
"mana setannya paman?" Tanya Zea kecil sekali lagi
"kamu, kamu itu setannya!" Jawab Darrel semakin takut
"aku?" tanya Zea menunjuk dirinya sendiri
"iyalah, emang ada siapa lagi di sini selain kamu sama aku yang masih sadar" ujar Darrel yang merasa takut dsn kesal secara bersamaan
"aduh, paman ini kebanyakan nonton sinetron horor kayanya, mana ada setan cantik imut lucu kaya aku begini, nih liat kaki aku ajah napak di lantai, aku nggak melayang paman, apa kau mengigau paman?" Tanya Balik Zea
"kenapa gaya bicara anak ini persis sekali dengan si kembar Zu Za?" Tanya Darrel dalam hati
"siapa kamu? kenapa ada didalam kamar rawat milik Zuumar?" Tanya Darrel to the point
"Aku Zea Yeon Aida paman, itu ayah dan ibu ku sedang tidur, Bayhaqi Ghiffary Zuumar (Zuumar) adalah Appaku, dan maiza Kayyisha adalah eomma ku paman tampan, paman sendiri siapa? apa paman pengawal Appa?" Cerocos Zea tak berhenti
"kamu bilang siapa namamu? Zea Yeon Aida?" tanya Darrel mengulang pernyataan Zea
"Iya Paman, aku Zea" Jawab Zea mengganggukan kepalanya, Darrel berlari mendekati Zea kemudian memeluknya erat
"eh paman ini mesum sekali, lepaskan pelukan paman" Ujarnya sambil terus memukul keras Darrel
"kamu nyata? aku bahkan bisa menyubit pipimu" Ujar Darrel yang kini sibuk mencubiti pipi milik Zea
"aaah paman, ini menyakiti ku" jerit Zea membangunkan Kayyisha yang masih nyenyak tertidur, Darrel kembali terkejut untuk kesekian kalinya
"Kayyisha?" Tanya Darrel
"ada apa Rel? kenapa sepagi ini kalian ribut sekali?" Tanya Kayyisha yang masih mengumpulkan nyawanya itu
"ya Allah ada apa ini?" Tanya Darrel yang bingung
"apa yang ada apa Darrel?" Tanya Kayyisha ikut bingung
__ADS_1
"kamu, anakmu? kenapa bisa disini?" tanya Darrel
"kami tidak kemana-mana Darrel, kami selama ini ada disini" Jawab Kayyisha yang kini sudah duduk tegak menatap Darrel yang bingung
"ah kepalaku tiba-tiba pusing sekali, kenapa orang yang sudah dikubur 4 tahun lalu bisa disini?" Tanya Darrel memegangi kepalanya pusing
"siapa yang dikubur eomma?" Tanya Zea ikut pusing melihat tingkah aneh Darrel sedari tadi
"tidak ada Nak, Zea sudah kekamar mandi?" Tanya Kayyisha mendekati sang anak
"sudah eomma, paman itu tadi membantu ku turun dari ranjang" Jawabnya tersenyum
"sudah ucap terimakasih? paman ini sahabat baik Appa, Darrel'li Samchon" jelas Kayyisha
"aaah, paman Darrel aku Zea, terimakasih sudah membantu" Ucapnya sopan
"ah iya Zea, Sama-sama" jawab Darrel senang "Zea sepertinya tidak seperti Zu dan Za si pembuat onar" ucap Darrel dalam hati
Akhirnya Darrel memutuskan untuk mencari masjid didekat rumah sakit, untuk shubuh berjamaah, sementara Kayyisha dan Zea shalat di dekat ranjang Zuumar terbaring, Kayyisha dengan sabar menanti Kesadaran Zuumar puluh, mengisi waktunya dengan melantunkan ayat suci Al-Quran yang di ikuti oleh si cantik Zea, Sayup-sayup terdengar ditelinga Zuumar suara yang bertahun-tahun ia rindukan, membuatnya memaksakan membuka matanya walau terasa sangat berat, Zuumar akhirnya sadar setelah berjam-jam dipaksa tidur oleh obat yang diberikan Ji Soo sebelumnya, saat membuka mata hal yang ia lihat ada dua wanita cantik berpakaian warna senada sengan gaya serupa tengah mengaji didekatnya, air matanya langsung membanjiri pipi mulusnya, Kayyisha yang khusu ber tadarus tidak melihat kalau Zuumar sudah sadar menatap haru kearahnya
