KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
65


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Darrel, Ji Soo hanya diam membisu, namun itu cukup jadi jawaban untuk Darrel tentang perasaan Ji Soo pada Rayyan Darrel hanya menghembuskan nafasnya kasar, sejak tragedi malam itu, Darrel mulai membuka hatinya untuk Ji Soo, karena ia mantap akan bertanggung jawab walau tidak terjadi apapun diantara keduanya, ternyata ini alasan Ji Soo tidak menerima Darrel untuk bertanggung jawab "kalah semua-semua kalau saiangan nya Rayyan" lirih nya dalam hati


"aku serakah ya, punya sepupu sendiri masih ingin dimiliki?" Tanyanya pada Darrel frustasi


"mencintai milik orang lain itu sangat wajar, tapi tidak waras jika kamu ingin merebutnya" Ucap Darrel singkat namun cukup menusuk hati


"tapi aku tidak pernah memiliki niat sedikitpun untuk merebut milik sepupuku" Jawabnya lirih sambil mengusap air mata yang terus mengalir dari mata indahnya


"Belajar memahami bahwa tak semua keinginan harus terpenuhi, adalah obat terbaik untuk mencegah kecewa dan patah hati" Jawab Darrel lagi, tak bisa dipungkiri hati nya ikut nyeri mendengar kejujuran Ji Soo saat ini


"tapi itu tidak mudah" Jawabnya lagi


"bagaimana caranya aku bisa baik-baik saja setelah patah karenanya?" Tanya Ji Soo pada Darrel dengan tatapan sendu, matanya merah basah oleh air mata, Darrel tidak menjawab pertanyaan Ji Soo, namun Darrel memeluknya sangat erat kemudian membisikkan sebuah kata pada Ji Soo "Jisuya, salanghae" akhirnya kata itu terucap dari bibir Darrel, walau ia tau ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan cinta saat Ji Soo tengah benar-benar patah, namun hanya kata itu yang terucap dari mulutnya untuk meyakinkan Ji Soo kalau ada orang yang mencintai dirinya dan itu adalah Darrel.


Ji Soo kaget mendengar pernyataan cinta Darrel untuknya, ia tidak menjawab, bukan menolak hanya masih menata ulang hatinya yang patah karena cinta segitiga yang baru saja meluluh lantahkan bongkahan hatinya, ia hanya membalas pelukan Darrel dan kembali menangis dalam dekapan Darrel


"berjuang tak semua nya tentang MAJU, perhatikan tarik tambang, ia justru butuh MUNDUR untuk menang, kamu perlu mundur agar hatimu tidak semakin sakit, tidak mudah memang tapi semua akan terbisa setelah rasa memaksa untuk menerima, Suatu hari nanti akan ada seseorang yang menunggumu tanpa diminta, mencintaimu tanpa peduli kamu siapa, dan akan menyayangimu sampai tutup usia, yaitu aku Darrel yang ada di hadapanmu" Ujar Darrel yang masih mendekap Ji Soo, perlahan Darrel melepas pelukannya pada Ji Soo


"aku nggak butuh jawaban atas pernyataan yang baru saja aku katakan, aku cuma mau kamu tau, kalau aku ada di garda terdepan untuk kamu, kamu nggak perlu balas cinta aku ke kamu, kamu cukup bahagia atas hidup kamu, dan itu akan membuatku bahagia menjalani hidupku" Ujar Darrel mengacak sayang rambut merah milik Ji Soo, kemudian Darrel. beranjak bangun dari duduknya meninggalkan Ji Soo seorang diri, Darrel sengaja meninggalkan Ji Soo, karena Darrel yakin Ji Soo butuh waktu sendiri untuk menata hatinya


Ji Soo hanya menatap nanar kepergian Darrel dari sisinya, matanya terus melihat punggung Darrel yang perlahan menjauh dan menghilang dibalik tembok villa, "hangat" itu yang Ji Soo rasa dalam hatinya saat ia dengan bebas menceritakan semua beban yang ia simpan seorang diri, ia tidak berani menceritakan masalah ini pada siapapun, sengaja ia mengatakan kalau ia punya pacar agar lolos dari perjodohan dengan Darrel, karena saat itu ia benar-benar jatuh cinta pada Rayyan, tapi kenyataan berkata kalau Rayyan begitu mencintai sepupunya Hana, mereka saling cinta, tidak mungkin ada celah untuk Ji Soo masuk didalamnya.


