KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
77


__ADS_3

Namun diluar dugaan ternyata sedari tadi Darrel masih memperhatikan ekspresi kecewa di wajah cantik Ji Soo, membuatnya tersenyum gemas, dan menarik Ji Soo kedalam dekapannya


"kenapa sedih?" Tanya Darrel meledek


"siapa yang sedih?" Tanya Ji Soo balik kemudian mendongak kan wajahnya menatap wajah Darrel yang cukup berjarak cukup tinggi itu


"tumbuh tuh ke atas, bukan melebar kesamping, ngeliat aku sampe harus jinjit gini" ledek Darrel puas, membuat Ji Soo kesal ingin segera melepas kan pelukan nya pada Darrel


"lepas nggak!" ancam Ji Soo


"Maaf ya, ngetest nya kelamaan" Ujar Darrel serius menatap dalam ke manik mata abu-abu Ji Soo


"mworago?" Tanya Ji Soo bingung


"Ji Soo dengar, Aku pernah bertahan mengejarmu hingga akhirnya, aku sendiri yang mulai menyerah. Bukan tak ingin berjuang kembali, namun aku tak ingin memaksa egoku hingga membuat hatiku sendiri mengalami terluka dan kecewa. Sampai aku mulai sadar, kesehatan hati lebih berarti dari pada mengejarmu yang kini rasanya kian menjauh dan tak memperdulikan kehadiranku lagi. Di mulai saat itu saat aku tau betapa kamu sangat mencintai sahabatku Rayyan, aku sudah tak ingin memaksa sesuatu yang bisa membuat hatiku kembali terluka dan merasakan kecewa, sampai waktu kamu bilang suka ke aku, seolah aku ngasih jarak ke kamu, bahkan aku butuh waktu berbulan-bulan untuk memastikan perasaan aku ke kamu tuh sebenarnya kaya apa? kamu beneran udah bisa ngelepas Rayyan belum? Maaf baru sekarang berani ungkapin semua yang aku rasa ke kamu" Jujur Darrel yang masih memeluk Ji Soo


"Woooi, masih pagi, anjim banget lu berdua" teriak Naresh yang berdiri tidak jauh dari tempat Ji Soo dan Darrel, membuat keduanya spontan melepas pelukan mereka


"Ji Soo lu di cari Kayyisha, dan lu Darrel ada meeting ya pagi ini sama Luna dan Mona" Ujar Naresh meledek, membuat Ji Soo spontan menatap marah Darrel


"Bohong, Naresh si alan" teriak Darrel begitu melihat Naresh mengambil langkah seribu meninggalkan Darrel


"neo jug-eo! jug-eo, jug-eo, jug-eo!" Ancam Ji Soo menarik pistol dari dalam blazer hitam miliknya


"ampun, beneran hari ini nggak ada agenda aku ketemu Luna Mona, aku ke cafe ini hari karena Rayyan mau temenin Hana terapi jalan" Ujar Darrel mencoba menjelaskan


"jinjja?" Tanya Ji Soo memastikan, nanti kita video callan kalo kamu nggak percaya, ya udah aku jalan dulu ya, baik-baik dirumah sama Kayyisha " Pamit Darrel mengacak sayang rambut coklat pacarnya


"gil-eseo josimhae (Hati-hati di jalan ya) " Jawab Ji Soo tersenyum


Mereka berpisah, Darrel menggantikan Rayyan meeting di cafe pagi ini, sementara Ji Soo kembali menemani ibu hamil kbar tiga didalam rumah


"jisuya, neoneun eodieseo wassni?" (Ji Soo, kamu dari mana ajah?) tanya Kayyisha khawatir, mengingat saat sarapan Ji Soo meninggalkan mejanya begitu saja


"Eo, nan ani Eonni! Geunyang yaggan-ui sa-eob-eul" (eh nggak kok kak, tapi cuma urusan sebentar) Jawab Ji Soo

__ADS_1


"Ji Soo, titip Kayyisha ya sebentar, ini ada vitamin sesuai waktu ya minumnya, Aku sama Shin Bangsanim harus kembali ke klinik Zuu" Ucap Dokter Yumi sekaligus memberikan beberapa botol kaca berisikan capsul warna warni yang diatas tutup botol kaca tersebut ada tertulis waktu yang berbeda untuk meminumnya


"vitamin?" Tanya Ji Soo seraya menatap satu persatu botol obat bening yang diberikan oleh Dou dokter cantik tersebut


"Kak Yumi, Shin sana berangkat nanti keburu siang" Ujar Kayyisha mencoba mengalihkan pertanyaan Ji Soo


"jisuya, na ganda!" (kita berangkat ya Ji Soo) Pamit Dokter Yumi menarik paksa doker Shin yang selalu saja berdebat tiap kali bertemu Ji Soo


Setelah semua orang meninggalkan rumah Kayyisha terlihat masih sibuk didepan laptop nya


"Kak" Sapa Ji Soo bingung hendak memulai pembicaraan dari mana!