Dengan Takzim Kayyisha mengecup punggung tangan kanan milik Zuumar, "Alhamdulillah kamu sadar juga" Ucap Kayyisha langsung menggenggam erat tangan milik suaminya, Zuumar masih terus terisak bahagia melihat dua wanita tercintanya kini nyata ada dihadapan nya
"Apa yang sakit? kenapa terus menangis?" Tanya Kayyisha khawatir, namun Zuumar hanya menggeleng kan kepalanya
"Appa" panggil Zea menahan tangisnya pecah
"sini sayang, Sha bantu aku duduk, sini sayang Zea Yeon Aida, peluk Appa" pinta Zuumar, setelah Kayyisha membantu Zuumar duduk dengan patih Zea naik keatas ranjang dan merangkak memeluk sang Appa, disusul kemudian Kayyisha yang memeluk keduanya, tak ada satupun kata keluar dari ketiganya, hanya tangisan rindu yang terdengar semakin pilu ditengah ruangan sunyi tersebut
"Zuum" Panggil Kayyisha begitu pelukan mereka saling terlepas
"kamu baik-baik ajah sayang? nggak ada yang luka?" tanya Zuumar khawatir
"aku baik-baik ajah, kamu nggak mau denger penjelasan aku dulu?" tanya Kayyisha ragu
__ADS_1
Zuumar menggelengkan kepalanya cepat "aku nggak butuh penjelasan apapun dari kamu, kamu kembali dengan selamat membawa serta Aida di sisiku sudha menjadi kado terindah untukku, sama seperti tahun-tahun lalu saat kamu menghilang dengan banyak misi rahasia dibelakang ku, kali ini pun sama, aku tidak akan meminta penjelasan alasan apapun untuk itu" Jawab Zuumar mengusap air mata di ujung niqab milik sang istri
Ternyata di luar ruangan sudah ada Ji Soo, Darrel, Zayyan dan Zulfan yang menangis berjamaah melihat betapa harunya subuh ini
"Zu, Za masuklah, kalian harus berkumpul" Pinta Ji Soo pada Keponakan kembarnya itu
Ji Soo yang masih sesenggukan menangis itu dipeluk erat oleh Darrel, sementara Zulfan dan Zayyan masuk kedalam untuk menemui keluarganya
Zuumar menoleh saat pintu kamar perawatan nya terbuka "Jagoan Appa, sini sayang" Ujar Zuumar merentangkan tangannya meminta kedua putra cerdasnya untuk memeluknya, Zu dan Za berlari memeluk sang Appa
"jangan sakit lagi Appa, kami sudah membawa Eomma dan Zea pulang untuk Appa" Ujar Zulfan yang kini banjir air mata
"terimakasih Son, kalian terbaik" Ucap Zuumar menciumi pucuk kepala keduanya
"Appa lepas, aku sesak" Ujar Zayyan merusak suasana haru tersebut
"anak ini" ujar Zuumar mengacak sayang rambut si sulung Zayyan
"eomma" panggil Za mengadu pada sang ibu
"oh sekarang main curang ya, punya back up an eomma" ledek Zulfan pada sang kaka
"biarin, hush sana-sana anak kesayangannya Appa" jawab Zayyan mengusir Zulfan yang hendak mendekat kearah Kayyisha
"hei, nggak ada istilah anak kesayanngan Appa, Zulfan, Zayyan, Zea semua anak Appa, kesayangan Appa cuma Eomma, kalian nomor dua ya!" Jawab Zuumar membuat ketiga anaknya berekspresi ingin muntah
"huh dasar bucin" teriak Ze, Zu, dan Za kompak
"loh, coba tanya eomma, kesayangan nya eomma juga cuma Appa, kalau kalian cuma sayang ajah bukan kesayangan" ledek Zuumar semakin membuat ketiganya kesal
"kenapa aku memiliki ayah semenyebalkan ini eomma? aku mau pulang kerumah Daddy ajah, dia selalu memanggilku kesayangan" Ucap Zea kesal, Zuumar yang mendengar ya justru langsung berwajah merah padam marah
"Daddy? apa maksud nya Daddy?" tanya Zuumar berfikir negatif "apa Kayyisha sudah punya sugar Daddy setelah tiba-tiba bangun dari kuburnya?" Tanyanya dalam hati
__ADS_1
💕🍀💕🍀💕🍀💕