
Setelah panggilan telponnya terputus, Darrel segera mungkin meninggalkan cafe, dengan berusaha mengendarai mobil secepat mungkin untuk sampai di rumah Zuumar
"Assalamu'alaikum Sha" Sapa Darrel melihat Kayyisha tertidur dan lupa memasang niqab nya
"Astaghfirullah" Ujar Darrel memalingkan wajahnya tak ingin melihat wajah Kayyisha yang selama hampir setahun ini selalu ia tutupi dengan niqabnya
Darrel segera keluar mencari Ji Soo yang ternyata sudah tidak ada dirumah, Darrel kembali berkendara, pria 22 tahun ini sangat yakin, wanitanya yang sangat keras kepala itu pasti akan mencari sendiri dengan caranya tempat Dami di tahan, dalam kesendirian berkendara sepintas ingatannya kembali teringat wajah Kayyisha yang memerah
"kenapa Kayyisha merah banget tadi mukanya? apa sakit? atau karena emang gw yang baru lihat mukanya full setelah hampir 6 tahun nggak ketemu? nggak mungkin gw tanya Zuumar kan? yang ada mati di dor kepala gw kalo jujur nggak sengaja lihat muka bininya, nanti gw coba tanya si bocil coba " Ucapnya bermonolog pada diri nya sendiri
Macet di jam makan siang, membuat Darrel terjebak lebih lama didalam mobilnya, "gila udah kaya mau ke bogor ajah gw dari rumah ke rutan segini lamanya" kesalnya begitu tiba dimana Dami di tahan
"Siang Pak Darrel" Sapa penjaga Rutan sopan
"Siang Pak, Dami aman?" Tanya Darrel to the point
"Lagi ada penjenguk Pak Darrel" Jawabnya jujur
"Siapa Pak?" Tanya Darrel kaget
"Anak SMA, katanya saudara jauhnya Dami, cantik banget kaya Rose Blackpink" Jawab Pak Rustam tersenyum senang
"hah?" Tanya Darrel makin kaget
"Udah lama Pak?" Tanya Darrel lagi
"Bentar lagi juga selesai Pak Darrel, sisa 5 menit lagi waktunya" Jelas Pak Rustam
"Darrel oppa, Annyeong" Sapa Ji Soo tersenyum cantik menyapa Darrel
"Nah, ini orangnya Pak Darrel" Ujar Pak Rustam ikut tersenyum
"terimakasih Pak Penjaga, aku udah selesai, pamit dulu ya, dadah" Ujar Ji Soo bersiap meninggalkan Darrel yang masoh tergugu di tempatnya
"Ji Soo, tunggu" Panggil Darrel, Ji Soo hanya berhenti sejenak kemudian segera berlalu kembali menuju parkiran dimana mobilnya berada, Darrel sampai harus berlari mengejarnya, namun abege lincah itu sudah keburu tancap gas dengan mobil ukuran yang cukup besar itu
"Dasar kepala batu, mau apa kamu kesini, mau apa ketemu Dami, bikin spaneng ajah siang-siang terik begini! Gw harus gimana coba?" Tanya Darrel
Darrel kemudian berusaha mengejar kekasihnya yang ternyata sangat mahir mengendarai mobil besar miliknya itu
"jangan lupa Rel, cewe lu itu titisan Kayyisha, sebocil apapun dia, dia tetep pasukan khusus yang keahliannya nggak bisa lu sepelein" Ujar Darrel pada dirinya sendiri, namun kali ini tujuan Ji Soo terlihat masuk kedalam rumah sakit membuat Darrel seakan ingin mati karena penasaran
"Ji Soo lu tuh mau ngapain sih? bisa nggak pelan-pelan ajah!" Tarik Darrel begitu jarak nya dengan Ji Soo semakin dekat
"lepas nggak, aku ada urusan penting" Pintanya tak kalah galak
"urusan apa?" Hanya Darrel lagi
__ADS_1
"kamu sekarang tunggu aku di rumah, temui aku ditanam, kita berjuang bersama" Jelasnya kemudian berlari secepat mungkin setelah lepas genggaman tangan Darrel
"ini cewek apa copet sih? larinya cepet bener!" Ujar Darrel menuruti kemauan Ji Soo
_
"Darrel, aku bisa minta tolong ambil USB dikamar Dami" pinta Ji Soo saat mereka sudah berada di tanam, membuat Darrel mengernyitkan keningnya bingung
"USB apa dikamar Dam! hah?" Tanya Darrel bingung
"aku nggak akan minta untuk kedua kalinya, ini gambarnya, kalau kamu nggak bisa bantu aku, aku berjuang sendiri" Ancam Ji Soo lagi
"aku tuh pacar kamu loh, kenapa nggak bisa minta baik-baik sih? dikit-dikit ngancam, dikit-dikit marah" Kesal Darrel
"jadi?" Tanya Ji Soo dengan mimik wajah yang semakin tidak bersahabat itu
"okeh, nanti aku ambilin" jawabnya pasrah
"Cup" Ji Soo mengecup pipi kanan Darrel singkat
"temui aku lagi saat USB itu ada di tangan kamu, aku pergi dulu" Ucapnya berlari, namun Darrel tersenyum gemas
"itu anak manis banget sih, dibantuin sedikit ajah langsung nyium, gimana gw bantuin yang lebih ya hihihi" Katanya pada diri sendiri sambil cengengesan
"Darrel, lu kenapa?" Tanya Asher yang tiba-tiba sudah ada di depannya membuat Darrel terkejut sampai terjungkal dari kursi nya
