
Dami setia menunggu gadis yang baru saja menjadi korban kekerasan Zuumar, perasaan Jahdami campur aduk, bahkan matanya yang sudah sangat lelah tak juga bisa tertutup untuk sekedar terpejam sebentar, hatinya nyeri sendiri mengingat kejadian yang baru saja terjadi didepan matanya, seorang Zuumar sanggup melakukan hal sedemikian keji
Sementara Naresh, masih berupaya menyadarkan Zuumar
"Gile bener, perjaka satu ini, kasar juga mainnya, darah pera*wan sampe berceceran gini diatas sprei, Zuumar Zuumar, nggak habis fikir gw, bertahun-tahun sabar bener nungguin bu Ustadzah balik dari Tarim biar halal, eh malah buka puasa paksa entah sama siapa, yaa nasib orang siapa yang tau, gimana nasib gw yang suka bolak balik club walau nggak pernah celap celup ya? " ucap Naresh pada dirinya sendiri, yang akhirnya membuat dia tertidur di sofa dekat ranjang Zuumar berbaring
_
Pagi tiba Zuumar menjerit histeris membangunkan paksa Naresh yang baru beberapa jam lalu tidur
" Si anj ing, ngapain sih teriak, kaget gw bang sat" Ucap Naresh yang masih memegangi dada sebelah kirinya
"Resh, cewek yang gw perkos* semalem mana Resh?" teriak Zuumar Panik
"dibawa kerumah sakit sama Dami, doi pingsan didepan pintu" jelas Naresh malas
Zuumar bergegas membersihkan tubuhnya menuju kamar mandi, kemudian dengan terburu-buru ia mengganti bajunya membuat suara gaduh yang kembali mengganggu tidur Naresh
"Zuumar, berisik banget sih, gw baru merem ini" Ucap Naresh kesal
__ADS_1
Zuumar menatap bekas darah gadis yang ia gagahi Malam tadi, mengusap kasar wajahnya kemudian segera berlalu meninggalkan Naresh yang masih mencoba mengumpulkan nyawanya itu
"Baji ngan, ditungguin sampe sadar, begitu sadar gw ditinggalin sendirian" Ucapnya yang hanya membasuh wajah tampannya kemudian menyusul Dami dan Zuumar yang sudah lebih dulu kerumah sakit
Dalam mobil Zuumar menitikkan air mata, menyesal dengan semua yang ia lewati malam tadi, "gw breng sek, gw pecundang, gw baji ngan, maaf, maaf untuk semua" ucapnya berkali-kali selama perjalan menuju rumah sakit
"Dam, gimana kondisinya?" tanya Zuumar panik saat tiba dirumah sakit
"belum tau gw, gw ketiduran kayanya, tapi dokter belum ada kabar apa-apa sih, ada yang mau lu jelasin nggak sama gw?" tanya Dami dengan tatapan membunuh
"Maafin gw Dam" ucap Zuumar berlinang air mata
"saya suaminya dok" Ucap Zuumar membuat Dami dan Naresh yang belum lama tiba beradu tatap tak faham dengan situasi aneh ini dari semalam "apa maksudnya Zuumar ngaku cewek itu istrinya?" itulah pertanyaan di benak Dami dan Naresh
Zuumar sudah masuk ke ruang perawatan, sementara Dami dan Naresh masih setia menunggu di luar ruangan
"Dam, gimana? Zuumar ada cerita nggak sama lu?" Tanya Naresh penasaran
"baru mau cerita udah di panggil suruh masuk Dokter Zuumar nya" Jelas Dami menghembuskan nafasnya kasar
__ADS_1
"gw nggak nyangka itu anak buas juga Dam, sisa percinta*n mereka kaya abis kena *uting beliung hahaha" Ucap Naresh asal
"si gob lok, bukan itu yang gw takutin, itu cewek baik-baik, terus di rusak Zuumar, gimana masa depan nya? gimana sama Kayyisha yang emang Zuumar cinta ditunggu bertahun-tahun malah ngerusak anak gadis orang, kalo itu cewek hamil terus terus.. aaah huhft pusing gw Resh" Ucap Dami jujur
"ya nggak jodoh berarti mereka, kalo Kayyisha nggak jodoh sama Zuumar, kan kita berlima juga masih jomblo, suruh ajah dia milih salah satu diantara kita hehehe" Ucapnya lagi
"lu situasi kaya gini masih ngelawak ajah Resh, jantung gw rasanya mau copot tau nggak, lebih-lebih dari pada luka pas tawuran dulu" Ucap Dami kesal dan terus memegangi Dada kirinya
"Ceweknya cakep kaga?" tanya Naresh lagi
"nggak tau gw, dia pake cadar, matanya merem, gw nggak berani buka, langsung gw serahin sama suster dokter disini semalem, nggak sempet lihat mukanya kaya apa, tangan gw ajah tremor Resh, kalau bisa loncat, mungkin jantung gw udah lepas dari sarangnya, saking takutnya gw" ucap Dami jujur
Sementara didalam ruang perawatan, Zuumar masih berlutut dibawah ranjang pesakitan dimana gadis yang menjadi korban kebrutalan nya masih menangis pilu
"kenapa sejahat itu? aku salah apa?" tanyanya sambil mengusap air mata yang terus saja terjun bebas di pipi merahnya
"Maafin aku, aku pasti tanggung jawab" Ucap Zuumar mantap dengan posisi masih berlutut tepat dibawah ranjang pesakitan milik sang gadis
💕💕💕💕
__ADS_1