KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
64


__ADS_3

"hah?" Tanya Rayyan balik


"idih kenapa abis mainan air jadi pada telmi begini dah?" Ujar Asher lagi


"neo bang-geum mwolago haess-eo?" Tanya Ji Soo lagi


"itu Ji Soo nanya, kamu tadi bicara apa?" Jawab Kayyisha yang sudah ada diluar kamar bersama Zuumar


"kalian bahas apa sih berisik banget?" Tanya Zuumar yang beberapa kali masih terus menguap sembari menjambak-jambak rambutnya


"nanyanya nggak bisa satu-satu apa ya? Ji Soo nanya, Zuumar nanya juga, berasa jadi terdakwa gw" Jawab Asher cengengesan


"ya udah lu jawab juga satu-satu, tuh Ji Soo nanya lu ngomong apa, sampe dia menjerit begitu?" Tanya Zuumar


"Kaga, gw nggak ada ngomong apa-apa, Darrel yang tadi ngomongin beras tuh" Jawab Asher lagi


"bukan beras dodol, BIAS, ih kuping lu nyangkut pasir laut kali ya Sher" Rayyan gemas


"oh BIAS ya, gw dengernya beras" Jawabnya cengengesan


"udah-udah, jadi melebar kemana-mana, makan lagi sana, kamu mau makan nggak Zuum?" Tanya Kayyisha menatap sayang suaminya


"mau makan kamu boleh?" Tanya Zuumar yang berbisik tepat ditelinga istrinya, namun malah cubitan sakti yang diterima Zuumar membuat Zuumar menjerit


"sakit sayang, ya Allah" teriaknya memancing para sahabat luck nut mencibir


"hoi disini jomblo semua, tau diri dikit dong mau mesra-mesaraan jangan depan kita juga kali" Cibir Asher lagi


"sirik ajah" Jawab Zuumar yang langsung duduk di sebelah Asher dan Naresh


"abis nggak-nggak lapar ya Zuum?" Tanya Asher berbisik takut Kayyisha yang tengah berbincang dengan Ji Soo mendengar

__ADS_1


"iyalah, laper pake kuadrat" Jawab Zuumar usil


"si alan lu, bikin pengen ajah" Jawab Asher lagi


"dih kecil-kecil otaknya parah banget!" ledek Zuumar


"Bang sad, kecil dari mane, umur lu sama gw sama nyet 22 tahun, beda bulan kalo gw kecil lantas anda apa, tuan Zuumar yang terhormat!" Jawab Asher


"udah lama banget ya rasanya kita nggak seabsurd ini, lega bangt rasanya gw" Ungkap Zuumar bernafas lega


"hehehe iya Ya Zuum, dari lu nikah sampe kemarin malem rasanya kita nggak berhenti main petak umpet sama musuh, bisa main air lihat hamparan pasir pantai, hidup gw rasanya normal banget" Jawab Asher lagi


"semoga kedepannya nggak ada lagi lah musuh model Ezra yang bawanya virus cangkul, bikin mumet senatero SAKTI SQUAD" tambah Naresh


"sisa Hana yang masih harus berjuang, semoga cepet sadar ya Ray" Doa tulus Darrel


"aamiin" Ucap mereka semua bersamaan


"Hana, ayo bangun, kita main air disitu sama yang lain" Ucap Rayyan lirih menggenggam jemari pucat milik Hana


"semua orang sedang bergembira saat ini, musuh sirna, bahagia tercipta, tapi kenapa kamu masih belum juga membuka mata? aku rindu" Ucap Rayyan tulus, yang sambil menatap lurus ke arah SAKTI SQUAD yang asik bermain air, namun masih sama Hana gak merespon apapun yang Rayyan katakan jauh dalam hatinya Rayyan sangat ingin Hana meresponnya walau hanya dengan sekedar menggerakkan jari-jarinya saja


