nya


Butuh waktu cukup lama untuk Kayyisha Ji Soo serta triplets Z tiba dirumah sakit dimana Zuumar dirawat, Zea dan Imoo Ji Sooya yang duduk di kursi paling belakang bahkan sudah tertidur dalam mobil karena kelelahan, sementara Za dan Zu sedari tadi terus memperhatikan wajah Zea yang tertidur pulas tanpa membuka Niqab penutup wajah cantiknya itu


"Hyeongie" panggil Kayyisha pada Za dan Zu membuat keduanya menoleh ke arah sang eomma


"ne" jawabnya patuh


"maafkan eomma ya, eomma banyak sekali melewati tahun-tahun berharga bagi kalian tanpa eomma disisi kalian" ujar Kayyisha kembali sedih


"eomma, masa lalu tidak bisa dirubah apapun masa lalu yang sudah kami lewati tidak akan pernah kembali, tapi masa depan masih menanti, ayo eomma kita terus bersama seperti ini, jangan ernah tinggalkan kami dan Appa" Pinta si cerdas Zu


"eomma tidak sesempurna sebelumnya nak mungkin ke depan nya eomma akan banyak menyusahkan kalian untuk menjaga eomma" Jujur Kayyisha

__ADS_1


"tidak masalah eomma, se umur hidup kami, kami akan menjaga eomma dan Zea dengan sangat baik, itu bukti bakti kami pada eomma dan appa" ucap Za gantian


"eomma bangga memiliki putra-putra yang baik seperti kalian" Ujar Kayyisha mengusap sayang kepala anaknya "mianhae, eomma terlambat sadar dan banyak kehilangan waktu berharga saat kalian tumbuh, semoga eomma bisa membersamai kalian lebih lama sampai tua nanti" pinta tulus Kayyisha dalam hatinya


Saat tiba dirumah sakit hampir lewat tengah malam, Darrel bahkan sudah tertidur karena lelah menunggu mereka kembali


"Ji Soo ya, istirahat lah dirumah, ajak Darrel tidur dirumah Paman Asyam, besok pagi ia pasti masih harus membatu Zuumar mengurus perusahaan" Pinta Kayyisha pada Ji Soo


"tidak eonni, aku sudah sangat lelah, aku akan beristirahat dikamar sebelah bersama Zu dan Za, biarkan Darrel disini menjaga kalian" Pinta Ji Soo menggendong Za yang sudah terlelap sementara Zu walau matanya sudah sangat mengantuk ia masih sanggup berjalan tak ingin merepotkan bibi nya


"baiklah, titip anak-anak ya, aku dan Zea disini menemani Zuumar, terimakasih ya Ji soo" Ujar Kayyisha


"kaya sama siapa ajah" ledek Ji Soo kemudian pamit pergi untuk beristirahat


Darrel benar-benar sudah terlelap di ujung ruangan tidur diatas sofa empuk berbalut selimut tebal karena cuaca malam ini cukup dingin


"Eomma, aku tidur dimana?" Tanya Zea yang mulai mengantuk kembali


"tidur ya, jangan ganggu Appa" Ujar Kayyisha mengingatkan


"joh-eun bam eomma, dalkomhan kkumkkum" (selamat tidur ibu, semoga mimpi indah) kemudian segera menutup matanya karena sudah terlewat jam tidurnya


Kayyisha berada disisi sebelah kiri Zuumar, tangan kirinya sampai harus menerima cairan infus karena tubuhnya sangat lemah sejak semalam, air mata harus bahagia sedih menjadi satu saat ia memperhatikan wajah tampan yang tak pernah hilang dari satu-satunya pria yang sangat ia cinta ini


"Assalamu'alaikum kesayangan" Sapa Kayyisha mengecup punggung tangan kanan Zuumar


"sedih sekali pertemuan pertama kita setelah bertahun-tahun harus terjadi dalam kondisi seperti ini, cepat pulih Habibiku" pinta tulus Kayyisha yang maosh setia menggenggam erat jemari yang kian pucat itu, kemudian ikut terlelap tepat disamping Zuumar yang masih terpengaruh oleh obat-obatan yang memaksanya untuk tetap tidur beristirahat


Subuh hampir tiba, Darrel yang merasa istirahat nya sudah cukup Beranjak bangkit hendak mencari masjid untuk menunaikan kewajiban nya, pandangan matanya langsung tertuju pada ranjang pesakitan Zuumar yang kini terisi oleh 3 orang, mulutnya terbuka lebar hendak berteriak karena takut


"gila, ini jam berapa? kenapa ada setan berkeliaran jam segini?" tanyanya dengan tubuh bergetar membayangkan kalau yang kini tengah ikut dengan Zuumar adalah hantu istri dan anaknya Zuumar

__ADS_1


"baca ayat kursi, haduh bacanya gimana ya? aaah gw lupa, gimana sih, biar ngusir itu hantu" Cerocosnya tak berhenti panik seorang diri


"ya Allah, ini Zuumar bukan di jemput sama anak istrinya buat pulang kan ya, gw harus gimana ini? Ji Soo Za sama Zu kemana lagi, kenapa gw sih yang harus lihat beginian pagi-pagi buta" ucapnya semakin panik


dengan langkah kaki yang bergetar lemas, Darrel berjalan mendekatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan ranjang pesakitan Zuumar


"Zuum, bangun Zuum, jangan mati dulu, kasian Zu Za, bangun Zuum jangan ikut bini sama anak lu dulu" pinta Darrel terus merapalkan komat kamit sambil terus mendekati Zuumar


Namun Darrel terjingkat kaget, begitu melihat anak gadis berpakaian seperti Kayyisha versi kecil itu terduduk menatap tajam kearahnya aneh


"hadeh setannya bangun" ucap Darrel semakin panik


"plis jangan ganggu gw" Ujar Darrel menutup wajahnya


"Paman.. Paman" panggil si kecil membuat Darrel rasanya ingin segera berlari meninggalkan ruangan ini


"Paman.. Paman.. bantu aku turun, aku mau pipis paman" Panggil Zea membuat Darrel semakin heran "Pipis? memang hantu bisa pipis" tanya Darrel semakin bingung


"Paman, cepatlah aku sudah tidak tahan paman" Rengek Zea semakin kencang


Akhirnya Darrel mendekati si gadis kecil dan membantu nya turun dari ranjang tinggi itu, Zea segera berlari menuju lamar kecil untuk menuntaskan hajatnya, sementara Darrel terus menatap pintu kamar mandi yang maosh tertutup


"ko lama banget itu setan kecil pipis, Jangan-jangan udah ilang, kan tempat setan sembunyi di kamar mandi kan?" Tanyanya pada diri sendiri, namun pintu kamar mandi itu terbuka kembali, si gadis kecil itu mendekati kearah Darrel menunggunya


"Paman, baik-baik saja?" Tanya Zea khawatir melihat Darrel seperti semakin ketakutan


"ya Allah lindungi aku dari godaan setan yang terkutuk" Doa Darrel membuat Zea menoleh ke kanan kiri mencari setan yang di maksud si paman didepannya


"mana setannya?" Tanya Zea bingung


🍀💕🍀💕🍀💕🍀

__ADS_1


__ADS_2