
Sudah sebulan ini Ji Soo sibuk sendiri, dengan alasan kuliah online yang tengah ia jalani
"Rel, bini lu sibuk apa dah?" Tanya Asher yang beberapa hari ini melihat Ji Soo nampak serius di depan laptop dan selalu menyendiri itu
"kuliah online apa gitu lah, nggak ngerti gw juga! " Jawab Darrel "gw juga nggak tau itu si kepala batu sibuk apa, dia cuma minta ini itu tapi gw nggak tau ini itu nya buat apa?" Ujar Darrel bermonolog pada dirinya sendiri
"Rajin juga ya bini lu" Ujar Naresh menambahkan
"yaaa mau gimana lagi? tuntutan pendidikan di Korea itu setau gw tinggi banget, mereka nggak kaya kita disini soal pendidikan Sher" Jawab Darrel
"iya juga sih, itu Dokter Shin seumuran kita udah jadi dokter, kita masih gini-gini ajah ya!" Jawab Naresh lagi
"Kita juga dokter bos!" Jawab Asher
"Dokter apa Sher?" Tanya Rayyan yang baru saja tiba
"Dokter Cintalah" Jawabnya cengengesan
"lu kali kita sih nggak!" Ledek Rayyan lagi
"iya lah, dia kan dokter cintanya..." Ujar Naresh terhenti
"DOKTER YUMI" jawab Rayyan dan Darrel kompak
"dih sok tau banget lu pada!" Elak Asher
"kita mah pura-pura ajah nggak tau ya guys, Pura-pura buta ajah kalo kemarin lihat mereka keluar dari bioskop berduaan!" Ledek Naresh
"si alan lu semua!" Ujar Asher menahan malu
"jadi kapan kalian jadiannya?" Tanya Rayyan lagi
"nggak jadian gw, sumpah Demi Allah" jawab Asher bersumpah
"terus kenapa kalian nonton berduaan?" Tanya Naresh penasaran
"nggak sengaja ketemu didalem gw, kita duduk masing-masing beda baris malahan, cuma gw nggak tega ajah liat si tante nangis sendirian, padahal filmnya nggak sedih-sedih amat loh" ujar Asher bingung
"terus kalo lu nggak nonton sama si tante, kenapa bisa lu nonton disana juga? lu nonton ama siapa? nggak mungkin dong lu sendirian ucuk-ucuk nyampe kesana?" Cecar Naresh mengerjai Asher
"kepo banget sih lu, udah ah, gw masih banyak kerjaan ge balik ke kantor duluan" Ujar Asher meninggalkan tiga kawannya yang lain
"Naresh si alan, padahal dia tau ya gw lagi pdkt sama pegawai Zuu Corporation, pake bongkar aib gw didepan Rayyan sama Darrel, liat ajah nanti gw balas" Ancam Asher dendam pada Naresh yang saat ini tengah cengengesan membayangkan wajah kesal Asher saat pergi menghindari pertanyaan yang ia berikan
"Resh" Panggil Rayyan saat melihat Naresh tengah tersenyum seorang diri
"apa" jawabnya menatap Rayyan
"lu sama dokter Shin gimana?" Tanya Rayyan lagi
"Dokter Shin? gw? kenapa?" Tanya balik Naresh
__ADS_1
"gw udah sama Hana, Darrel udah menunggu wisuda pasti nikah sama Ji Soo, Asher sama Tante Yumi, tersisa lu yang jomblo sama dokter Shin, ayolah gas keun!" Pinta Rayyan
"Ku pinang kau dengan "BISMIKA ALLAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUT" alias Doa tidur, kenapa? Karena gw sadar diri, berharap Dokter Shin jadi milik gw hanyalah sebatas atau bahkan cuma mimpi" Jawab Naresh serius
"an jay, bahasa lu keren juga" ledek Darrel
"usaha belum, udah nyerah ajah" ledek Rayyan namun Tiba-tiba ponsel milik Naresh berbunyi, terlihat nama si pemanggil adalah "SHIN BANGSANIM" membuat ketiga pria muda mapan nanti tampan itu beradu tatap heran
"buru angkat" titah Darrel yang gemas melihat Ekspresi Naresh
"ya Dok.. " Jawab Naresh
....
"Dokter dimana?" Tanya Naresh lagi
....
"kirim lokasi nya sekarang, saya langsung kesana" Ujar Naresh lagi
...
