
Tiba dirumah Hyunki Asyam Zuumar terlihat muram, melihat ayah tampan mereka lebih sedih daripada sebelum berangkat membuat si kembar usil bertanya
"Appa, kenapa sedih?" Tanya Zu memeluk erat sangat hot daddy
"tidak, appa hanya rindu eomma kalian!" Jawab Zuumar memeluk erat keduanya
"Appa, eomma itu orang baik kan?" Tanya Za kali ini
"Sangat, uri Eommaneun sangat baik baik, kenapa kalian bertanya seperti itu?" Tanya Zuumar
"kalau orang baik nggak akan jadi hantu kan Appa?" Tanya Za lagi
"Hantu apa?" Tanya Zuumar semakin bingung
"Appa, igeos jom bwa!" (ayah, coba lihatlah ini) Pintar Zulfan menyodorkan ponsel pintar miliknya
"ini apa?" Tanya Zuumar menanyakan foto wanita berpakaian serba tertutup yang berwarna gelap
"uri eomma!" Jawab Zu Za kompak
"uri eomma?" Tanya Zuumar bingung
"Umaiza Kayyisha, uli eomma!" Jawab Zu Za lagi kompak
"hantu?" Tanya Zuumar karena beberapa foto itu diambil dalam komplek pemakaman
"geuleohji anhda!!" (bukan dong) Jawab Zu Za gemas
"terus?" Tanya Zuumar lagi
"appaneun wae ileohge meongcheonghae?" (kenapa ayah kita begitu bodoh) keluh kedua kembar Z kesal
"nggak sopan! ayah sendiri dibilang bodoh" Sahut Zuumar kesal, "coba ceritakan lebih lengkap" Pinta Zuumar
"orang ini, sering kali kami lihat saat kami datang ke makam eomma! Tadi kami sengaja bawa hiddencam untuk mengambil jejak gambar wanita misterius ini, apa mungkin eomma masih belum meninggal appa?" Tanya Zu penasaran
"ah aku lupa, mau bagaiamana pun DNA cerdas si ibu akan mengalir pada mereka, tidak mungkin bisa aku membohongi mereka" Ucap Zuumar dalam hati
"nanti kita cari tau bersama" Jawab Zuumar membuat kedua Z lega
"makasih appa, mari kita bekerja lebih keras lagi, kita harus menemukan kebenaran dari semua kisah misteri ini, appa, samchon Darrel dan JI Soo imooga jangan sampai tau appa, ini pasti diluar kendali mereka, aku yakin 131 alfa tim tidak ada hubungannya dengan keberadaan eomma" Jelas si jenius Zu
"baiklah, mari kita berjuang lebih keras lagi" Jawab Zuumar semangat "besok appa akan pergi menemui Paman Hasta, baru setelah ini kita cari tau kenapa eomma menyembunyikan semuanya dari kita" Ujar Zuumar dalam hati tanpa memberitahukan dua anak cerdasnya
__ADS_1
"sekarang kalian istirahat ya, besok akan appa pikirkan dari mana kita memulai penyelidikan" Rayu Zuumar
"oke" jawab keduanya serempak berlarian masuk kedalam kamar
"Zu" Panggil Za pada si bungsu
"waeyo!" Jawabnya menaik turunkan alis tebalnya itu
"sepertinya ada yang appa sembunyikan dari kita" Ujar Za berpendapat
"aku juga memikirkan hal itu" Jawab Zu mencari-cari sesuatu dalam tas ranselnya
"nah ini dia" Seru Zu senang
"mworagoyoe!" Tanya Za heran
"biasa alat bantu dengar, sepertinya besok appa akan pergi tanpa kita, mari kita mencuri dengar" seru Zu bersorak gembira
"kenapa kita tidak diam-diam menyelinap kedalam mobil appa?" Tanya Za berpendapat
"jangan buat appa curiga, kita harus bergerak di jalur kita, seperti biasa" Ujar Zu
"ya, ya, ya, baiklah, kali ini aku ikuti maumu!" Jawab Za menurut
Esok Paginya, Appa Zuumar sudah rapi dan berdalih pada dua anak kembarnya akan menengok sebentar ke perusahaan miliknya yang ada disana, namun tanpa mengajak Darrel Samchon, Zu mengedipkan sebelah matanya sebagai kode untuk Za bertindak menempelkan alat bantu dengan (alat sadap) pada pakaian milik sang ayah, berpura-pura memeluk sang Appa Za melakukan aksinya secara cepat
"Zu, Za hari ini Paman dan Bibi Ji Soo akan berkeliling, apa kalian mau ikut?" Tanya Darrel
"tidak Paman, hari ini kami mau beristirahat dirumah saja, Paman bersenang-senanglah" Ujar Za tersenyum manis
"hmmm mencurigakan, apa yang akan kalian perbuat lahi?" Selidiki Darrel
