KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
75


__ADS_3

Betapa kagetnya Rayyan saat tiba dalam ruang perawatan khusus milik Hana, terlihat bocil pirang yang rambut hitamnya sudah mulai tumbuh karena lama terbaring itu sudah membuka mata indahnya, dan menatap lurus ke arah pintu terbuka, Rayyan berlari mendekati posisi dimana Hana masih terbaring lemah namun dengan mata yang terbuka lebar


"Hana" Panggilnya tersenyum lebar, namun justru ekpresi Hana membuat Rayyan ikut bingung


"joesonghaeyo, nuguseyo?" (maaf ya, kamu siapa?) Tanya Hana dengan ekspresi seolah baru pertama kali berjumpa dengan Rayyan, membuat Rayyan bigung


"nuguseyo?" Ucap Rayyan mengulangi pertanyaan Hana kepadanya


"Geulae, neoneun nuguni?" (iya, lu tuh siapa?) Tanya Hana dengan ekpresi kesal, Rayyan tidak menjawab matanya terasa panas, kenapa bisa Hana tak mengingat nya, "apa Hana amnesia hingga lupa padanya?" Tanyanya dalam hati


"Hana, jangan bercanda, yang ketembak tuh tubuh kamu, bukan otak kamu! jadi nggak ada kemungkinan kamu lupa ingatan" Ujar Rayyan geram


"dangsin-i museun mal-eulhaneungeoya!" (lu ngomong apa dah?) Tanya Hana dengan mimik wajah bingung


"kamu nggak ngerti aku ngomong apa? kamu juga lupa bahasa Indonesia?" Tanya Rayyan makin geram


"indonesia-eolo malhaseyo?" (bahasa Indonesia?) Tanya Hana lagi


"Demi Tuhan jangan kaya gini Han, ini coba lihat" Ujar Rayyan makin geram menarik tangan kanan Hana, menyatukan dengan tangannya kemudian memperlihatkan cincin yang serupa di kedua jari manis mereka


"ige mwongayo?" (ini apa) "eotteohge keopeulling hal su issseubnikka?" (kenapa bisa sama?) Heran Hana kemudian menarik tangannya dari genggaman tangan Rayyan, Rayyan frustasi mengusap kasar wajah tampannya


"percuma aku siang malem berdoa minta kesembuhan buat kamu, kalau tau begitu kamu sembuh justru malah nggak inget sama aku" Ucapnya lirih, membalikan tubuh nya untuk keluar menuju pintu ruangan Hana, Hana tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Rayyan yang seperti itu


"Yaaaaa, Rayyan'shi ! neomu bogo sip-eoyo" (woi Rayyan, kangen banget sama kamu) Teriak Hana merentangkan kedua lengannya, membuat Rayyan yang sudah memutar gagang pintu untuk keluar putar balik dan berlari memeluk Hana yang masih dalam posisi rebahan itu


"kamu ngeledekin aku?" Tanya Rayyan gemas seraya mempererat pelukan nya


"aduh, jangan kenceng-kenceng sesak nafas nanti aku" teriak Hana meminta


"Masya Allah, Hana Rayyan! kalian ngapain?" Teriak Kayyisha yang datang bersama Zuumar dan Manzar


Rayyan dan Hana pun secepat mungkin melepaskan pelukan mereka


"Rese banget lu, datang di waktu yang tidak tepat" Ujar Rayyan geram terhadap Zuumar


"Maaf paman, aku yang bawa Abi sama Umi kesini, karena Shin Bangsanim tidak ketemu!" Ujar si cerdas Manzar memelas


"eeh, nggak apa-apa ganteng, paman nggak marah, makasih ya udah bantuin paman" Ucap Rayyan berjongkok menyamakan tingginya dengan Manzar kemudian mengelus sayang kepala Manzar


"Alhamdulillah, Hana akhirnya" Ucap Kayyisha mendekati ranjang milik Hana


"Eonni, neomu bogo sip-eoyo" Ucapnya merentangkan tangan untuk memeluk Kayyisha

__ADS_1


"Nado, Bogo sip-eoyo Hana'shi" Jawab Kayyisha


"Wah, Eonni, ige mwongayo? imsinhan?" (waah, ini apa? apakah kaka hamil?) Tanya Hana bersemangat