"waeyo?" (kenapa?) Jawab Kayyisha menghentikan sejenak pekerjaan nya


"kenapa dengan si kembar?" Tanya Ji Soo to the point seraya memberikan Kayyisha rekaman dari alat penyadap yang ia rekam kemarin malam


"kamu anak yang cerdas, nggak perlu kakak jelaskan pasti kamu sudah tau bukan?" Tanya balik Kayyisha


"kenapa kakak nggak kasih tau aku, kenapa aku harus tau dengan cara menguping pembicaraan kalian?" Tanya Ji Soo


"nggak ada yang lebih penting daripada keselamatan kakak!" teriak Ji Soo menahan air matanya


"nae mal-eul deul-eo! apapun yang akan terjadi nanti sama kaka, besarkan mereka sama seperti kaka membesarkan mu, Kakak akan menitipkan 3 malaikat ini padamu, Hana dan Shin Bangsanim" Pinta Kayyisha


"Eonni, Yumishi eotteohge?" (loh kak Yumi gimana?) Tanya Ji Soo lagi


"Dia ada klinik yang harus tetap di urus bukan?" Tanya balik Kayyisha


"Zuumare oppa, eotteohge?" Tanya Ji soo lagi


"dia nggak akan tau, kalau salah satu dari kita tidak akan membuka mulut, yagsoghae!" Pinta Kayyisha


"ne yagsog haeyo!" (baiklah, aku berjanji) Jawab Ji Soo


"jisuya, bwa!" (Ji Soo lihatlah) pinta Kayyisha membuka niqab yang selalu menutupi wajah cantiknya itu, namun saat Kayyisha membuka niqab nya Ji Soo justru menutup mulut nya tak percaya, ada bercak merah berbentuk seperti sayap kupu-kupu di wajah milik Kayyisha

__ADS_1


"Eonni, igoe mwoya?" (kak, itu apa) tanya Ji Soo mengusap lembut pipi kakaknya tersebut


"geuge mwonjido moleugess-eo!" (aku juga nggak tau ini apa) Jawab Kayyisha tersenyum


"Zuumarneun oppa, igeos-e daehae algo issseubnikkaissseubnikka?" (Bang Zuumar tau ngak soal ini) Tanya Ji Soo menunjuk pipi kakanya


"molla!" (nggak tau lah) Jawabnya kembali tersenyum


"ige dangsin-eul apeugehabnikka?" (apa ini menyakitimu?) Tanya Ji Soo sangat Khawatir


"ani, jeonhyeo" (nggak, sama sekali nggak) Jawab Kayyisha


"ingat ya, apapun yang terjadi nanti ketika takdir yang Tuhan tulis untuk kakak adalah takdir terburuk untuk kakak, berjanjilah untuk tetap baik-baik saja" Pinta tulus Kayyisha pada si bungsu


"Eonni, geuleon mal hajima" (jangan ngomong gitu ka) pinta Ji Soo


"ayo kita berjuang lebih keras lagi ka" Pinta Ji Soo kembali


"Fighting" teriak Kayyisha sambil tertawa membuat dsda kiri Ji Soo nyeri "ketika kematian tengah berada didepan sebagai takdir yang paling menyakitkan, kamu tetap setenang ini menghadapinya, Kak, aku akan berusaha mencari penawar untukmu, aku pastikan kita bisa bersama lebih lama" Janjinya dalam hati


"Eonni, jamsi oechulhalgeyo!" (kak, aku keluar sebentar ya?) Izinnya kemudian segera berlari menuju kamarnya, Ji Soo terlihat sibuk mengetik sesuatu di ponselnya


"Darrel, sibuk kah? bisa antar aku?" Tanya nya pada pesan singkat untuk Darrel


"Jam 1 udah selesai, mau diantar kemana?" Balas Darrel


"penjara, tempat Dami ditahan, bisa?" Tanya Ji Soo lagi


Darrel yang tengah istirahat minum di cafe sampai tersedak kaget membaca pesan Ji Soo, kemudian memutuskan menjauhi teman-temannya demi melakukan panggilan telpon pada kekasih seharinya itu


"Mau apa kesana?" Maki nya dengan nada sedikit tinggi


"kalau nggak bisa nggak apa, aku cari tau sendiri" Ujarnya kemudian menutup panggilan Darrel, membuat Darrel frustasi mengusap kasar wajahnya


"mau bikin ulah apalagi si?" Tanyanya Gemas sendiri

__ADS_1


💕🍁🍀🍁💕🍀🍁💕


__ADS_2