
Ji Soo sudah berhasil mengalahkan empat lawannya, satu diantara nya yang ia yakini sebagai ketua geng nya sudah ia todongkan pistol pada pelipis kirinya, terdengar tawa mengerikan sebelum ia menarik pelatuk dengan jari manisnya
"neo jugeo, Jugeo! Jugeo!" Teriak Ji Soo kemudian terdengar letupan dari senjata yang ia genggam, 3 lelaki yang sudah babak belur itu tak berani melihat temannya dibantai, mereka sudah memejamkan matanya dan berteriak, namun sang ketua ternyata masih bernyawa lemas berlutut di depan Ji Soo
"ini kosong, sana pergi" Ujarnya berteriak mengusir ke empat lelaki yang sedari tadi sudah babak belur ia hajar, melihat musuhnya kabur lari kocar kacir membuat Ji Soo tertawa puas
"Ji Soo" teriak seseorang yang sedari tadi menyaksikan adegan yang tak seharusnya di lakukan oleh seorang wanita secantik Ji Soo, Ji Soo menoleh namun ternyata bukan orang yang Ji Soo harapkan memanggil namanya
"nuguseyo?" (kamu siapa?) Tanya Ji Soo
"Asher" Jawab Asher yang sedikit faham bahasa dasar karena sering nonton dramanya
"Zuumareuui chingujyo?" (Temennya kak Zuumar kan?) Tanya Ji Soo lagi
"iya, gw temennya Zuumar, masa lu lupa muka gw!" Ucap Asher kemudian mendekatkan ponselnya pada Ji Soo
"a joesonghabnida ij-eobeolyeoss-eoyo!" (aah, maaf-maaf, aku lupa) Ucapnya lagi
"lu ngapain disini? mau pulang nggak?" tanya Asher lagi kemudian memberikan ponsel miliknya untuk kemudian di baca oleh Ji Soo
"Zuumarui samusillo delyeoda juseyo" (bisa anter aku ke kantor ka Zuumar nggak?) Tanya Ji Soo lagi
"hal su iss-eo, gaja" (bisa dong, ayo) ajak Asher membawa Ji Soo kembali ke kantor milik Zuumar, sebenarnya ia ingin sekali menanyakan bagaimana bisa ia seorang diri berkelahi dengan banyak pria, dan kenapa bisa ia jauh sekali dari kantor Zuumar, namun banyaknya pertanyaan itu tidak ia tanyakan karena Ji Soo tampaknya tadi sangat marah saat menghajar para berandalan itu, karena Asher sudah mengikutinya dari dalam mobil saat Ji Soo mulai membelokkan arah dari trotoar ramai pejalan kaki menuju jalan sepi di ujung gang
"Asher, aku laper, tapi aku tidak punya uang" Ucapnya jujur
"iya nanti gw traktir, kita makan di cafe deket kantor Zuumar ajah ya, biar irit waktu" Jawab Asher kemudian memberikan ponselnya untuk dibaca Ji Soo
__ADS_1
"gamsahabnida" Jawabnya seraya merundukan kepalanya
"iya sama-sama"
Setengah jam berlalu mereka sudah duduk di dalam cafe yang letaknya dibawah perusahaan milik Zuumar untuk makan siang, Banyak juga pegawai perusahaan Zuumar yang makan siang di tempat itu, sebagai salah satu sahabat pemilik perusahaan Asher memiliki banyak fans yang menggilai dirinya, seketika mereka patah hati berjamaah melihat Asher tengah makan siang berdua dengan gadis cantik berkulit pucat tersebut.