"Rayyan, bantu Hana duduk tolong" Ujar Zuumar meminta


"bentar" Jawab Rayyan membantu Hana duduk


"Aaaaa" teriaknya membuat Rayyan kaget


"sakit?" Tanya Rayyan khawatir


"terlalu lama rebahan kayanya, jadi kaku" jujur Hana dengan mimik wajah seolah menahan sakit


"sementara rebahan dulu Han, kita tunggu Kak Yumi untuk cek kondisi kamu" Ujar Kayyisha ikut khawatir


Yang ditunggu akhirnya muncul, Dokter Yumi beserta Dokter Shin datang secara bersamaan, tak ketinggalan Ji Soo beserta SAKTI SQUAD juga turut hadir disana


"Shin Bangsanim?" Tanya Hana melotot kaget melihat saudara sepupunya yang bisa dikatakan ahli di bagian penyakit dalam itu ada disana, "siapa yang butuh perawatan nya, sampai Shin ada disini? apa ada yang aku lewatkan? Keahlian dokter Shin tidak banyak yang tahu, hanya aku dan Kak Yumi, apa aku sakit serius? seberapa lama aku nggak sadar sampai Dokter Shin turun tangan?" Tanyanya dalam hati namun ia melihat kode mata dari Dokter Yumi yang seolah memintanya untuk tidak menanyakan apapun didepan semua orang


"hanna, eottae? mwonga apayo?" (Hana gimana kabarnya? apa ada yang terasa sakit?) Tanya Dokter Shin tersenyum misterius dengan tatapan nya yang tak biasa, Ji Soo sampai ikut takut dengan tatapan milik Shin yang tak biasa itu


"nan gwaenchanh-a" Jawab Hana singkat membalas tatapan Dokter Shin


"dangsin-eun geogjeonghal pil-yoga eobs-seubnida, naneun apeun salam-i anieyo!" (kamu nggak perlu khawatir, bukan kamu yang sakit) Jelas Dokter Shin kemudian tersenyum mengusap sayang rambut saudara sepupunya itu


"lu berasa nggak, mereka wanita-wanita cantik itu yang sekarang didepan kita penuh rahasia" Bisik Asher pada Naresh


"hmmm, tiap kali mereka mau ngomong sesuatu yang kita nggak boleh tau alias rahasia pasti mereka ngomongnya pake bahasa ibu mereka" Angguk Naresh setuju


"sssst, mereka denger di dor pala lu pada" Ancam Darrel membuat Asher dan Naresh membisu


"Akhirnya bakalan nyusul nikah juga lu Ray" Ledek si gesrek Asher pada Rayyan, membuat semua mata menatap horor ke arah Asher


"kenapa pada ngelihat ke arah gw? gw ada salah ngomong Resh?" Tanya Asher bingung sendiri pada Naresh


"bukan salah tapi kurang tepat, lebih pas nya sih gitu, makanya mereka semua seakan mau bunuh lu" jawab Naresh tak kalah horor dari tatapan sadis wanita beda negara didepannya


"Sher, Rel, Ray, kita cabut dulu yu, cafe ada masalah" Ajak Naresh menarik 3 kawannya, entah mengapa hawa didalam sana membuat Naresh tak nyaman, sehingga ia memilih memaksa ke 3 nya untuk menemaninya ke cafe


"kabarin kalo ada apa-apa" Pinta Zuumar pada keempatnya


"Sha, mau istirahat dulu nggak, aku lihat kamu lemes banget loh" Ucap Zuumar khawatir melihat Kayyisha berkeringat

__ADS_1


"Han, aku istirahat sebentar ya, Kak Yumi, Kak Shin, nitip Hana dulu ya, Ji Soo kamu nggak apa kalau mau ikut rehat" Ucap Kayyisha yang mulai terlihat gelisah


