
"Imoo kita akan kemana?" Tanya Za penasaran saat arah tujuan mereka terasa asing baginya
"bertemu dengan sahabat lama Appa Zuu, tapi berjanjilah tidak memberitahu Appa dan Eomma hal ini" Pinta Ji Soo yang masih tetap fokus menatap kearah jalan raya yang masih dipadati banyak kendaraan
"kami lelaki, janji adalah sesuatu yang harus di junjung tinggi untuk di tepati" Jawab Za mantap
"cih lebay" cicit Zulfan melirik kakanya itu
"ayo turun, bersikaplah sewajarnya anak usia empat tahun, ingat jangan terlalu menonjol, namun jangan hilang fokus karena kita berada di sarang penjahat" Ujar Si bibi sexy mengingatkan
"aku tidak suka tempat ini Imoo" rengek Za si bersih
"hanya sebentar, Imoo hanya mengambil sesuatu" Ucap Ji Soo
Mereka terus berjalan diruang tahanan khusus milik Jahdami, Ji Soo sengaja mengajak dua putra Zuumar untuk memancing ekspresi Dami
"ada apa lagi?" Tanya Damin dingin menatap Ji Soo
"Hai paman" Bukan Ji Soo yang menjawab, namun si kembar Zu dan Za yang menyapa dengan senyum gummy khasnya
"aaah Hai, siapa kalian kenapa menggemaskan sekali?" Ujar Dami menghangat melihat tingkah lucu keduanya
"Paman Aku Bayhaqi Ghiffary Zayyan (Za)" Sapa Za hormat
"kenalkan paman, aku si tampan Bayhaqi Ghiffary Zulfan (Zu)" Giliran Zu berperan
"Kalian kembar?" Tanya Dami antusias
"iya dan ada satu lagi adik bungsu kami paman, sekarang dia sedang sakit" lirih Za dengan mimik wajah sedih
"kalian kembar tiga?" tanya Dami lagi
"iya paman adik bungsu kami wanita cantik sekali seperi eomma Kayyisha, namanya Zea Yeon Aida (Ze)" Jelas Zu kali ini
"Aaah, aku ingin sekali memeluk kalian" lirih Dami sedih karena tidak bisa memeluk kedua anak sahabatnya itu
"ini" potong Ji Soo memberikan semua informasi yang ia dapat mengenai wanita bermasker yang mencelakai Yeon Aida, dengan seksama Dami membaca semuanya dengan teliti, matanya membulat kaget saat namanya di gunakan untuk menjamin kebebasan untuk wanita lucknut itu
"ini tidak benar, bagaimana bisa aku menjadi penjamin kebebasan untuk nya!" teriak Dami frustasi tak rela dirinya menjadi tumbal kejahatan wanita ular itu lagi, cukup baginya kehilangan sahabat sehidup semati SAKTI SQUAD sekali, tidak ingin kembali merusak kepercayaan sahabatnya, terlebih ini menyangkut nyawa anak gadisnya
__ADS_1
"kalau bukan kau? siapa?" Tanya JI Soo dingin
"aku tidak tahu, aku tidak pernah berhubungan Lagi dengan keluarga June termasuk Olivia saat masuk dalam bui" Ucap Dami jujur
"bantu aku, kau tau, kalau Zuumar tau tentang masalah ini, kau tak akan pernah mendapatkan pengampunan darinya, masa tahananmy sebentar lagi selesai, fikirkan semua dengan baik" Ujar Ji Soo dingin kemudian segera bangkit dari kursinya
"Za Zu ayo pulang" Ujar Ji Soo
"Paman, kami tau paman orang baik, bantulah bibi Ji soo, sungguh kami sangat menyayangi Yeon Aida" Ucap Zu meminta pada Dami sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Jahdami
Makan malam tiba, semua kekacauan disekolah dan dirumah hari ini sudah selesai mereka sepakat tak memberitahu si kepala keluarga tentang masalah ini, selama para pasukan bayangan masih sanggup ambil alih Zuumar tak perlu tau, itulah pinta Kayyisha pada semua sepupunya, termasuk Ji Soo dan Si kembar Zu Za yang sudah membereskan tikus berkedok pengasuhnya
"Zulfan Zayyan, apa hari ini kalian berbuat onar?" selidik Zuumar yang mendapati dua nanny anaknya mendadak hilang dari rumahnya