Tapi tidak dengan Ji Soo, yang bahkan seolah bodo amat dengan tatapan marah para wanita pengejar Asher
"kamu laper banget?" Tanya Asher basa basi
"ne, jeongmal baegopa" Jawabnya sambil terus menyuapi banyak makanan kedalam mulutnya membuat banyak sisa makanan tersisa di ujung bibir wanita cantik itu, dengan penuh perhatian Asher mengusap sisa makanan di ujung bibir Ji Soo membuat Ji Soo membeku dengan perlakuan manis Asher, bahkan mata sipit Ji Soo melebar menatap tangan Asher yang tepat berada di ujung bibirnya
"lu tuh udah gede tau nggak, makan masih kaya anak kecil ajah, belepotan gini" Ucapnya sambil tersenyum dan itu cukup membuat jantung Ji Soo berdegup lebih cepat
namun ternyata ada tinju nyasar di pipi mulus milik Asher
"Ji Suu'Yaaaaa, Hajimaaaaa..!!!" Teriak Kayyisha berlari mendekat ke arah Ji Soo
Semua pengunjung cafe yang rata-rata pegawai di bebarapa perusahaan Zuumar tercengang kaget dengan peristiwa ini bagaimana tidak dua pria jomblo dengan paras sangat tampan yang dikenal bersahabat dari kecil berkelahi karena satu wanita asing yang dengan sukses nya menodongkan pistol di kepala Darrel
Ji Soo sudah kembali menyimpan pistol miliknya dalam Jas khusus yang selalu ia gunakan, Darrel dan Asher sudah duduk kembali, sementara Zuumar sedang memijat kepalanya pusing, ia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi karena tadi Ji Soo pergi dengan Darrel, kenapa bisa sekarang justru Asher berkelahi dengan Darrel sampai Ji Soo mengeluarkan senjata api miliknya itu
"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan para pengunjung, masalah ini akan segera saya selesaikan" Ucap Zuumar pada semua pegawainya
"Asher, Darrel, Ji Soo ikut saya ke ruangan" Perintah Zuumar dengan wajah yang sudah tidak enak dilihat itu, Kayyisha menarik lengan kanan Ji Soo sambil berusaha menceritakan apa yang terjadi.
Pegawai Zuumar tidak ada yang berani berkomentar apapun mengenai kejadian barusan, karena wanita cantik yang menodongkan senjata api miliknya ternyata sangat akrab dengan istri pemilik perusahaan dimana mereka bekerja, mereka tak ingin mencari masalah apapun dengan menggosip kan orang-orang terdekat Sang CEO, tadi pagi cukup menjadi pelajaran betapa sang CEO begitu sangat mencintai istri tertutupnya, bahkan seorang bodyguard cantik yang lebih cocok menjadi idol k-pop itu terus berada di samping sang istri yang jelas-jelas bersenjata lengkap, lebih baik diam dianggap mati dari pada bising bergosip kehilangan pekerjaan, begitulah prinsip pegawai Zuumar saat ini.
__ADS_1
Mereka sudah masuk dalam ruangan kerja milik Zuumar, berkumpul di meja bundar dekat sofa panjang tempat Zuumar menghilang kan penat
Ji Soo mengeluarkan Tissue dan memberikan sedikit antiseptik pada tissue untuk membersihkan sisa darah di sudut bibir milik Asher
"Gwaenchanheuseyo?" (lu baik-baik ajah kan?) Tanya Ji Soo saat membersihkan luka Asher
"gw nggak apa-apa, santai ajah" Jawab Asher mengambil alih tissue yang dipegang Ji Soo, pemandangan itu sukses membuat Darrel semakin gondok, pikirannya sudah travelling kemana-mana, tanpa tau cerita aslinya seperti apa
"joesong haeyo, Asher!" (Maaf ya Sher) ucap JI Soo penuh penyesalan
"Asher, Darrel kalian kenapa bisa sampe adu jotos di cafe perusahaan coba, bikin malu ajah" Ucap Zuumar sarkas
"aku boleh jelasin nggak, tadi Ji Soo udah cerita sama aku" Jawab Kayyisha memotong ucapan sang suami
"Boleh sayang, kalo Ji Soo yang jelasin yang ada aku tambah mumet" Jawab Zuumar menggenggam jemari indah istrinya
"Darrel kenapa tadi pagi bentak Ji Soo karena Sandara?" Tanya Kayyisha to the point, pertanyaan itu sukses membuat Darrel tersentil ia bahkan pagi tadi tidak sempat menanyakan dulu apa sebabnya Ji Soo dan Sandara kenapa bisa sampai mereka berdebat hebat di cafe X
"Karena mereka adu debat di WC Sha" Jawab Darrel ragu
"lu ada tanya kenapa mereka berdebat? siapa yang mulai?" Tanya Kayyisha lagi, namun Darrel hanya diam
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Bonus hari ini 💕
Sehat selalu sahabat online di manapun berada
__ADS_1
terimakasih untuk semua dukungannya 🙇♀️