"Han, kamu tau nggak sih, aku kadang sangat ingin menyerah, melepas semua alat yang bantu kamu bertahan sepanjang bulan ini, tapi aku nggak siap, aku nggak mau kehilangan kamu lebih cepat, kamu tau nggak? aku lebih memilih melihat kamu diam tanpa suara seperti ini dari pada melihat batu nisan bernamakan nama kamu" Ungkap Rayyan mencurahkan perasaan nya, tak pelak air mata nya menetes mengutarakan perasaan nya saat ini, ada sakit yang tidak pernah bisa ia jelaskan ada patah yang ia tidak bisa ia utarakan selain sang Maha yang senantiasa ia curahkan semua rasa dan patahnya pada sepertiga malamnya, seseorang yang tak sengaja mendengar semua curhatan hati Rayyan ikut terenyuh "Kamu beruntung ka, dicintai begitu tulus oleh lelaki yang tepat, aku iri padamu" Katanya kemudian meninggalkan kamar Hana


"Loh Ji Soo, ngapain berdiri ajah didepan pintu kamar Hana?" Selidik Darrel yang sedari tadi melihat Ji Soo berdiri cukup lama didepan kamar Hana


"JI Soo" Panggil Darrel yang mengkuti Ji Soo tidak ikut bergabung dengan yang lainnya di bibir pantai, Ji Soo hanya menoleh kearah suara yang memanggilnya itu


"kamu baik-baik ajah?" Tanya Darrel melihat sisa air mata di ujung pelupuk mata indah milik Ji Soo


"Hmmmm, Na gwaenchana" Jawabnya yakin namun tidak menatap Wajah Darrel

__ADS_1


"ayo kita gabung sama Dokter Yumi dan Isha" Ajak Darrel


"Tidak perlu, mau disini saja" Jawabnya lagi


"butuh teman?" Tanya Darrel lagi


"tidak, kamu bisa ikut sama Ka Yumi dan Kayyisha saja" Jawabnya makin fasih berbahasa Indonesia, namun Darrel justru duduk disebelah Ji Soo


"Kalau butuh bahu untuk bersandar, sini" Ujar Darrel menepuk-nepuk bahunya sendiri, namun diluar dugaan, Ji Soo justru menangis histeris di bahu Darrel, dengan ragu Darrel membelai pucuk kepala Ji Soo, membiarkan Ji Soo mencurahkan semua rasa yang tengah ia rasakan saat ini, hampir 13 menit Ji Soo menangis tanpa mengatakan apapun, dan Darrel dengan sabar memberikan bahunya untuk bersandar, melihat Ji Soo mulai sedikit mereda tangisnya, Darrel memberanikan diri untuk bertanya


"ada masalah apa? sampai sesedih ini?" Tanyanya penuh perhatian


"aku bingung mau cerita darimana!" Jawabnya jujur


"putus sama pacar lu?" Tanya Darrel


"ne?" Tanya Ji Soo bingung


"Sebentar, gw cari google translate dulu ya" Ucapnya sambil mengambil gawai pandai nya


"namjachingulang heeojyeoss-eo??" Ucap Darrel terbata-bata "susah bener bacanya ini apa dah" ucapnya dalam hati


"tidak!" Jawab Ji Soo


"hah? tidak? terus kenapa sesedih ini?" Tanya Darrel bingung


"naega salanghaneun sonyeon-eun daleun salamgwa salang-e ppajyeossseubnida!" memberikan ponselnya pada Darrel dan Darrel membacanya dengan seksama "cowok yang aku sayang, ternyata jatuh cinta sama orang lain" ucap Darrel mengikuti translate mbah go*gle


"selingkuh?" Tanya Darrel memastikan namun Ji Soo menggelengkan kepalanya, Tapi seingat Darrel Ji Soo mulai nangis saat berdiri cukup lama di depan kamar Hana, ada Rayyan didalamnya "Jangan-jangan cinta segitiga?" Tanya Darrel dalam hati


"Ji Soo, lu cinta sama Rayyan juga?" Tanya Darrel pada Ji Soo seolah tak percaya "bagaimana bisa? sejak kapan?" tanyanya dalam hati

__ADS_1


🍁🍀🍁🍀🍁


__ADS_2