
"Abang" panggil Zea dengan nada sedikit tinggi
"apa sih dek" Jawab Zayyan memutus pandangan lurusnya
"lu liatin apa Za?" selidik Zulfan
"Aniyo" Jawab Zayyan cepat disusul dengan langkah seribu yang seolah enggan menjawab pertanyaan saudaranya itu
"eomcheong isanghae" (ih aneh banged) Ujar Zulfan menggelengkan kepalanya, dan Zea menanggapinya hanya dengan tersenyum
"Dek, eomma appa ngapain ya kesini?" Zulfan penasaran
"mantau kita lah, ngapain lagi mereka!" Jawab Zea jengah
"kan kita udah sepakat, kita sekolah di sekolah mereka tanpa campur tangan mereka, masih ajah main pantau" Ujar Zulfan
"ish nggak usah teriak, nanti ada yang denger, udah buruan balik kelas, bel masuk nya bentar lagi" Jawab Zea menarik mesra lengan sang Kakak
Kalau mereka bukan adik kakak rasanya seperti pasangan kekasih mesra bergelayut manja, membuat siapapun menatap iri kearahnya, tapi tiba-tiba Arhan berteriak keras dari arah belakang Zea dan Zulfan
"woi *******..!!" Teriak nya sangat kencang hingga membuat suasana ramai saat istirahat mendadak sepi dengan teriakan konyolnya, Zea dan Zulfan berusaha mengabaikan teriakan unfaedah Arhan, namun bukan berhenti Arhan justru terus meledek dan tak berhenti berteriak
"ke sekolah pake cadar, udah persis kaya terori** lu" Ledeknya membuat Zea berbalik dengan cepat berjalan kearah Arhan yang asik tertawa, tanpa banyak basa basi satu pukulan tepat di tulang hidung milik Arhan bersarang dari tangan putih milik Zea, membuat Arhan tumbang seketika dengan darah mengucur deras
"Zea" teriak Zayyan dan Zulfan memeluk si bungsu yang menangis menahan kesalnya
"neomu hwanass-eo hyeong" (aku marah banget ka) lirih Zea yang masih menangis itu
"gwaenchana, gwaenchana" Ujar Zayyan membelai sayang punggung adik bungsunya yang masih bergetar hebat dalam tangsi pilunya, Arhan segera dilarikan kerumah sakit, Zea, Zulfan dan Zayyan segera dipanggil ke ruang pembinaan siswa untuk dimintai keterangan, dan tentu masalah ini makin menaikan famous ketiganya seantero SAKTI NUSANTARA padahal mereka sungguh sangat tidak. menginginkan hal demikian
__ADS_1
"Zea, maafkan Arhan" Ucap Ibu berkerudung hijau yang ternyata orang tua Arhan
"maafin Zea juga Bu, karena udah main kasar sama Arhan" Ujar Zea tulus
"Ibu tenang ajah, semua biaya kita yang urus sampai Arhan sembuh" Ujar Zayyan dingin
"Kalian memang ada uang darimana?" Selidik guru konseling (BK)
"kami bertiga punya usaha pak, jangan meremehkan, sekolah ini kami beli ajah uang tabungan kami masih sisa!" Jawab Zulfan kesal karena sedari tadi guru ini seolah menyudutkan Zea
"jaga ya bicara kamu, sopan sedikit sama guru, mana orang tua kalian dari tadi kita suruh datang tapi sampai sekarang nggak datang juga!" Ucap guru berwajah kotak itu
"Maaf Pak Seno, Anak-anak kami membuat ulah ya?" Ujar Kayyisha yang terburu-buru putar balik saat dikabarkan Zea memukul orang hingga pingsan
"Bu Isha" Jawab Pak Seno membeku
"Maaf ya Pak" Ujar Zuumar bergantian
"iya Pak" jawab Zuumar memeluk sayang Zea
"Hah, mampus lu" Cicit Zulfan kesal
"Aduh saya mohon maaf Pak, tertinggal informasi kalau anak-anak Bapak Ibu sekolah disini" Ucapnya menjilat membuat Zulfan sangat muak
"Bagaimana Pak Seno, apa sudah selesai?" Tanya Zuumar
"Maafkan anak saya Pak" Ujar lirih Ibu yang duduk namun dengan wajah terus menunduk itu
"namanya juga anak-anak Bu suka iseng" Jawab Kayyisha lembut
__ADS_1
"neohui ses-eun jigeum eommaleul byeong-won-e delyeogago issda" (kalian bertiga ikut eomma kerumah sakit sekarang) Ujar Kayyisha dingin
"Ne eomma" Jawab ketiganya kompak
"Bu, mau kerumah sakit bareng kita?" Tawar Kayyisha pada Ibu Arhan
"nggak Bu, saya nunggu suami saya ajah" Jawabnya getir
"kalau begitu kami duluan ya Bu, Ibu tenang ajah soal biaya anak-anak saya yang akan menanggung nya sampai Arhan pulih, Oh iya Pak Seno kami pamit ya" Pamit Kayyisha yang langsung meninggalkan si kembar tiga itu
"Zulfan, Zayyan, Zea, tolong jangan pecat saya" Pinta Pak Seno
"iya Pak tenang aja, tapi tolong ya Pak, jangan sampe ada yang tau murid disini kalau kami anak pemilik sekolah" Pinta Zea, Pak Seno mengangguk paham sementara ketiganya menyusul mobil sang ibu menuju rumah sakit keluarganya yang saat ini masih di pegang penuh kuasanya oleh Dokter Yumi, Hana Ji Soo serta Shin Bangsanim
"Kita pasti kena ceramah panjang lebar nih" Ujar Zulfan
"Mianhae Oppa" Sesal Zea
"gwaenchana, lu udah the best sih dek nonjok dia sampe patah tulang, kalo gw jadi lu udah pasti gw injek-injek si brandal sampe koma" Gemas Zulfan membuat Zayyan dan Zea bergidik ngeri
Selepas kepergian ketiganya sekolah masih berlanjut, tapi topik bahasan diantara para siswa siswi SAKTI NUSANTARA tak jauh dari sikembar tiga yang sangat kompak
"Ngeri juga ya, senggol tampol itu sih urusannya" kata siswa A
"gw kalo jadi Zea juga sama lah, Arhan ajah kelewatan becandanya kaya gitu" Siswa B
"Gw denger mereka pake biaya pribadi loh buat operasi idung nya Arhan, keren banget sih" Siswa C
"lu lihat coba mereka bertiga tuh ketara banget orang punyanya, cuma bukan tukang pamer kaya anak OSIS kita" Jawab Sisa D
__ADS_1
"gw malah seneng si Arhan kena tampol sampe pingsan gitu kapok tuh anak buat jail lagi, lu tau sendiri bacot tuh anak kaya apa kan?" Jawab siswa E
🍃🍃🍃🍃🍃🍃