KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
101


__ADS_3

Ji Soo akhirnya memutuskan masuk kedalam kelas, melihat secara langsung kekacauan apa yang di buat oleh triplets Z, dilihatnya Zu Za Ze sudah dalam dekapan wali kelasnya, untuk ditenangkan, sementara kondisi kelas terlihat cukup kacau, karena beberapa meja terlihat berpindah dari tempatnya dan dalam kondisi terbalik


"Imoo" teriak ketiganya kemudian berlari mendekati Ji Soo


"Waeyo?" Tanya Ji Soo khawatir


"mereka mengganggu kami" Jawab Zea menunjuk kearah 5 anak laki-laki berbadan lebih besar dari Zu dan Za


"siapa mereka?" Tanya Ji Soo lagi


"anak pindahan dari sekolah baru imoo, sungguh kami tidak mengganggu mereka tapi mereka terus saja mengganggu Zea, menarik-narik niqab Zea hingga hampir lepas dan terus mengatakan kalau Zea terori*** , abang nggak suka imoo sama mereka, abang mau pindah sekolah ajah" rengek si abang dengan wajah menahan marahnya


"loh, kenapa jadi seperti ini, mereka ini siapa? kenapa justru bukan anak-anaknya Ezra yang datang membuat kejutan untuk Zu Za Ze?" Tanya Ji Soo heran dalam hati


"kemana wali kelas kalian?" Tanya Ji Soo mencari sosok guru yang Ji Soo siapkan khusus mengawasi krucil pembuat onar triplets Z


"Pak Dino?" Tanya Za bersuara


"Iya, kemana dia?" Tanya Ji Soo heran


"tadi di panggil sama kepala sekolah, tapi kepala sekolahnya aneh Imoo, ada logo kaya mobil yang waktu itu stop kita dijalan imoo" bisik Zu menoleh kiri kanan


"kita pulang sekarang" Ajak Ji Soo buru-buru karena seperti nya ada yang tidak beres, rencana Ji Soo berantakan


"Isaekkiya, mereka mengelabui ku lewat Olivia" ujar Ji Soo dalam hati seraya memaksa ketiga ponakan nya itu segera keluar dari kelas yang sudah tak berbentuk


"get ready?" Ucap Ji Soo seolah memberikan kode kalau mereka harus segera bersiap dengan masalah didepan mata yang entah apa


"show time...!!!" teriak si kembar semangat mengambil masing-masing alat yang selalu tersembunyi dari balik seragam tk yang terlihat menggemaskan itu, tak kalah panik Ji Soo segera meminta pasukan bayangan bersiap karena ternyata ada kesalahan perencanaan yang berputar arah dari sebelumnya


"imoo tenanglah, mereka hanya ingin melihatmu panik" Ujar Zu yang melihat Ji Soo sangat panik tidak seperti biasanya


"aku setuju dengan Zu, sepertinya memang ini yang mereka harapkan imoo, mari kita berjuang lebih keras lagi" teriak Za semangat membuat Ji Soo tersenyum lega


"kalian memang betul benih Zuumar dan Kayyisha" Ujar Ji Soo

__ADS_1


"itu sih pasti, kalo benih Asher samchon kami tentu akan jadi pelawak bukan jadi jawara seperti ini" Kawan Zu lagi


untunglah semua musuh yang disiapkan untuk menghabisi keturunan Zuumar sudah habis disingkirkan oleh pasukan bayangan yang lebih sigap dari perkiraan Ji Soo, mereka sudah aman berada dalam mobil menuju rumah, meskipun rasanya semua sudah aman Ji Soo justru menjadi semakin gelisah entah apa yang ia rasa saat ini, seperti ada sesuatu besar yang akan terjadi, berkali-kali ia terus menoleh ke arah depan belakang bahkan kiri dan kanan mobil mereka, membuat Zea pusing dibuatnya


"imoo, hentikan, aku pusing melihatnya" Pinta Zea menarik Ji Sok untuk duduk tenang dengan memeluk Imoo hangat


"kita harus bagaiamana?" Tanya Ji Soo masih dengan wajah paniknya itu


"hadapi, jalani, syukuri, memangnya kita harus apa lagi?" Jawab Zea polos membuat Zu dan Za beradu tatap mendengar jawaban si bungsu