"tidak ada paman, lusa kami akan kembali ke indonesia bukan? kami hanya ingin beristirahat saja" Jawab Zu sopan
"baiklah, jangan berulah yang tidak-tidak ya, paman berangkat dulu" pamit Darrel
"Samchon josimhae" (paman, Berhati-hatilah) ujar keduanya seraya melambaikan tangannya kemudian segera masuk kembali kedalam kamar tidur miliknya
"Hyung, coba cek GPS Appa hendak kemana?" Seru Zu memerintah sang Abang
"jamkkanman!" Jawab si abang sambil mengutak-atik laptop mini nya
"kunci pintunya dulu Hyun" ujar Za mengingatkan sang adik
__ADS_1
"sudah" jawabnya
"lihat ini, appa kenapa jauh sekali menuju luar Seoul, siapa yang akan Appa temui? apa kita punya kerabat disana?" Tanya Za pada sang Hyun (adik) Zu
"entahlah, sejauh ini Appa belum berbicara apapun!" Jawab Zu yang masih sibuk dengan alat sadap nya
Sudah 1 jam 35 menit berlalu mobil milik sang Appa terpantau sudah parkir didaerah terpencil jauh dari kota Seoul, dan alat penyadap mulai terdengar suara Zuumar yang tengah mengobrol dengan orang yang ia panggil Pak Hasta
"sesuai dugaan saya sebelumnya nak Zuumar, ada seseorang yang cukup kuat menyembunyikan Kayyisha serta anak gadis mu untuk diberikan pengobatan khusus" jelas Pa Hasta
"maksud bapak? sampai detik ini Kayyisha masih hidup? ataukah dia hidup tapi dalam keadaan koma terus begitu sadar Kayyisha mengalami amnesia, dia lupa dirinya siapa? dia juga lupa anaknya lupa suaminya? begitu sadar yang dilihat orang kain dan Kayyisha justru menikahi orang yang telah menolongnya?" Tanya Zuumar beruntun, membuat Pak Hasta tersenyum lucu
"tidak se drama itu Nak, Kayyisha sampai detik ini masih dalam masa pengobatan, itu yang bapak tau, cuma siapa orang baik yang bersedia menolongnya saya tidak tau nak, informasi nya sangat sedikit sekali, sepertinya ada bantuan dari pihak petinggi penting disini yang menutupi akses pribadi orang misterius tersebut" Jelas Pak Hasta lagi
"kalau begitu kapan kami akan kembali bertemu?" Tanya Zuumar tak sabar
"segera setelah Kayyisha dinyatakan sembuh!" Jawab Pak Hasta lagi
"Kayyisha sakit apa Pak?" Lirih Zuumar
"Sepertinya Auto Imun sekaligus Virus jihacheol yang lama ia derita menjadi lebih kuat bertahan dalam tubuh Isha sejak kehamilan nya, dua anak lelakimu terbebas dari penyakit itu, sementara satu anak mu ikut menderita penyakit bawaan sang ibu" Tambah Pak Hasta
"Kayyisha tidak jahat karena menyembunyikan sakitnya, ia hanya tidak ingin merepotkan mu lebih lama, Ji Soo diam-diam sudah membantu mencari penawar dari sakit tak biasa yang istrimu derita, namun kurang sempurna karena istrimu lebih cepat melahirkan dari perkiraan habis obat yang Ji Soo siapkan" lanjut Pak Hasta
"saat ini apa sudah ada obatnya Pak Hasta?" lirih Zuumar pasrah, Pak Hasta hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
Sementara dirumah Dou kembar yang sedari menguping dengan lihai nya mencari tau segala macam informasi minim yang mereka Terima
"Ji Soo Imooga, adalah ahlinya, ayo kita retas laptop miliknya" Seru Zu semangat
"apa kita bisa?" Tanya Za bertanya seolah tak yakin
"kau ragu dengan kemampuan ku?" Ujar Zu jumawa
"ya, ya baikalah, mau heran tapi itu kamu Zulfan!" seru Zayyan kesal
"Hai kau lupa, kita serupa bukan?" Ucap Zulfan meledek kakak kembarnya itu, kemudian mereka tertawa bersama
"Za, kalau Zea masih ada kita akan apa?" Tanya Zu
"jelas memeluknya, kemudian melindungi nya seperti bayi kecil kita, dia pasti akan sangat manis bukan?" Tanya Za semangat
"kalian lagi ngobrolin apa?" Teriak Manzar dari balik pintu, membuat duo kembar tersebut segera berbenah merapihkan hasil karya siang ini
__ADS_1
"hyung Jamkkanman" (tunggu sebentar ya kak) Punya Za
🍁🍀🍁🍀🍁🍀