KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
76


__ADS_3

Lewat tengah malam Ji Soo yang masih terjaga memilih menyendiri di tanam belakang rumah Zuumar, abege yang baru berusia 19 tahun ini berada diambang batas marah pada tiga saudaranya dan kali ini soju-soju kembali menjadi teman setianya, mulutnya terus meracau marah dengan kondisi nya yang setengah sadar


"aku benci kalian, aku bukan anak kecil lagi, kenapa kalian nggak bisa percaya sama aku? apa kalian meragukan sertifikasi aku sebagai pasukan khusus, yang bahkan sumpah nya pada diri sendiri harus di tepati?" ucapnya dengan mata terpejam


Darrel yang baru saja kembali dari urusan di luar sempat dengan sengaja melewati kamar milik Ji Soo, pintunya sedikit terbuka namun tak terlihat Ji Soo didalamnya


"lewat tengah malam gini, bocil ambekan kemana?" Tanyanya pada diri sendiri, namun ia melihat ada beberapa tutup botol berserakan didekat ranjang Ji Soo


"Soju?" Ucap Darrel segara berlari tak tentu arah mencari keberadaan Ji Soo, berusaha menghubungi ponsel milik Ji Soo


"Ya, Jisuya eodiya?" Tanya Darrel saat panggilan nya diterima Ji Soo, namun Ji Soo tak juga bicara apapun


"jisusa eodiya?" Tanya Darrel lagi


"Den Darrel" Panggil security dirumah Zuumar


"eh ya Pak Usman!" Sahut Darrel kaget


"nyari neng Ji Soo ya?" Tanya Pak Usman


"iya Pak, Bapak lihat nggak?" Tanya Darrel dengan nafas yang masih tersengal-sengal itu


"di tanam belakang, nokib parah den, saya mau ajak masuk malah di todong pistol, saya takut" Ujar Pak Usman bergidik ngeri


"Ya udah saya susul dulu ya Pak, makasih ya Pak" Ucap Darrel langsung terburu-buru menuju tempat yang di maksud Pak Usman


"Bae-Bae den, anak sekarang ada masalah dikit mabuk, ada masalah dikit kabur, di kasih tau malah nodongin pistol, untung nggak copot ini jantung" Ujar Pak Usman memegangi dada kirinya


"Ji Soo, bangun" Panggil Darrel mencoba membangunkan Ji Soo yang sudah terbaring di kursi kayu seukuran tubuh mungilnya itu


"Ji Soo, aku anter ke Kamar ya?" Izin Darrel hendak mengangkat tubuh yang sudah sangat lemah itu


"Darrel" Panggil Ji Soo dengan mata yang masih terpejam


"iya, kenapa sampe kaya gini?" Tanya Darrel merapihkan rambut Ji Soo yang berantakan


"aku salah apa?" Tanyanya mulai terisak

__ADS_1


"salah apa gimana? aku nggak ngerti?" Tanya balik Darrel "ada masalah apa sih kamu, kenapa sesedih ini?" Tanya Darrel pada dirinya sendiri


"nado molla, nado honlanseuleowo!


geudeul jung nugudo na-ege amu maldo hago sipji anh-a, geudeul-eun ma-eum-eul gajigo iss-eo" Ucap Ji Soo tanpa jeda


artinya (entahlah, aku juga bingung! mereka semua nggak ada yang mau cerita apapun sama aku, mereka jahat)


"aku nggak ngerti kalo kamu ngomong panjang lebar gitu Ji Soo" Ucap Darrel frustasi


"neo jinjja baboya!" Ujar Ji Soo berusaha duduk kemudian menarik kerah baju Darrel hingga wajah mereka sangat dekat, bahkan Darrel bisa mencium bau Soju dari hembusan nafas Ji Soo


"Cup" Ji Soo mencium bibir Darrel


"Ji Soo" Ucap Darrel kaget mencoba melepaskan cengkraman tangan Ji Soo di kerah kemeja miliknya, namun Ji Soo makin kuat mencengkram nya dan justru semakin berani ******* bibir pink alami milik Darrel, Darrel akhirnya terbuai dengan ******* lembut dari Ji Soo hingga keduanya saling melepas karena kehabisan pasokan oksigen


Darrel masih memegangi bibirnya, sementara Ji Soo sudah tak sadarkan diri dalam dekapan Darrel, Darrel masih mengatur nafas dan detak jantungnya yang saat ini tengah berdugem ria


