KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
86


__ADS_3

"saeng-il chughahamnida! saeng-il chughahamnida!


Selamat ulang tahun! Selamat ulang tahun!


jigueseo ujueseo jeil saranghamnida!


Di bumi di alam semesta, aku sangat mencintaimu!


kkochboda deo gobge byeolboda deo balg-ge


Lebih indah dari bunga, lebih terang dari bintang


sajaboda yong-gamhage Happy Birthday to You


Lebih berani dari singa. Happy birthday to You


saeng-il chughahamnida! saeng-il chughahamnida!


Selamat ulang tahun! Selamat ulang tahun!


kkochdaun nae chinguya gulg-go gilge sar-ayo


Teman saya yang seperti bunga, jagalah hidup mu yang tebal dan dalam (panjang umur)


saeng-il chughahamnida! saeng-il chughahamnida!" Lagu ulang tahun khas negeri gingseng itu dinyanyikan oleh dua anak kembar Zu dan Za beserta Manzar yang kini tengah merayakan kecil-kecilan untuk si kembar Zu Za yang kini genap berusia 4 tahun


"Zu'wa Za'leul chughahabnida!" Teriak Ji Soo ikut senang, Senyum samar nampak di wajah sang hot Daddy Zuumar sekaligus sedih bersamaan "Sayang lihat mereka sudah sebesar ini, tahun ini mereka akan mulai bersosialisasi dengan banyak teman, mereka akan mulai bersekolah, impianku sedari dulu bisa bersama-sama dengan mu mengantar anak-anak ke gerbang sekolah, tapi nyatanya aku hanya seorang diri yang mengantar mereka ke gerbang pendidikan, semoga mereka tidak menuruni tabiat burukku, semoga mereka sebaik dan sesoleh kamu nantinya, aamiin" harapan dan doa baik Zuumar yang hanya ia lontarkan dalam hatinya


"Appa, nanti sore kita kerumah Eomma dan Yeon ya?" Pinta si Bungsu Zu


"Iya sayang, sekarang kalian istirahat dulu ya" Pinta Zuumar sekaligus memboyong dua anak tampannya menuju ruang tidur yang selalu dipersiapkan oleh Sang Kakek Hyunki Asyam


"Anak-anak udah tidur Zuum?" Tanya Darrel


"hmmm, nggak tau sampe kapan gw tahan dengan perasaan gw sendiri begini Rel" keluh Zuumar pada sahabat baiknya itu


"sabar, jangan tunjukin sisi lemah lu di depan anak-anak, mereka bakalan ikutan sedih lihat lu sedih begini" Ujar Darrel menyemangati Zuumar


"Hmmm, gw nanti ke makamnya Kayyisha sendiri ajah, kalian duluan ajah ya?" pinta Zuumar


"iya, abis ini gw anter anak-anak kesana duluan" Jawab Darrel

__ADS_1


Perayaan sederhana ulang tahun si kembar Zu Za sudai usai, dua pria kembar yang baru saja genap. berusia empat tahun itu, masing-masing membawa bucket bunga kesayangan sang ibu wajahnya selalu sumringah saat tiba mereka berziarah ke tempat peristirahatan terakhir ibunda mereka tercinta, sepanjang jalan senyum manis terus mengembang di wajah-wajah mungil mereka


"Paman, Bibi bisakah kami bercerita?" Tanya si Bungsu Zayyan


"boleh sayang" sahut Darrel yang sibuk mengemudikan mobilnya itu


"sebenarnya kami tidak pernah merasa eomma meninggal, entah sejak kapan kami merasa eomma masih ada memperhatikan kami dari jauh, tersenyum saat kami bahagia, dan ikut menangis saat kami sedih dan terluka" cerocosnya, perkataan singkat itu sanggup membuat hati Darrel dan Ji Soo nyeri seketika


"kalian bicara apa? eomma sudah bahagia bersama para bidadari disana" Jawab Ji Soo seraya membelai sayang dua pria kecil yang sudah memeliki kecerdasan diatas rata-rata ini


"sungguh bibi, semoga suatu saat nanti kami akan kembali bertemu dengan eomma dan Zea" Doa tulus seorang anak yang rindu pada ibu nya


"ya semoga ya bang, ya dek, aku juga ingin sekali bertemu mereka kembali walau hanya dalam mimpi" Doa tulus terucap dari dalam hati Paman kesayangan mereka


"kamu kenapa malah bengong?" Tanya Darrel melihat kekasihnya seperti berfikir sesuatu


"aaah aniyo! geunyang, nado bogo shipda" (ah nggak, aku juga sama, hanya rindu) Jawab Ji Soo


