
"Imoo, bisa dipindah nggak ruang perawatan Adya ketempat lebih aman?" Tanya Za
"Kenapa nggak pakai bodyguard?" Tanya Shin memastikan
"terlalu mencolok dong Imoo, nanti malah ketahuan" Ujar Zu tumben hari ini cerdas
"Baiklah Imoo siapkan, Zayyan ayo" Ajak Shin
Didalam ruangan tersisa Adya, Zu dan Zea, Adya masih terlihat menahan sakit dengan banyak luka di tubuhnya
"Maafin gw Ze" Ujarnya sekali lagi
"iya, maafin abang-abang gw juga" Ujar Zea lagi
"Zu, sorry" Ujar Adya
"Gw juga, bikin lu bonyok gitu" Jawab Zu masih sedikit malas
"kalau Zea nggak nyuruh stop, mungkin lu udah di tanem kali" Sinis Zu
"lu nggak takut di penjara?" Tanya Adya
"hah, hukum bisa dibeli, tapi harga diri dan ke istiqomahan adek gw nggak" Jawab Zu lagi
"Oppa, udah deh, jangan di mulai lagi" giliran Zea buka suara
"Eomma, Appa nggak kesini Oppa?" Tanya Zea lagi mengalihkan pembicaraan
"Nggak Dek, ada meeting penting katanya" Jawab Zu lagi
"Kalian minta gw ngapain biar masalah ini cepet clear?" Tanya Adya
"nggak perlu ngapa-ngapain Adya, cuma ikutin mau nya "dia" ajah, kita bakalan back up lu, jadi lu akan tetap aman" Ujar Zu menjelaskan
"dia nekat, dan sangat mengerikan saat marah" Ujar Adya mencoba memberi tau
"iya kita udah tau! kita masih butuh banyak bukti, jadi sementara kita ikutin alur mainnya dia gimana?" Jawab Ze lagi
"tapi gw aman kan?" Tanya Adya memastikan
"Rumah sakit ini punya bapak gw, yang jaga disini juga pasukan terlatih semua, selama lu tutup mulut dan nurut mau kita, lu aman! tapi kalo lu ada main di belakang kita, nyawa lu taruhannya" Jelas Zu sewot
__ADS_1
"Abang ih, kenapa bocor bener sih mulutnya!" Omel Zea
"abis ini anak ngeremehin kita banget kayanya!" Jawab Zu masih kesal
"Bukan gitu Zu, gw masih pengen hidup lebih lama ajah!" Jawab Adya lagi
"heran, ada orang ogeb nya kaya lu" cicit Zu lagi
"Eh, ponsel gw bunyi kalian diem dulu, nanti gw loudspeaker" Ujar Adya kemudian menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan
"Hallo" Ujar Adya
"Ad, lu gimana?" Tanya sesorang di sebrang
"aman, cuma patah tulang beberapa" Jawab Adya jujur
"gw perlu jenguk nggak?" Tanyanya lagi
"nggak usah, nanti mereka malah tau kalo ini ulah lu" Ujar Adya memancing
"Makasih ya Adya, kasih tau gw kalo. Zu Za Ze pulang, gw ada di deket rumah sakit Zuu" Ujar nya lagi
"iya, mereka masih ngobrol sama dokter, dan urus administrasi nya" Jawab Adya lagi
"lu tenang ajah! lu segalanya buat gw" Jujur Adya
"Sebenernya lu ada masalah apa sih sama si kembar tiga itu? padahal mereka nggak pernah ngusik lu loh!" Pancing Adya
"panjang, dan gw nggak bisa cerita lewat telpon, intinya gw kehilangan anggota keluarga gw karena keluarga mereka dan gw harus balas rasa sakit ini sak merek" jawabnya
"okeh, nanti klo lu senggang kesini ya, biar kita bisa cerita langsung" Ujar Adyatama lagi
"pasti, kabarin ke gw kalo mereka udah nggak di deket lu" Jawabnya dari sebrang
Panggilan terputus, bersamaan dengan Zayyan yang masuk kedalam ruangan
"Ayo, udah siap" Ajak Zayyan yang di ikuti beberapa orang perawat untuk memindahkan Adyatama keruangan lebih aman
"aman semua?" Tanya Zu berbisik
"aman, semua siap!" Jawab Za berbisik
__ADS_1
"Abang, Oppa, ayo!" teriak Ze memanggil
Mereka sudah berada diruangan yang lebih aman dan jelas lebih canggih untuk tekhnologi penyadapan yang mereka akan lakukan.
"Adya, kita balik dulu ya, besok habis sekolah kita kesini lagi" Pamit Za mengajak dua saudaranya itu
*
"Mau balik kita?" Tanya Zu
"kita stay disini beberapa saat Zu, sambil lihat semua berfungsi atau nggak" Jelas Za lagi sambil menunjuk dengan dagunya beberapa alat yang ada di hadapan mereka
"oke" nawab Zu menurut
Sementara Zea terlihat sedikit melamun
"mikirin Dami Samchon lagi dek?" pancing Zayyan
"Jangan sebut nama itu lagi Bang!" Jawab Zea kesal
"Bukan mikir itu adek tuh, kayanya ada salah faham Bang soal Maysun ke kita, inget nggak waktu abang lihat foto Maysun sama lelaki itu di rumahnya ditambah lagi Arhan bilang Maysun sering dapet telpon dari cowo yang ia panggil Abang, kita harus cari sosok abang yang Arhan maksud itu kan Hyeongie?" Ujar Zea panjang lebar
"Abang juga kepikiran gitu sih, jadi kita gimana?" Tanya Zayyan lagi
"biarin Maysun ngelakuin yang dia mau, sambil kita mancing si "abang" itu keluar kalau perlu umpan nggak masalah adek jadi umpannya untuk dapat hasil kakap" Jelas Zea lagi
"Eh, nggak ada umpan-umpanan ya dek, oppa nggak mau kamu kenapa-kenapa! cukup kita pisah pas kecil dulu dek, sekarang kamu tanggung jawab oppa sama Abangmu!" tolak Zulfan
"kalo nggak gitu nggak kelar-kelar masalahnya Oppa!" Jawab Zea
"Dek, Dek ini Maysun masuk ke kamar nya Adya" Panggil Zayyan menunjuk monitor yang menunjukkan Maysun baru saja tiba di dalamnya
"Wah, dia sampe ngerubah tampilan nya kaya Jenny BP supaya nggak di kenalin sama orang lain" Sindir Zu
"dengerin Bang, mereka bahas apa!" Titah si bungsu
"Dek, mau kemana?" Tanya Zulfan melihat Zea terburu-buru keluar ruangan khususnya
"sebentar" jawabnya sambil berteriak
"kali ini nggak boleh gagal" Ujar Zea pada dirinya sendiri
__ADS_1
"bersiap, arah jarum jam 9 sebrang ruang Adya" perintah Zea pada pasukan bayangan yang berjaga di seputaran Rumah Sakit
🍃🍃🍃🍃🍃🍃