_

__ADS_1


"Lama bener? Setor tunai lu?" Tanya Naresh yang melihat Darrel baru tiba


"mules banget gw" Jawabnya berbohong


"Rayyan sama Ji Soo kemana Rel, di Vila ada?" Tanya Asher


"Rayyan di kamar Hana, kalo Ji Soo gw nggak lihat, mungkin di kamarnya juga kali" Jawabnya lagi-lagi berbohong


"Ji Soo sakit kali ya, dari kemarin kaya nggak semangat gitu?" Tanya Naresh lagi


"mana gw tau, emang gw dokter, coba lu tanya si tante sana, dia kan dokternya" Jawab Darrel lagi


"Ogah, gw nggak berani deket-deket tante lampir, takut!" Jawab Asher bergidik ngeri


"takut iman dan imun gw terganggu bro" Jawab Asher ambigu


"dih bocah mesum terus otaknya! parah lu!" Ujar Darrel menoyor kepala Asher


"heh bang ke, gw lelaki normal, lihat pemandangan indah aduhai kaya gitu nggak mungkin nggak bangkit miniatur monas gw, lu kali pada nggak normal, lihat nikmat Tuhan mana yang kau dustakan masa nggak berselera!" Jawab Asher lagi


"iya juga sih, usia matang, semua juga ikutan matang, tapi kalo kita lihat Si tante sama Kayyisha kaya syurga sama neraka tau, Kayyisha pake baju lebar nutup semua-muanya sampe cuma matanya ajah yang kelihatan, nah si tante di buka semua-muanya ampe berbentuk indah begitu" Jawab Naresh tak kalah mesum


"jaga pandangan woi, dosa jariyah nanti" Ucap Darrel mengingatkan

__ADS_1


"dia yang buka-bukaan kita yang nanggung dosanya, nggak dilihat mubazir, dilihat numpuk dosa, serba salah kan kita!" Jawab Asher lagi


"ah gw sih nggak tuh, lu ajah kali Sher, coba liat tuh Zuumar, doi biasa ajah deketan sama si tante" Ucap Darrel lagi


"gw juga kalo punya bini modelan Kayyisha udah pake kacamata kuda, nggak lirik kiri kanan lagi gw, kita kan pernah lihat mukanya Kayyisha kaya apa cekepnya, beruntung banget tuh si mantan jawara dapet bini spek bidadari modelan Kayyisha begitu" Ungkap Darrel


"Tuhan tuh suka gimana gitu ya, ngatur sesuatu sesuai porsi banget, modelan kita yang semua serba pas-pas an begini, mungkin alur hidup kita juga bakalan pas-pas an juga kali ya?" Tanya Asher lagi


"ya nggak gitu Sher, Jodoh tuh menurut gw tentang ketepatan dan ketetapan, orang yang tepat, waktu yang tepat, yang pasti sesuai juga dengan ketetapan-Nya, Jadi nih ya kalau ada orang yang belum menemukan pasangan hidupnya, padahal usianya sudah lebih dari sekedar layak, bukan berarti yang bersangkutan punya kesulitan untuk menemukan jodohnya. Tapi emang, waktunya yang belum tepat, ketetapan Tuhan-Nya yang emang belum datang, Lagian nih ya kalo lu mau luar biasa, udah embat ajah si tante" ledek Darrel sambil cengengesan


"udah jangan bahas si tante lagi, dia denger abis kita di suntuk pake virus cangkul" Ujar Naresh


"virus cangkul apa?" Tanya Asher bingung


"itu virus yang kemarin di tanem di Hana, virus cangkul kan namanya?" Tanya Naresh


"Virus jihacheol Resh bukan cangkul" Jawab Darrel


"gw susah nyebutnya hahaha" tawa nya pecah menertawakan dirinya sendiri


"eh stop, stop, udah, udah, itu lihat si tante mendekat kearah sini" Ujar Asher panik


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2