"adek jadi kaya mamah dede* bijak gitu, kalau anak eomma isha mah nggak gitu jawabnya, ada musuh didepan mata lawan dia sampai berdarah, jangan pernah mundur walau satu langkah " jawab Za kali ini


"nah setuju, kali ini abang sepemikiran sama Zayyan Hyeongie" Jawab Za


"Abang dan oppa ini terlalu kejam" Cicit Zea menggidikkan badannya ngeri


"belum ajah dia kena virus eomma" Sahut Zu kali ini


"apa fungsinya abang sama oppa, kalau princess masih harus turun tangan menghabisi lawan!" Ujar Zea meledek


"aniyo" jawab ke tiga kompak bersamaan


"kyaaa waeyo?" Tanya Ji Soo


"Appa sudah sibuk dengan perusahaan, eomma seperti yang imoo lihat, masih selalu minum obat penyembuhan untuk penyakitnya, belum lagi vitamin dan gingseng merah yang dibawa dari sana, apa imoo tega membebani Eomma Appa dengan memberi tahu hal sepele seperti ini?" Tanya Zu


"aaah ne, majayo, baiklah imoo akan meminta bantuan Hana eonni untuk menjaga kalian" Sahut Ji Soo


"jangan" teriak ketiganya kompak


"kenapa lagi?" Tanya Ji Soo bingung


"hana sangat sibuk di klinik, belum lagi Rayyan samchon yang over protective itu, akan sangat mengerikan kalau sampai Hana imooya terluka saat menjaga kami, memang kenapa kalau Ji soo ya imoo sendiri yang menjaga kami?" Tanya balik Za kali ini menyelidiki


"bukan seperti itu, imoo hanya takut kejadian seperti ini akan kembali terulang pada kalian dilain waktu, kalau saat itu ada imoo disamping kalian, kalau tidak ada bagaimana?" tanya Ji Soo sedih

__ADS_1


"sudahlah Sayang, kita lewati semua tanpa harus mengkhawatirkan akan masa depan yang sejatinya selalu menjadi rahasia Tuhan" sahut seorang pria yang sedari tadi ternyata duduk di kursi paling belakang membuat ke empat nya menoleh kaget


"Darrel Samchon..!!!" Teriak Zu Za Ze kaget


"Kamu!" Tak kalah Ji Soo juga sangat kaget, semua rahasianya pasti akan segera terbongkar


"iya ini paman anak-anak, kenapa kalian setegang itu, hmmmmm?" ledek Darrel


"aniyo" jawab Ketiganya lagi


"igeon eottaeyo?" Tanya ke emotnya bersamaan


"kenapa paman seperti menangkap basah pencuri ya? kalian semua terlihat panik ada paman disini?" Tanya Darrel melirik sinis kekasih hatinya itu


"kalian tenanglah, rahasia ini akan aman, Appa dan Eomma tidak akan pernah tau masalah ini, tapi mulai saat ini berjanjilah pada paman, kalau ada masalah apapun ijinkan paman membantu kalian untuk sekedar meringankan beban berat di pundak kalian, dan ijin kan paman membantu menjaga kalian, paman hanya tidak ingin bibi kalian terluka" lirih Darrel khwatir


"Baiklah paman, kami akan membagi apapun masalah kami pada paman, tapi janji paman kami pegang ya?" Nego si sulung Zayyan


"kalian tenang saja, kapan memangnya paman pernah bocor soal rahasia?" tanya Balik Darrel


saat mereka masih asik berbincang namun tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi sedikit oleng ke kiri membuat Zea yang lebih soft hatinya terjingkat kaget


"paman bibi aku takut" rengek si bungsu yang memang hidup terpisah selama 4 tahun dengan sodara kembarnya membuat hidupnya lebih indah tanpa hari-hari menegangkan seperti ini


"hanya kebocoran ban Zea Yeon Aida, tenanglah" Pinta Zu pada si bungsu, namun tiba-tiba mobil semaki oleng ke kiri hampir menabrak pembatas jalan, membuat mereka secara serempak menjerti


"Awas pak....!!!" teriak semua penghuni mobil didalamnya


πŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€πŸŒΊπŸ€


Maaf telat up nya kaka online, doakan anakku segera sembuh ya, dan segera keluar hasil test untuk matanya


semoga keluarga online di manapun berada sehat selalu ya.. aamiin


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2