"kamu tau nggak, kadang tuh aku suka berfikiran negatif ke kamu jangan-jangan Kayyisha sama Yoen Aida nggak meninggal tapi mereka koma terus kamu sama dokter-dokter pilihan kamu sedang berusaha membangunkan kembali keduanya" tuduh Darrel tersenyum sedih


"mana ada kaya gitu!" Jawab Ji Soo kesal


"yaaa awal-awal aku sering kaya gitu loh, tapi ini udah tahun ke empat, perlahan harapanku bermimpi seperti itu pupus dengan sendirinya" jelas Darrel dengan senyum sedihnya


Saking semangatnya mereka justru berlari menuju makam ibu dan juga adik perempuan nya itu, mengakibatkan Zulfan si bungsu jatuh dan menangis


"kan tadi udah diingetin sama Ji Suya Imoo, jangan pelan-pelan ini malah lari, jatuh kan!" Omel Darrel menggendong Zulfan yang masih menangis itu


"cih, dasar cengeng, gitu ajah nangis!" Sindir sang abang Zayyan


"neomu apeuyeo Hyungah" (ini sakit banget bang!) jawab Zulfan tak Terima


"cuma luka kecil gitu, gimana nanti ngadepin banyak musuh yang sering kita tonton di USB punya Eomma!" Bisik Zayyan di telinga saudara kembarnya itu, melihat keduanya berbisik membuat Darrel mengerutkan keningnya heran


"jangan bikin ulah yang aneh-aneh lagi ya, kasian Zuumare Appa" Ancam Darrel


"jinjeonghae, samchon!" (tenang ajah paman) Jawab keduanya kompak


Mereka berlima sudah berada di makam keluarga Kayyisha, dimana Abi, Umi serta Kaka laki-laki dari Kayyisha dimakamkan, karena mereka adalah keluarga besar muslim mereka semua di makamkan secara muslim, tidak mengikuti tradisi yang ada disana, Zayyan, Zulfan dan Manzar sudah menyimpan bucket bunga yang mereka siapkan, berdiam sejenak untuk berdoa secara khusyuk


"ulineun jib-e Eomma" (kami pulang ya Bu!) Pamit Double Z itu

__ADS_1


"sudah?" Tanya Darrel pada ketiga nya


"sudah paman" Jawabnya tersenyum kemudian berjalan mengikuti Ji Soo dan Darrel kembali ke mobil


"Hyung" Panggil Zayyan pada Manzar


"Wae?" Jawab Manzar


"kenapa setiap kita ke makam eomma selalu ada wanita bercadar berbaju hitam yang sembunyi di balik gazebo komplek pemakaman?" Tanya Zayyan bingung


"wanita bercadar?" Tanya Manzar lagi


"hmmm, bajunya serba gelap, dan hanya matanya saja yang terlihat, persis seperti Uri Eomma" Ucap Zulfan setuju dengan abangnya


"tapi aku nggak pernah lihat" Jawab Manzar


"nggak mungkin itu hantu uri eomma kan?" Tanya Zulfan lagi


"kalian bertiga, mau ikut pulang nggak" teriak Darrel yang melihat para keponakan nya masih asik mengobrol di depan makam keluarga tersebut


"mereka ngobrolin apa sih ditempat kaya gini?" Tanya Darrel heran pada ketiganya


"eung samchon, uliga wasoe!" ( iya paman, kami datang) jawab ketiganya berlari mendekat kearah Darrel dan Ji Soo menunggu mereka


"Ji Suya Imoo ga, memang hantu itu ada?" Tanya Zulfan membuat Ji Soo menoleh cepat kearah nya


"hantu? gwisin?" Tanya Ji Soo berulang


"eung, gwisin!" Jawab Zulfan lagi


"gwisin mwoya?" tanya Balik Ji Soo


"uri eomma!" Jawab Zayyan gantian


"iss-eul su eobs-eo!" (nggak mungkin ada) Jawab Ji Soo


"lihat ini" Ujar Zayyan memberikan sebuah foto yang ia ambil diam-diam saat di makam tadi, Ji Soo bahkan sampai membuang ponsel milik Zayyan


"Kenapa?" Tanya Darrel mengambil ponsel yang dilempar Ji Soo, begitu Darrel melihat gambar yang tertera di ponsel Darrel menutup mulutnya seolah tak percaya


"nggak mungkin Za, ibu kalian manusia yang sangat baik selama hidup, nggak mungkin itu hantu dari ibu kalian" Elak Darrel tak kalah shock dari Ji Soo

__ADS_1


"jadi, ini siapa? kalau bukan uri eomma, igeo nuguya?" Tanya Zayyan dan Zulfan bersamaan, Namun Darrel dan Ji Soo hanya menjawab nya dengan gelengan kepala tak yakin


🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁


__ADS_2