"Dok saya anter Kayyisha dulu ya, lekas pulih Han" Ujar Zuumar pamit


"nado nae bang-eulo dol-agallae!" (aku juga kak, pamit ke kamar dulu) Ijin Ji Soo


"geuleom, jal jayo jisuya!" (iya, tidur nyenyak Ji Soo) Jawab Hana tersenyum manis


Setelah semua orang keluar, Dokter Shin menyuntikkan sesuatu di belakang punggung Hana, rasanya cukup menyakitkan di awal namun beberapa menit kemudian Hana mulai bisa menggerakkan tubuhnya dan tidak sekaku tadi


"Semua orang sudah kembali keruangan masing-masing, jadi hal apa yang kalian ingin bahas denganku?" Tanya Hana to the point menatap bergantian Dou dokter didepannya


"anak satu ini selalu lebih cerdas seperti biasanya" Sindir Dokter Shin


"lekas pulih, akan ada misi mind blowing setelah ini" Jelas Dokter Shin ambigu


"mwoga munje ya?" (ada masalah apalagi emangnya?) Tanya Hana, Dokter Yumi memberikan ponsel miliknya, memperlihatkan video perjuangan Kayyisha selama kehamilannya yang masuk waktu empat bulan ini, Hana menggelengkan kepalanya tak percaya, setelah menonton video singkat soal kenyataan kondisi kaka sepupunya tersebut, air matanya mengalir deras tak percaya


"Hana, kamu tau, seolah sadarmu sore ini adalah persiapan untuk membantu kami membesarkan anak-anak Kayyisha!" lirih Dokter Yumi


"Kak, kita harus apa?" Tanya Hana frustasi


"mengikuti kemauan Kayyisha, tidak ada cara lain bukan?" Tanya Dokter Shin


"Tapi Zuumar oppa harus tau bukan?" Tanya Hana lagi


"Kayyisha yang paling tau kondisi suaminya, disini tugas kita hanya membantu si kembar terlahir dengan baik, kita tidak ada urusan untuk ikut campur dalam rumah tangga nya" Jelas Dokter Yumi lagi


"Tapi kak, yang namanya pernikahan itu semuanya ya harus bareng-bareng, berjuang bareng-bareng, seneng bareng-bareng, ketawa bareng-bareng, nangis bareng-bareng, susahnya bareng-bareng, senengnya juga harus bareng-bareng, kalau susah sendiri, berjuang nya juga cuma sendirian itu bukan pernikahan tapi perlombaan kak!" kesal Hana


"usaha kita sejauh ini sudah sangat maximal Han, tinggal tangan Tuhan yang menentukan hasil akhirnya akan seperti apa? kita tentu mau nya Kayyisha serta Calon anaknya selamat semua, tapi kalau pun jalan Tuhan menentukan hasil akhir yang berbeda, kita bisa apa?" Tanya Dokter Shin


"kenapa aku harus bangun kalau berita buruk seperti ini yang akan aku dengar?" Tanya Hana seraya mengusap sisa air mata


"Hana, kami percaya padamu, sejauh ini hanya kita berempat yang tau pasti kondisi Kayyisha, tolong jaga sikap kamu agar tidak kelepasan saat bersama Rayyan ya?" Pinta Doker Yumi lagi


"besok kamu akan melakukan terapi untuk pemulihan saraf kaki kamu, istirahat lah, besok semoga kondisimu sudah benar-benar membaik, ayo kami antar kamu ke kamar" Ajak Dokter Shin membantu Hana turun dari ranjang menuju kursi roda dan bersiap mendorong menuju kamar Hana dirumah Zuumar


Malam ini mereka meninggalkan klinik Zuu, untuk bermalam di kediaman utama milik keluarga Zuumar, begitu tiga wanita cantik itu keluar kamar perawatan Hana, ternyata ada seseorang yang sedari tadi terus mendengarkan semua percakapan mereka setelah menaruh alat penyadap dibawah ranjang milik Hana


"kenapa kalian nggak kasih izin aku tau masalah ini?" Sesalnya pada diri sendiri, kemudian mencengkram erat seraya marah alat penyadap ditangan kanannya


🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁

__ADS_1


__ADS_2