KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
33


__ADS_3

Sampai dirumah Mami, Kayyisha sudah di sambut senyum senang Jahdami di ambang pintu


"Assalamu'alaikum" Ucapnya yang tak berani menatap Dami entah kenapa perasaan nya tak enak saat berada di dekat Dami


"Wa'alaikumsalam wr wb Sha, ayo masuk Mami udah nunggu" Ucapnya yang hanya di jawab dengan anggukan


"ayangnya Mami" Ucap Mami sedikit keras saat melihat Mantu cantiknya datang, dengan Takzim Kayyisha mencium punggung tangan ibu mertuanya tersebut, Mami menarik nya untuk duduk di ruang santai keluarganya


"Papi mana Mi?" tanyanya penasaran saat melihat Mami seorang diri diruang santai


"lagi ada urusan Sayang, tadi pamit keluar sebentar" Ucap Mami dengan senyum khas miliknya


"oh" Jawab Kayyisha ber oh ria


"Kamu puasa?" tanya Mami


"Iya Mi" Jawab nya lagi


"Mau buka pake apa? biar Mami pesan sesuatu?" tanya Mami lagi


"nggak usah Mi, aku biasanya buka cuma Kurma ajah sama Susu atau teh manis hangat ko Mi, ini udah bawa kurmanya hehehe" jawabnya sambil tersenyum dan itu sangat menarik perhatian Dami yang terus menatap nya dari jarak sedikit jauh walau hanya terlihat matanya saja, Dami bisa memastikan Wanita cantik itu sedang tersenyum manis


"Susu apa?" tanya Mami lagi penasaran


"susu panda Mi" jawabnya lagi


"oh, kirain.... " ucap Mami gantung


"kirain apa Mi? bukan susu hamil Lah Mi, hehehe Sabar ya Mi, insya Allah setelah semua permasalahan aku sama Zuumar selesai aku langsung promil" Ucap Kayyisha sedikit keras karena dirinya tak nyaman dengan keberadaan Dami walau berjarak tapi matanya terus mengawasi


"Maafin Mami nggak bisa nyegah Zuumar buat pergi selama sebulan ini, Mami sedih banget kalian ada di posisi seperti ini" Ucap Mami menyesal sedih


"Mami" Ucapnya kemudian memeluk erat ibu mertuanya


"Ke taman Yu, kita kasih makan ikan" ajak Mami menarik tangan menantu cantiknya itu


Dengan patuh Kayyisha mengikuti langkah ibu mertua yang sayangnya bahkan sama rata dengan ibu kandungnya itu, waktu berlalu, malam ini Kayyisha memutuskan untuk menginap dirumah Mami karena besok rencana nya dia akan ikut Mami ke tempat Usaha Mami, ia sudah bersiap untuk tidur karena malam kian larut, bolak balik melihat ponselnya namun pesan terakhir yang ia kirim pada Zuumar malah belum terbaca oleh si pemilik nomor


"Sesibuk itu kah sampai nggak sempet baca pesan aku?" tanyanya seraya menatap ponsel nya, kalau "video call sama Rayyan boleh nggak ya? cuma mau tau Zuumar lagi apa?" tanyanya pada diri sendiri, akhirnya ia urungkan niatnya untuk melakukan panggilan video pada sahabat dari suaminya tersebut, ia menyimpan ponselnya diatas nakas dan memaksa matanya untuk terpejam, namun jauh disana seseorang yang dirindukan menatap ponsel miliknya melihat rekaman CCTV yang tersambung dengan ponselnya, ia bisa melihat semua yang dilakukan oleh istri cantiknya itu, melihat sang istri tertidur pulas Zuumar menghembuskan nafasnya berat

__ADS_1


"kalau nanti kita udah baikan, mudah-mudahan Allah kasih jalan kita menua bersama, kedepannya kalau dikamar ada aku, aku pengen banget lihat rambut kamu Sha" ucapnya menatap pilu kearah ponsel


"Zuumar, u mau ke Club nggak?" teriak Rayyan didepan pintu kamar hotel milik Zuumar


"sebentar" jawabnya menuju pintu


"Club Yu?" ajak Rayyan


"capek banget gw Ray, lu ajah deh" tolaknya


"ya masa gw sendirian" jawabnya membuat ekspresi sedih


"ajak Mr Park ajah, dia kan ngundang ke club nya tadi" Bujuk Zuumar


"dilantai hotel paling atas kan?" tanya nya lagi memastikan


"iya, jangan nokip ya Ray, besok ada meeting pagi kita" Zuumar berusaha mengingatkan


"siap bos, ya udah gw cau dulu ya" pamitnya kemudian berjalan le arah lift menuju lantai paling atas


Dari keenam kawan baiknya, Rayyan yang paling demen main ketempat bermusik keras tersebut, tak heran berada di negara cukup bebas ini ia tidak akan membuang kesempatan menikamati sensasi musik keras di negara tersebut.