"eh udah bagus gw yang liat lu senyam senyum kaya orang oon di kebon sore-sore begini, kalo Mami Yura yang lihat abis lu di bawa ke tempat Ruqiah" Ujar Asher
"lagian lu ngapain sore-sore disini sendirian senyam senyum begitu, kesambet setan pohon mangga baru tau lu" lanjut Asher kembali mengomel
"kepo ajah lu, yang lain udah balik?" Tanya Darrel bangkit dari kursi nya dan melangkah masuk meninggalkan Asher yang masih bingung itu
"eh si kambing! pertanyaan gw nggak lu jawab main pergi ajah lu" Kesal Asher mengejar Darrel
"lu belum jawab pertanyaan gw ya tadi!" teriak Asher mengejar Darrel sambil menarik-narik jas milik Darrel
"nggak lagi ngapa-ngapain gw Sher, ngadem doang!" Jelas Darrel "maaf Sher, gw nggak berani jujur soal ini, gw sendiri nggak tau si batu ini mau ngapain" Ucapnya dalam hati
"dih, malah bengong lagi, udah buruan masuk sana, mandi, terus wudhu lu, biar setan yang nempel di badan lu pada pergi" Ujar Asher meninggalkan Darrel menuju kamarnya sendiri
Makan malam sudah Usia, setelah mengobrol ringan sebentar semua orang sudah masuk kedalam kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya malam ini
"Sayang" Panggil Zuumar saat melihat istrinya sudah memejamkan matanya
"kenapa habibi nya aku?" Tanya Kayyisha menatap ke arah Zuumar
"dari awal hamil sampe sekarang udah lewat 16 minggu, nggak ada satupun yang kamu minta ke aku, kamu nggak takut anaknya ngacay ileran?" Tanya Zuumar heran
__ADS_1
"emang ada kaya gitu ya?" Tanya balik Kayyisha
"nggak tau sih, tapi aku sering denger ibu-ibu komplek yang hamil muda suka minta mangga ditaman belakang itu, katanya kepengen" Jelas Zuumar lagi
"nggak ada, aku nggak minta apapun habibiku, kalopun aku mau sesuatu, aku nggak akan ngerepotin kamu, aku nggak akan minta yang aneh-aneh, kamu tau nggak? aku selalu minta dan berdoa semoga aku serta 3 malaikat yang tengah tumbuh dirahimku sehat selamat sampai waktunya mereka lahir kedunia, aku cuma minta ketika nanti entah takdir baik atau buruk yang akan datang saat proses melahirkan mereka kamu ada disisi aku ya?" Pinta Kayyisha menahan tangisnya
"Kenapa ngomongnya kaya gitu Sha?" Tanya Zuumar khawatir
"Namanya melahirkan Zuum, antara hidup dan mati, inget ya kalau jalan ku tak semulus jalan wanita lain saat melahirkan selamatkan anak-anakku" Pinta Kayyisha menatap dalam kearah manik mata Coklat milik suaminya itu
"Sha, jangan ngomong gitu lagi, aku takut" Ucap Zuumar memeluk istrinya
"takut kenapa?" Tanya Kayyisha membelai sayang kepala suaminya itu
"aku nggak mau kehilangan kamu, aku nggak mau kehilangan mereka, aku mau kita utih tanpa separuh" Ucapnya sedih
"iya, iya, kita akan sama-sama terus ya, samawa til jannah" Jawab Kayyisha tersenyum "Kalau Allah kasih izin kita akan terus sama-sama" tambahnya hanya di ucapkan dalam hati
"tidur yu Zuum, ngantuk banget aku nya" Pinta Kayyisha yang merasa mulai terasa sangat sakit dibagian kepala belakangnya
Sementara Ji Soo masih menunggu dengan was-was didalam kamarnya
"olaenman-iya" (lama banget sih) gerutu Ji Soosebal bolak balik didepan pintu kamarnya
"brak" Pintu terbuka cukup kencang membuat Ji Soo terjangkit kaget
"omo, kamjjagiya" teriak Ji Soo tak kalah kaget
"ssssttt.. jangan berisik" Ujar Darrel membekap mulut kecil Ji Soo membuatnya beradu tatap dengan jarak cukup dekat, degupan jantung keduanya seolah lomba berdebar
"aish.. lepas lepas, nggak ada adegan selanjutnya!" Ujar Ji Soo melepaskan tangan kanan Darrel yang membekap mulut mungilnya
"ganggu timing ajah kamu mah" Ujar Darrel kesal
"mana USB nya?" Tanya Ji Soo mengalihkan pembicaraan
"Nih" ujar Darrel meletakkan USB di telapak tangan Ji Soo
"jeongmal gomawoyo namjachingu!" (Terimakasih banyak pacarku) Ujar Ji Soo mendorong tubuh Darrel keluar kamarnya
"Upah nya mana?" Tanya Darrel yang sudah mengganjal pintu kamar Ji Soo dengan kaki kanan nya
"Upah, jeoge mwo-eyo?" (Upah, tuh apa?) Tanya Ji Soo bingung, tidak mengatakan apapun, namun Darrel justru mengecup sayang kening si kepala batu kemudian langsung berlari meninggalkan Ji Soo yang masih tercengang dengan tindakan spontan Darrel
"neomu gwiyeowoyo!" (gemesin banget sih kamu) Ujar Ji Soo menutup pintu kamarnya
💕🍀💕🍀💕🍀💕
__ADS_1