"tidak, Appa bisa cek CCTV bukan?" Jawab Za yang masih sibuk memasukan makan malam kedalam mulut kecilnya
"akan Appa periksa setelah ini" Jawab Zuumar menggertak
"silahkan saja, semua sudah aku persiapkan" Jawab Zu dalam hati dengan wajah merunduk menghindari kontak mata dengan sang Appa
"Kenapa Ji Soo tak ikut makan malam?" Tanya Zuumar pada Darrel
"se peting itu?" Tanya Zuumar lagi
"ia, masih behrubungan dengan penyakit auto imun milik Kayyisha" Jawab Darrel lagi
"Asher, Rayyan dan Naresh kenapa tidak kembali bersamamu?" Tanya Zuumar lagi
"kencan bersama" Jawab Darrel lagi
Zuumar merasakan perasaan yang entah bisa dibilang tidak nyaman, seperti ada masalh besar yang tengah di tutupi darinya
"kenapa? kau tak berselera makan?" Tanya Darrel lagi
"perasaan ku nggak enak, entahlah" Jawab Zuumar jujur
"ayo segera habiskan makan malamnya, supaya bisa segera rehat" Kini giliran sang Eomma memerintah membuat semua yang ada di meja makan ikut masuk dalam kamarnya masing-masing
Didalam kamar Zuumar langsung terlelap, padahal sebelumnya ia berniat mengecek CCTV dirumahnya
__ADS_1
"loh, udah tidur?" Tanya Kayyisha yang baru saja kembali dari membantunya merapihkan meja makan
"capek banget ya?" Tanya Kayyisha membelai sayang rambut hitam milik suaminya, kemudian segera merapihkan selimut dan segera ikut berbaring
"Olivia" ujar Kayyisha lolos begitu saja mengingat wanita bermasker yang memberikan coklat beracun untuk putri kecil tercintanya
"merepotkan sekali wanita berhati busuk itu, apa dia segitu terobsesi nya dengan suamiku?" Tanya Kayyisha yang tengah menatap sayang wajah lelah suami yang sudah terbuai ke alam mimpinya
"tok.. tok.. tok.. " terdengar bunyi pintu kamar Kayyisha dan Zuumar diketuk dari luar
"eonni, ajig jass-eo?" (kakak, sudah tidur belum?) Tanya Ji Soo dari luar pintu
"jamkkanman jisu!" (tunggu sebentar Ji Soo) jawab Kayyisha keluar dari dalam kamar
"mwoya?" (ada apa?) Tanya Kayyisha
"nal ttalawa" (ikutlah sebentar) Ajak Ji Soo, namun sebelumnya ia sempat memastikan kalau Zuumar sudah terlelap tidur
"mwol bwa? (lihat apa?) ledek Kayyisha
"a andwaeyo!" Jawab Ji Soo tersenyum kaku
"Eonni, lihatlah" seru Ji Soo seraya menyerahkan kertas bertuliskan hangeul hasil penelitian cairan alat suntik yang tadi siang direbut oleh Zu dan Za
"ige mwongayo?" (ini apa?) Tanya Kayyisha dengan tangan bergetar mengetahui bahwa zat bahaya itu bisa meracuni orang lain
"igeo bwayo" (lihatlah ini) Ji Soo menunjukkan rekaman saat Zu Za mengamuk sampai mereka selesai membersihkan kamar, Kayyisha duduk lemas melihat berapa kejamnya dua pengasuh anaknya itu
"mianhae eonni, igeon bimillo haess-eoyo!" (maaf kak, aku merahasiakan ini darimu) sesal Ji Soo takut Kayyisha marah
"gwaenchanh-a, jinjeonghae" (nggak apa, santai saja) aku harusnya berterima kasih karena kamu sangat menjaga putra-putraku, terimakasih banyak Ji Soo imooga" lanjut Kayyisha haru
"maaf sudah memaksa Zuumare oppa tidur lebih cepat" Jujur Ji Soo membuat Kayyisha tak sanggup menahan tawanya
"itu ulahmu juga?" Tanya Kayyisha tak percaya
"Zu dan Za belum selesai memanipulasi CCTV itu cara paling ampun bukan? membuatnya tertidur lebih cepat" Jawab Ji Soo tersenyum membuat Kayyisha gemas mencubit pipi Ji soo
"sudah malam, tidurlah segera, pasti akan ada misi-misi rahasia selanjutnya bukan? aku tunggu kabar baiknya, naneun jalgeoya jal swida jisu (aku akan tidur, istirahatlah Ji Soo) Ucap Kayyisha sebelum pintu kamar Ji Soo tertutup
__ADS_1
🍀💕🍀💕🍀💕🍀💕🍀