
9 hari sudah berlalu sejak kejadian Juno tak sadarkan diri, memasuki hari kesepuluh, masih belum ada tanda-tanda Juno akan saarkan diri, Zuumar dan SAKTI SQUAD masih disibukan dengan urusah Zuu Corporation serta bisnis lainnya, sementara Jahdami lebih memilih berjuang dari nol seorang diri walaupun maaf sudah diberikan oleh Zuumar serta Kayyisha
"Samchon, kami masih ingin bermain denganmu" rengek si cantik Zea yang tengah ada di Bandara untuk mengantar keberangkatan sang Paman yang segera bertolak ke negeri gingseng, mengurus bisnis kecil miliknya
"Samchon, bisakah kita sering berjumpa?" Oppa Zulfan bergantian merayu dengan Zea, dengan sayang Jahdami mengusap sayang kepala kedua ponakannya yang sudah ia anggap anaknya sendiri itu
"Kalau pama terus disini, rasa bersalah pada orang tua kalian semakin besar paman rasakan" Bisikan Dami dalam hati sambil terus mengusap sayang kepala Zu dan Ze
"Samchon, Appa Eomma sudah tidak marah dengan Samchon, tinggalah disini bersama kami, menjadi penjaga kami, Karena JI Soo Imoo dan Darrel Samchon akan segera menikah dan memiliki anak" giliran Zayyan membisikan rayuan mautnya tepat di telinga sang Paman
"Zu Za Ze, Paman akan segera kembali, sebelum Ji Soo dan Darrel memiliki anak, doa kan paman, semoga semua urusan disana segera selesai, dan Paman akan segera kembali kesini untuk menjaga kalian, Paman janji!" Ujar Jahdami yakin
"yagsoghae?" teriak ketiganya serempak dengan mengacungkan jari kelingking mungil mereka
"yagsoghae?" Jawab Jahdami memeluk ketiganya
__ADS_1
Bergetar hati Zuumar melihat pemandangan manis di hadapannya, bagaimanapun ia tidak pernah membenci sahabat baiknya itu, sekalipun Zuumar tau Dami masih mencintai istrinya sampai detik ini
"Ayo anak-anak, pesawat Samchon akan segera terbang" Ujar Zuumar melerai pelukan anak-anaknya yang mulai berwajah sendu, Zu dan Za segera melepaskan pelukan dari sang Paman, namun tidak dengan Zea yang justru membisikkan sesuatu pada Dami, sampai membuat wajah Dami bersemu merah
Lambaian tangan melepas kepergian Dami, Zea lah yang terlihat paling sedih bahkan saat sudah tiba dirumah, ketiganya masuk kedalam kamar si cantik Zea
"Princess nya oppa kenapa sih? dari tadi mukanya ditekuk terus?" Bujuk Zulfan
"nggak ada Oppa" Jawabnya tanpa melihat wajah sang Kakak
"Jodoh?" Tanya Zulfan bingung
"jangan asal ngucap Lu Za, kencing masih belum lurus bahas jodoh" Teriak Zu marah
"Abang, Oppa kenapa kado kasar Lu lu begitu, kalo eomma Appa denger bahaya tau" Kesal Zea
__ADS_1
"kamu naksir Samchon Dami kan?" Tebak Zayyan membuat Zulfan tersedak coklatnya, omongan tiga bocah ingusan itu sangat tak masuk akal
"Uhuk.. uhuk.. " Zulfan batuk segera meraih gelas yang berisikan air putih di meja belajar sang adik
"Naega maj-*** eo?" (Abang bener kan?) Tanya Zayyan lagi membuat wajah si adik bersemu merah padam
"hah? kamu serius Ze?" Tanya Zulfan lagi
"apaan sih Bang, nggak ada kaya gitu!" Jawab Zea mengambil maianan panahan yang tersedia didalam kamarnya
"kita umur 4 tahun, samchon itu seumuran Eomma sama Appa, masa iya kamu mau sama kakek-kakek Ze" Jawab Zulfan sewot
"jangan dibahas lagi, udah sana Abang sama oppa balik ke kamar nya ajah, berisik tau nggak, nggak usah bahas-bahas jodoh depan Eomma Appa, mereka masih sibuk cari tau soal Juno, dari pada Abang sama Oppa gangguin latihan aku mending retas tuh data pribadi milik Juno, kasian Eomma terpukul banget masalah nya nggak habis-habis, Abang sama Oppa tau nggak, aku nyesel ketemu kalian dan tinggal satu rumah sama kalian, aku lebih pilih hidup damai sama Papi Ezra dari pada tinggal sama mereka malah bikin Eomma dalam bahaya kaya gini" Lirih di bungsu yang kemudian mendapatkan pelukan hangat kedua kakak kembarnya
"Kita hadapi sama-sama, Ze jangan ngerasa sendiri, Abang sama Oppa nggak akan tinggal diam, Abang janji" Ujar Zayyan mengeratkan mimik wajahnya
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