
Didalam mobil Asher dan Naresh masih bimbang, harus bagaimana mengambil keputusan, sementara Mami tampak sedikit tenang begitu melihat anak mantu nya segagah itu menghadapi lelaki yang masih asik dengan rokoknya itu
"Mi telpon Zuumar nggak?" Tanya Asher
"nggak usah, tuh lihat yang bener coba, kayanya orang-orang Kayyisha udah siap turun gurun" tunjuk Mami
"sebenernya Kayyisha siapa sih Resh? kenapa cerita hidup nya nggak ada bahagia-bahagianya pisan!" Kesal Asher
"Mami ajah nggak tau pasti siapa Kayyisha Sher, apalagi kalian" Jujur Mami yang merasa menantunya ini begitu banyak menyimpan rahasia
"Mami masih bisa bercanda ajah di situasi begini" Kesal Naresh
"nggak becanda Resh, kan ketemu cuma beberapa kali, kalo dilihat kan Kayyisha tuh Masya Allah kan, ibadahnya bagus, pakaiannya serba tertutup, sopan santunnya juga juara kan? tapi coba anak gadis gitu mainan nya pistol, Mami ajah keringet dingin lihatnya, apalagi kalo mode monsternya pas keluar, serem banget loh matanya Isha tuh" Jelas Mami
"teroriss bukan sih Mi Isha tuh? demen banget sama keributan itu anak" Ucap Asher lagi
"Hush, sembarangan ajah, nanti coba kita kulik lagi masa lalu nya Isha, mungkin dia nggak cerita sama. kita ada masa lalu yang benar-benar nyakitin hati dia, atau sangat amat kelam, lagian namanya masa lalu tuh udah lewat, yang penting masa depan dia terutama bareng Zuumar semoga bahagia, udah nggak ada lagi deh begini-beginian bikin jantungan" Ucap Mami panjang lebar
Mereka berbincang sambil terus mengawasi Kayyisha dan pria tampan tinggi menjulang yang masih asik dengan rokoknya yang terus mengepulkan asap tebal
_
Kayyisha melihat tepat di dada kirinya ada titik merah yang siap merobek jantungnya apabila pelatuk senjata milik musuh ditarik
"Lu mau bunuh gw?" tanya Kayyisha meremehkan
"kalo lu nggak mau kasih tau gw dimana Yumi gw bunuh lu sekarang juga!" Teriak lelaki jangkung itu
"Bunuh ajah, tembak sekarang! gw kepingin tau, seberapa hebat sih pasukan elit yang lu punya, sampe bisa berniat jadi musih gw" Ledek Kayyisha lagi
__ADS_1
"Kalo lu mati, gw nggak akan tau dimana Yumi kan?" Teriaknya tepat di depan wajah Kayyisha
"dari dulu gw nggak pernah nutupin keberadaan Kak Yumi, walau seperti yang lu tau, ka Yumi adalah calon kaka ipar gw, gw udah bilang dia stay di Korea jadi dokter relawan disana, kenapa lu justru bertahan disini tanpa berniat mengejar dia kembali" Teriak balik Kayyisha marah
"gw di cekal nggak bisa keluar negeri, karena bukti keterlibatan gw dengan banyak kasus di umumkan ke publik" Teriaknya lagi
"itu bukan salah gw, bukan salah Ka Azqa juga" Ucap Kayyisha lagi
"bawa gw ketemu Yumi" Pintanya lagi
"gw kasih alamatnya, lu susul dia sendiri" Jawab Kayyisha
"ya udah, Azqa ajah dimana dia sekarang, terakhir gw denger lu sekeluarga pindah kan keluar negeri" Ucapnya lagi
"Azqa udah lama nggak ada, sepupu lu June yang udah nyingkirin Ka Azqa demi lu, kalau lu mau ketemu Ka Yumi silahkan, sekarang dia jadi dokter utama di salah satu rumah sakit disana" Jelas Kayyisha
"apa maksud lu nggak ada?" selidiknya lagi
"becanda lu nggak lucu Sha" teriaknya lagi
"June nggak terima saat lu masuk, dia fikir ini karena ulah ka Azqa, makanya dia segitu dendamnya ke keluarga gw, sampe semua keluarga gw di habisin dengan salah satu alasan untuk membalas kan rasa sakit hati lu" Ucapnya lagi
"Padahal lu yang lebih tau kan? kalo Yumi sama Azqa selama ini nggak ada apa-apa, mereka hanya dekat sebagai sahabat, Ka Yumi duluan yang kasih pengumuman kesemua orang kalau mereka akan nikah, Lu yang paling tau, kalau Ka Yumi yang cinta mati sama ka Azqa padahal saat itu ka Azqa juga masih belum bisa move on dari patah hati terberat nya, Ezra Rahardian, Lu adalah sahabat deket Ka Azqa lu yang paling tau gimana Ka Azqa terpuruk saat kehilangan ka Nadia karena ulah temen-temen lu, gimana Ka Azqa terus merasa bersalah bertahun-tahun karena Ka Nadia mati dalam pelukannya, kalau lu mau nyalahin, harusnya lu nyalahin diri lu sendiri, yang buat lu kehilangan Ka Yumi karena salah lu sendiri, gw nggak mau bahas semua hal yang bikin gw sakit lagi, gw belajar memaafkan walau nyatanya nggak segampang itu, jadi sekarang mau apa?" Tanya Kayyisha sudah menodong dua pistolnya ke arah Ezra , membuat Mami Asher dan Naresh ketar ketir melihatnya, tak lama di susul beberapa orang dengan pakaian lengkap ikut mengepung keberadaan lelaki tampan yang masih asik dengan rokoknya
