KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
126


__ADS_3

Tujuh hari sudah berlalu, semua sudah kembali normal Triplets Z sudah kembali bersekolah, bahkan si kaka kelas Adyatama juga sudah sehat, senin sesaat sebelum upacara kenaikan sang saka merah putih diadakan Sekolah gempar dengan kedatangan Renjun serta tampilan baru dari saudari kembarnya Maysun, Maysun kelewat cantik dengan menanggalkan atribut cupunya, sementara kakak kembar lelakinya tampil cool lebih mirip artis di drama chinesse dengan mata sipitnya. Pemandangan heboh itu yak terlalu berpengaruh untuk Zea yang hidupnya saat ini tidak terlalu baik-baik saja itu


"Zea" Sapa Adyatama yang sengaja lewat barisan dimana Zea berdiri


"Hai Tam" Jawabnya ramah


"lu udah sehat?" Tanya Zea antusias


"Alhamdulillah" Jawabnya tersenyum manis menampilkan lesung pipinya di sebelah kiri


"Alhamdulillah kalau gitu, sehat terus ya Tam, jangan sampe kena pukul Zayyan sama Zulfan lagi, selamat berjuang untuk Maysun yang sekarang tampil makin cantik" Ujar Zea menyemangati Adyatama


"Hahaha, nggak lah, gw nggak mau di butakan cinta lagi, mau fokus UAS sih sekarang!" Ujarnya sedikit menjelaskan


"aaah, iya" Jawab Zea singkat


"gw balik ke barisan gw ya! ketemu nanti istirahat" Ujarnya melambaikan tangan, namun Zea hanya menganggukkan kepala sebagai jawabanya


Sementara Zayyan dan Zulfan tidak berhenti tersenyum melihat si bungsu yang makin banyak didekati pria-pria tampan


"Dek, udah milih?" Tanya Zayyan


"Milih apa?" Tanya Zea bingung


"Arhan, Renjun atau Adyatama?" Tanya Zulfan to the point


"siapa ya? ada sih mau tau nggak siapa" Jawab Zea


"siapa?" Tanya Zayyan dan Zulfan kompak

__ADS_1


"abang sama oppa, minimal cowok yang dampingin adek bisa ilmu bela diri, bisa memanah dan hackers tentunya" Jawab Zea meledek


"ada emang cowok kaya kita dek?" Tanya Zayyan lagi


"ada lah, masa nggak ada!" Jawab Zea kemudian langsung menutup bibirnya dengan jari tengahnya sebagai tanda untuk tidak berisik karena upacara akan segera dimulai


*


Pulang sekolah Zea sudah ditunggu oleh dua pria tampan Arhan juga Renjun yang mengajaknya pulang bersama, Zayyan dan Zulfan hanya tersenyum geli melihat dua pria se usianya bersaing untuk memenangkan hati si bungsu


"Taruhan yu, adek pilih siapa?" Tanya Zayyan ke Zulfan


"nggak bakal adek mau sama dua-duanya Za!" Jawab Zulfan mantap


"Ayo Ze, pulang bareng!" Ucap Arhan dan Renjun bersamaan, namun Zea justru milih berlari mendekati Aditama yang menunggangi motor matic mahalnya itu


Begitu sudah naik, Zea langsung meminta "Cepetan jalan Tam, kemana kek!" Ujar Zea meminta


membuat Zayyan, Zulfan, Arhan dan Renjun saling tatap kemudian tertawa aneh


"yang nungguin siapa? yang ngebonceng siapa?" Ujar Arhan sedikit kesal


"kalian tuh terang-terangan banget sih ngejar Zea, dia malah ilfeel lah begitu, lagian tuh anak baru banget patah hati, ya nggak bisa kalian main gas gitu ajah, pake taktik lah sedikit!" Ujar Zulfan mengomentari


"Zea tipe yang nggak seneng dikejar, tapi kalo dia udah sreg dia yang langsung ngejar! tipe pejuang Zea tuh, kalo diperjuangkan menurutnya nggak seru!" Tambah Zayyan, membuat Arhan dan Renjun mengangguk seolah faham


*


Zea dan Adyatama berjalan entah kemana, justru semakin jauh dari tujuan akhir rumah Zea

__ADS_1


"Ze, ini kita mau kemana dah?" Tanya Adyatama yang mulai pusing karena hati tengah terik-teriknya


"ke ujung jalan sana ada danau, banyak tukang jajanan SD tempatnya juga adem, kita kesana ajah dulu, gw males pulang!" Jawab Zea, Tama mengkuti arah yang ditunjuk oleh Zea, ternyata benar tak sampai tiga belas menit mereka sudah tiba di tempat yang Zea maksud


"Wuih, di tengah kita ada setu begini, gw malah baru tau!" Ujar Tama merentangkan tangannya kemudian menarik nafasnya dalam-dalam seolah tengah mengumpulkan banyak oksigen bersih untuk paru-paru nya


"ayo, gw traktir, lu mau jajan apa?" Tanya Zea berjalan didepan Tama yang masih asik melihat kiri dan kanan


Mereka sudah mengumpulkan beberapa jenis camilan khas anak sekolah dasar


"Makasih ya Ze, udah bawa gw ke tempat seru kaya gini" Ujar Tama bahagia


"anggap ajah ini permintaan maaf perwakilan dari kakak-kakak gw Tam" jawab Zea tulus meminta maaf


"gw kan yang salah, udah jangan dibahas lagi ya, gw juga udah sehat ini kan?" Tanya Tama


Keseruan keduanya tiba-tiba terganggu, karena ada sekelompok pelajar sekolah lain yang terlibat tawuran antar kelompok, Zea yang terbiasa sigap dengan hal-hal yang membahayakan langsung menyiapkan sebuah baja lipat andalannya untuk menangkis setangan yang hampir mengenai Adyatama


"Awas Tam!" Teriak Zea seraya mengayunkan baja lipatnya


terjadilah adu serangan antara Zea dan beberapa pelajar yang masih menggunakan seragam putih biru itu, walau lawan Zea cukup banyak semua tumbang dengan pukulan keras Zea, semuanya terhuyung menahan pedih luka sabet dari baja lipat andalan miliknya


Saat Zea tengah lengah ternyata ada seorang siswa yang sedari tadi bersembunyi berhasil menarik niqab milik Zea hingga terlepas tepat di hadapan Tama, bahkan siswa yang langsung melarikan diri itu berhasil membuat pipi mulus Zea terluka cukup dalam dibagian tengah pipi kanan Zea, darah segar mengalir di wajah cantik Zea, Zea dan Tama Sama-sama membeku sepersekian detik karena Tama melihat wanita yang selama ini hanya terlihat matanya saja kini wajah cantiknya bisa ia lihat


"Ze, pakai sweater gw buat nutupin wajah lu, demi Tuhan gw minta maaf karena udah lihat wajah lu, ayo kita obati luka lu" Ujar Tama menarik paksa Zea yang sudah menutup wajahnya kembali


Darah segar memenuhi sweater putih bersih milik Adyatama, selama perjalanan mereka saling diam, Zea sibuk dengan fikirannya sementara Tama sibuk mencari alasan saat Zayyan dan Zulfan tau masalah ini "bisa mati gw sama si kembar karena nggak bisa jagain adeknya" lirih Tama dalam hati


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2