"gw bantai anak sekolah lain nggak pernah se-deg-deg-an begini rasanya" Ucap Darrel bermonolog seorang diri


"gila banget ini cewe, main ***** ajah!" ucap Darrel masih tak percaya, dengan tindakan spontan Ji Soo


_


Tiba waktu sarapan semua sudah berkumpul di meja makan, Hana terlihat sudah lebih segar dari hari sebelumnya, senyum nya terus mengembang ia tunjukkan pada sang tunangan Rayyan, sementara Darrel terlihat salah tingkah mengingat kejadian semalam, namun tidak dengan Ji Soo, yang sudah menenggak banyak soju terlihat sudah lebih sadar dari semalam, bahkan sudah sibuk dengan ponsel ditangannya


"Rel, kenapa keringetan? ini cuaca dingin loh" tanya Naresh bingung, namun bukannya menjawab wajah Darrel merona merah membuat semua orang yang bersiap sarapan pagi menatap kearahnya


"Loh, kamu sakit Rel?" Tanya Mami yang melihat wajah merah Darrel


"mabok lu pagi-pagi?" Tanya Asher


"tadi gw liat ada botol soju di buang sama Pak Usman, itu bukan bekas lu kan?" selidik Zuumar


dan seketika semua orang berhenti menyuapi makanan yang hendak masuk kedalam mulutnya, seolah Darrel lah tersangkanya


"mana ada gw nokib pagi gini" elak Darrel mengipasi wajah nya yang terasa panas

__ADS_1


Sementara Ji Soo yang mendengar kata soju langsung teringat kejadian malam tadi, bahkan sepintas bayangan saat dirinya menarik kerah kemeja Darrel dan mereka berci*man


"Andwaeyo" Teriak Ji Soo tiba-tiba seraya menggelengkan kepalanya seolah tak terima oleh sesuatu, membuat semua menoleh padanya


"Jisuya Waeyo?" (Ji Soo kenapa?) Tanya Hana bingung sekaligus kaget kerena gebrakan Ji Soo yang duduk disebelahnya, namun bukan menjawab, Ji Soo justru bangun dari duduknya dan berlari begitu saja, Darrel pun demikan berlari menyusul Ji Soo


"berasa nonton drama Korea live version" Ucap Asher sambil cengengesan


"gw rasa mereka abis stroberi melon deh Sher" Ujar Naresh ikut cengengesan


"bahasa apalagi itu sroberi melon?" Tanya Papi yang sedari tadi diam


"itu loh Pih ngerujak" Jawab Asher cekikikan


"ngerujak apa stroberi melon? Mami baru tau? emang enak Sher?" Tanya Mami membuat Naresh tersedak


"jangan tanya kita Mih, kita belum pernah ya kan Sher?" Tanyanya bersekongkol, membuat Dokter Yumi tersedak


"Kalian kenapa sih, mendadak keselek gini?" Tanya Mami bingung, Asher dan Dokter Yumi beradu tatap kemudian sejurus kemudian mereka segera membuang wajahnya masing-masing


"eh bekicot, jangan bilang lu udah pernah stroberi melon ya sama.... " Namun mulut Naresh langsung di bekap Asher


"Ssssttt.. berisik tau nggak lu!" Ancam Asher dengan wajah geramnya


"bang sat emang, bilangnya nggak mau lu ama tante-tante, nyatanya main serobot ajah" bisik Naresh membuat Asher menjatuhkan kepalanya diatas meja


"Udah.. Udah.. kalian semua udah dewasa, mau ngerujak, mau stroberi melon atau apalah itu namanya, Mami sama Papi cuma minta kalian bisa bertanggung jawab, kalau memang sudah saling suka, mending langsung halal ajah, selain nggak numpuk dosa kan malah jadi banyak pahala, terusin sarapan kalian semua sekarang " titan sang Bos (Papi Zuumar)


_


"Ji Soo, tunggu!" Panggil Darrel


"joesonghaeyo" Hanya ucapan maaf yang terdengar dari mulut Ji Soo


"lu nggak salah ko, dan nggak usah ngerasa bersalah juga, itu kan karena lu lagi mabuk, anggap ajah nggak terjadi apa-apa!" Jelas Darrel


"iya" Jawab Ji Soo singkat " padahal itu ciuman pertama gw, dan dia bilang anggap ajah nggak terjadi apa-apa, hiks meng-sedihkan" Ujar Ji Soo dalam hati

__ADS_1


💕🍀💕🍀💕🍀💕🍀


bonus hari ini..


__ADS_2