"gw udah bantai semua sniper yang lu punya, kalau nyawa harus bayar nyawa lu lah orang yang paling banyak menyebabkan gw kehilangan banyak nyawa" Ucap Kayyisha lirih namun menusuk
"perlu lu tau, gw bukan lagi Kayyisha Umaiza kecil cengeng yang bisa lu bully, Azqa udah nggak ada, nggak ada lagi yang bisa lindungin gw sekarang kalau bukan diri gw sendiri" Tambahnya, namun Ezra justru menodongkan pistol pada pelipis kirinya sendiri, membuat Kayyisha sedikit tercengang
"biar gw yang ngabisin nyawa gw sendiri" Ucapnya sudah memejamkan mata namun sebelum pelatuk sepat ditarik sebusur panah sudah menggagalkan aksi nekat Ezra berhasil membuat pistol itu jatuh sedikit melukai lengan kiri Ezra
__ADS_1
"Bawa kerumah sakit" perintah Kayyisha kemudian mengacungkan jempol pada si pemanah yang tak lain Ji Soo Ulya, Ji Soo berlari mendekati Kayyisha dan memeluknya erat
"Semua baik?" Tanyanya terbata
"aman, kenapa kesini? urusan kamu sama Darrel udah selesai?" Tanya balik Kayyisha
"belum, aku dapat notif emergency nggak mungkin nggak kesini kan, anggap saja ini permintaan maaf aku ya ka" Jawabnya sedih memeluk Kayyisha
"Iya, semua bisa kembali ke posisi masing-masing, Jisuya, aku mau balik bantu Mami kerja, kamu mau ikut aku atau nyelesaiin persoalan pribadi kamu sama Darrel?" Tanya Kayyisha
"aku belum mau nikah Kak" Jawabnya tertunduk lesu
"tapi sebagian tubuh kamu sudah terlihat Darrel, dan bagusnya Darrel siap bertanggung jawab kan?" Tanya Kayyisha lagi mencoba meyakinkan gadis labil dihadapannya itu
"Hajiman nan namjachinguga iss-eo, Eonni" (tapi aku punya pacar kak) Akhirnya Ji Soo berkata jujur alasannya menolak Darrel
"najung-e jib-eseo uinonhaja, Eonniga meonjeo ilhae" Kita bahas nanti dirumah ya, aku kerja dulu) Pamitnya pada Ji Soo yang segera berbalik mengikuti beberapa pasukan khusus yang masuk kedalam mobil khusus serba gelap itu
Kayyisha pun demikan berjalan masuk kedalam mobilnya, dimana Mami Asher dan Naresh menantinya cemas
"Gimana?" Tanya Asher to the point
"Gimana apa nya Sher?" Tanya balik Kayyisha
"lu nggak apa-apa kan Sha?" Tanya Naresh
"nggak ko, untung Ji Soo dateng tepat waktu tadi, jadinya aku aman, maaf ya bikin kalian khawatir, boleh minta tolong Zuumar jangan sampe tau nggak ya Mih?" Pinta Kayyisha membuat muka sesedih mungkin
"Sha, kamu itu anak Mami, sejujurnya Mami nggak mau kamu kenapa-kenapa, Mami nggak pernah mau tau soal masa lalu kamu seperti apa, yang Mami tau saat ini sekarang kamu anak Mami, Mami mau kamu hidup bahagia Sha, Mami takut jantungan lihat kamu kaya gini, semua senjata itu bisa buat kamu kehilangan nyawa Sha, sementara kamu tau kan? separuh nyawa Zuumar ada di kamu, Sha kedepannya Mami nggak mau lihat kamu kaya gini lagi, Mami nggak mau kehilangan kamu Sha" Pinta Mami sedikit memohon
__ADS_1
"Kayyisha nggak bisa janji Mi, ini resiko yang harus Isha tanggung karena udah berani berurusan sama komplotan June, walau June nya sendiri udah nggak ada, tapi antek-antek June pasti masih nggak bisa terima soal kematian June, sekalipun itu nggak ada sangkut pautnya sama Isha, mungkin kedepannya justru akan semakin banyak teror kaya gini yang bakalan Isha hadapi, maafin Isha Mi, Isha bakalan cari cara supaya rantai dendam ini putus ya Mi, Isha minta bantu doa Mami ya, supaya semuanya cepet selesai ya Mi" Pinta Kayyisha sambil menggenggam tangan sang Mami erat "kalau boleh memilih, gw juga sama, nggak ada yang mau ada di jalan abu-abu seperti ini" Ucapnya dalam hati
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