"guys gw jalan dulu" Pamit Naresh segera berlari menuju parkiran
43 menit berkendara Naresh tiba sesuai lokasi yang dikirim Dokter Shin padanya, Naresh melihat dokter Shin yang duduk menunggu nya di tepian danau buatan di ibu kota
"Dokter" Sapa Naresh yang masih mengatur nafasnya setelah berlari dari parkiran di dekat danau
"nggak apa-apa, gimana udah bisa pulang sekarang?" Tanya Naresh menunggu jawaban sang Dokter
"Bisa, makasih" Jawabnya menunduk
Mereka berjalan bersebelahan, tak ada obrolan yang keluar dari mulut mereka, Dokter Shin sesekali terlihat menghapus sisa air mata di pelupuk mata indahnya, sementara Naresh hanya membuang nafasnya kasar nyeri rasanya melihat orang yang begitu ia perhatikan menangis bukan untuk dirinya
Dalam mobil mereka juga masih tetap membisu, Naresh tak ingin terlalu ikut campur urusan pribadi sang dokter terlebih dia masih berbau keluarga dengan sahabatnya Zuumar
"Naresh" Panggil Dokter Shin saat Naresh masih sibuk berkonsentrasi mengendari mobil besarnya
" Ya Dok, ada apa?" Tanya Naresh masih menatap lurus jalan didepannya
"terimakasih ya sekali lagi!" Ucap sang dokter
"iya santai ajah, lagian dokter kan saudara istrinya bos kita, ya wajar bangetlah kalau cuma mau minta anter atau jemput doang sih hehehe" tawa garing Naresh meluncur dari bibir tipisnya
"iya saya ngerti, Naresh apa kita bisa berbagi?" Tanya Dokter Shin
"berbagi? soal? kayanya kita nggak sedeket itu deh dok" Jawab Naresh yang sedari tadi sejujurnya sudah patah hati mengetahui dokter Shin menyukai pria lain dan itu bukan dirinya
"oh gitu ya?" Tanya Dokter Shin bingung sendiri
"hmmm, gimana ya? emang dokter muda yang cantik dan sempurna ini punya masalah apa sih? sampai rela berbagi sama saya remahan pop corn" ledek Naresh mencoba mencairkan suasana
__ADS_1
"mana ada saya seperti itu, saya juga manusia loh, punya banyak beban dan masalah yang di tanggung" Jawab nya yakin menatap tajam Naresh yang fokusnya masih jalan di depannya
"pernah jatuh cinta?" Tanya Dokter Shin to the point
"pernah lah" Jawab Naresh lagi
"bertepuk sebelah tangan?" Tanya Shin lagi
"ya pernah, pernah banget malahan, gebetan saya naksir sama sahabat saya, bukan bertepuk sebelah tangan, belum sampe nyatain cinta udah patah hati duluan" Jawab Naresh tanpa menatap Dokter Shin "kalo lu tau Shin, gw naksir lu, dan lu ternyata naksir Asher, hish rumet bener punya banyak temen ganteng jomblo" kesalnya dalam hati
"aaah, ternyata kita sama, apa kamu kecewa?" Tanya Dokter Shin lagi
"ya nggak lah, mungkin emang dia bukan jodoh kita ajah, mungkin Tuhan sedang menyiapkan orang tepat di waktu yang tepat pula" Jawab Naresh lagi "Bang sad perih bener dada gw rasanya ngebacott begini sama orang yang gw demen!" Teriaknya dalam hati
"pernah coba ungkapin nggak?" Tanya Shin lagi
"ngapain? orang jelas-jelas gebetan gw demen Asher, ngapain harus gw ungkapin, cukup sadar diri berlanjut memantaskan diri gw sih, siapa tau tulang rusuk gw lagi di jagain sama orang!" Jelas Naresh yang kaget karena menyebutkan nama Asher karena kelewat kesal
"Asher?" Tanyanya Dokter Shin lirih
"Iya Asher, gebetan yang gw taksir, ternyata naksir Asher, tapi Asher punya orang yang dia sayang, walau Asher sendiri nggak yakin soal perasaan nya sendiri!" Jelas Naresh lagi seraya menghembuskan nafasnya kasar, kemudian mengusap wajahnya frustasi
"maksudnya?" tanya Dokter Shin lagi
"ya nggak ada maksud apa-apa sih, gw cuma berbagi ajah, emang Dokter Shin mau cerita soal apa? sama kaya cerita saya?" Tanya Naresh masih tidak juga berani menatap Dokter Shin, perasaan nya sendiri kacau berada dalam kecanggungan seperti ini
"yaa, sama, sama kaya kamu kaya gitu" Jawab Shin Ambigu
"nggak usah terlalu mengkhawatirkan masa depan yang jelas-jelas emang rahasia Tuhan, tugas kita cuma usaha sama doa, ketika usaha berada diambang batas maximal serahkan hasilnya lewat tangan Tuhan" Ucap Naresh menguatkan dirinya sendiri
"iya betul, makasih ya, untuk semua" Ucap Dokter Shin lagi
"iya sama-sama, mau di anter kemana nih Dok? mau ke klinik atau ke Rumah Zuumar?" Tanya Naresh lagi
"ke Klinik, saya udah baik-baik ajah, lagipun sekalian kamu balik kantor kan?" Tanya Dokter Shin lagi
"nggak kerjaan saya udah selesai di kantor, mau langsung pulang kerumah Zuumar sayanya" Jawab Naresh
"Naresh, kenapa sih kamu nggak mau natap saya?" Tanya Dokter Shin mencengkeram erat lengan kiri Naresh, membuat Naresh menepikan mobilnya dan menatap nanar marah ke arah Dokter Shin yang masih mencengkram erat lengan Naresh
"karena saya takut nggak sanggup nahan perasaan saya ke Dokter Shin" teriak Jerit hati Naresh
"nggak apa-apa dok, walau saya baji ngan saya berusaha menjaga pandangan saya, saya rasa dokter juga tau kan? gimana islam menjaga anda sebagai wanita muslimah?" Naresh langsung menundukkan kepalanya berusaha melepaskan cengkraman tangan kanan dokter Shin walau mereka tak bersentuhan secara langsung tapi itu cukup menebarkan lebih cepat jantung Naresh
"Maaf Naresh, saya fikir.... " Ujar Dokter Shin terputus
"nggak usah mikir aneh-aneh dok, saya baik-baik ajah ko, ini kita udah sampe klinik, silahkan dokter turun, maaf saya tidak bisa anter sampai dalam" Usir halus Naresh
"aaah, iya sudah sampai ternyata, terimakasih Naresh Rayendra" Ucap dokter Shin tersenyum walau tau Naresh tak sama sekali melirik kearahnya
"anj jrit sakit banget hati gw" Ujar Naresh memukul stir mobil
__ADS_1
🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