_


"Cie elaaah penganten basi, sumringah amat tuh muka!" ledek Rayyan yang duduk disebelah Zuumar


"Sirik ajah perjaka bapuk" jawabnya tak malah pedas


"gw tau lu mau buka puasa lagi kan?" ledek Rayyan


"iyalah" jawabnya sengaja membuat Rayyan menekuk wajahnya sebal


"emang udah baikan? kaya bakal dibukain jalan ajah buat buka puasa, dih pede banget lu" jawab Rayyan tak mau kalah


"dosa Ray, nolak suami" Ucap Zuumar lagi


"iya deh, iya, sesuka semau anda saja yang mulia Ghiffari Zuumar" jawab Rayyan memutar bola matanya malas


"pluk" bunyi kepala Rayyan dijitak Zuumar

__ADS_1


"isi otak lu nggak jauh-juah dari begituan sih Ray, lu yang 24 jam selama hampir 30 hari hidup bareng gw? kapan gw telponan sama Isha? kapan ada waktu buat ngobrolin masalah rumah tangga gw sama dia? dia kan lu tau sendiri sekarang sibuk ikut bantuin bisnis kulineran nya Mami Ray, pulang dari bantuin Mami udah capek udah tidur, belum masih harus ngurus unit nya sendiri karena nolak asisten yang bantuin, gw juga nggak mau ngerusak bahagia dia, masalah buka puasa masih bisa kapan ajah, yang penting kita sama-sama udah nerima dengan lapang dada masalah "malam itu" jelas Zuumar menarik nafasnya berat


"sejujurnya gw bingung Zuumar, kenapa lu sampe harus pergi jauh ampe beda negara segala buat menghindari Isha, padahal kalian berdua saling cinta, kenapa nggak saling memaafkan ajah sih, lu berdua kan ngerti agama, minta maaf dan memaafkan adalah hal yang sangat dianjurkan dalam agama kita, kenapa ku berdua nggak mau saling memaafkan aja?" tanya Rayyan lagi


"mana ada cewek diperkos* walau sama pria yang dia cinta bisa langsung memaafkan Ray, apalagi sampe pingsan, gw ajah sebagai tersangka nya takut sendiri inget kejadian itu, apalagi dia jelas-jelas korban kebrutalan gw, lu gimana sih Ray?" tanya balik Zuumar


"kan enak katanya" jawab Rayyan lagi


"dih otak nih otak, apaan sih makin nggak jelas deh bahasan lu! kalo enak nggak akan sampe pingsan anak orang!" jawab Zuumar sebal dengan wajah memerah


"gw mw coba deh" jawab Rayyan mendapatkan toyoran dikepalanya


"nikah dulu Rayyan, nikah!!!! Jangan sampe kaya gw, kalo lu berani "begitu" duluan dengan hubungan haram, terus lu punya anak perempuan dari hasil hubungan lu yang haram itu, anak lu nggak bisa punya nama pake binti nama lu, nanti anak lu mau nikah lu nggak bisa jadi wali nikah dia, itu juga yang jadi alasan gw menjauh sementara dari Kayyisha, kalo sampe malam itu berbuah janin, gw harus nikah ulang nanti ketika anak gw lahir supaya anak gw bisa punya nasab gw, dan gw bisa jadi wali dia pas nikah" jelasnya lagi


"serius? serumit itu prosesnya? Jadi repot banget sih Zum" jawabnya menggelengkan kepalanya


"nggak usah coba-coba yang jelas-jelas emang Tuhan larang kita, kalo lu Mau nikah nanti gw cariin calonnya, biar lu bisa buka puasa dari otak lu yang isinya rupa-rupa itu" tunjuk Zuumar tepat di kening sahabatnya


"dih apaan? emang gw nggak laku banget apa, sampe mau lu cariin jodoh segala, nggak, nggak ada gw di jodoh-jodohin kaya jaman nurbaya siti ajah, udah ah gw mau tidur ajah"ujarnya mengalihkan pembicaraan


_


Pesawat sudah landing dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Zuumar terus melangkah bahagia dengan terus melirik ke arah jam tangannya, dengan sabar didalam macetnya antrian kendaraan yang bergerak maju perlahan menuju Apartemen mulik nya, Zuumar bahkan sedikit berlari karena tak sabar untuk segera tiba bertemu pujaan hatinya tersebut, namun ekspektasi indah yang ia bayangkan berubah menjadi bencana, bagaimana tidak? dua pengawal nya tergeletak tepat didepan pintu masuk, sementara kondisi apartemen cukup kacau dengan banyaknya pecahan barang di mana-mana


"Sha, kamu dimana Sha?" teriak Zuumar panik


"Zuumar, tolong Zuumar" teriak Kayyisha dari dalam kamarnya


"BRAKKK" Zuumar terpaksa mendobrak kamar tempat Kayyisha selama ini beristirahat, matanya memerah melihat Kayyisha sudah kacau balau, Kayyisha menangis dibawah tempat tidurnya


"Sha" Panggil Zuumar yang masih belum bisa menerima kejutan luar biasa ini


"Aku udah bunuh orang Zuumar" ucapnya lirih dengan lelehan air mata yang membanjiri wajah cantiknya, bagai disambar petir Zuumar ikut menjatuhkan dirinya tepat disebelah Kayyisha terduduk, dan berusaha memeluk wanita cantik dengan banyak noda darah yang mengotori gamis hijau yang ia gunakan, wanita cantik ini hanya butuh pelukan untuk menenangkan dirinya, walau awalnya terus menolak akhirnya Kayyisha membalas pelukan Zuumar


"Nggak apa-apa, ada aku disini, nanti biar aku yang beresin ya, siapa? siapa yang kamu bunuh Sha?" tanya Zuumar lirih dengan tangan yang terus mengelus lembut punggung istrinya


"itu" Ucap Kayyisha menunjuk ranjang sebelah kiri darinya, terlihat genangan darah sudah membasahi karpet di bawah ranjang dimana biasanya Kayyisha membumikan sujudnya


"June, aku bunuh June, karena dia" terputus dan Kayyisha pingsan dalam dekapan Zuumar

__ADS_1


"Sha?????" teriak Zuumar


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2