KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
39


__ADS_3

Dalam perjalanan yang entah kemana tujuannya, Kayyisha hanya menatap kosong gelapnya jalan pagi ini


"Eonni seulpeuni?" (lu sedih ka?) Tanya Hana yang terus memperhatikan wajah sendu Kayyisha


"jogeum seulpeuda" (sedikit) Jawab Kayyisha mengusap lembut bocil berambut pirang itu


_


Pagi hari dirumah utama Zuumar terjadi kehebohan, Zuumar panik bukan main saat hendak shalat Subuh tidak menemukan Kayyisha dimanapun, Zuumar hanya menemukan Ponsel, Sertifikat Hotel Zuu, serta semua kartu ATM yang Zuumar berikan pada Kayyisha satu bulan lalu itu.


"Hana juga nggak ada Zuum" Ujar Mami yang sudah ikutan panik, saat keluar dari kamar tamu tempat Hana menginap semalam


"breng sek, cari Rayyan sekarang juga, seret dia kesini" Teriak Zuumar pada Dami yang langsung menuju keluar rumah namun Rayyan yang tengah dibicarakan ternyata sudah ada didepan pintu rumah utama, tanpa aba-aba Zuumar langsung memberikan bogem mentah di pipi Rayyan


"Bangun lu, ayo lawan gw" Teriak Zuumar sambil menarik kerah kemeja Rayyan, Rayyan tak melakukan perlawanan apapun, lambat laun masalah ini pasti akan terjadi dan ini adalah akibat dari keterlibatan nya karena sudah secara sukarela membantu Kayyisha dan Hana


"Lawan, ayo lawan gw" Teriak Zuumar marah


"Zuum, jangan kaya gini, kamu bisa bicara baik-baik ke Rayyan" Pinta Mami yang tidak tega melihat anak-anaknya berkelahi


"Nggak Mi, Rayyan kelewatan kali ini" Ujarnya marah


"buka mulut lu, lu bawa kabur kemana istri gw Rayyan" teriak Zuumar lagi, Papi dan SAKTI SQUAD yang sudah berkumpul di rumah Zuumar hanya bisa diam melihat perkelahian antara Zuumar dan Rayyan tidak ada yang berani melerai, karena seperti yang mereka dengar dari Dami, Kayyisha dan Hana kabur dari rumah, dan kemungkinan Rayyan membantu mereka untuk lolos dari penjagaan ketat body guard dirumah Zuumar


"lu cek ponsel yang ditinggal Isha dikamar lu, lu akan temukan semua kebenarannya dari ponsel itu" Ucap Rayyan akhirnya membuka mulut, walau sedikit terbata manahan pedih disudut bibir yang mengeluarkan darah itu, Zuumar berlari menaiki anak tangga mengambil ponsel yang ditinggalkan oleh Kayyisha, kemudian berlari dengan marah karena tidak menemukan apapun di ponsel itu dan melempar kasar ke arah Rayyan

__ADS_1


"nggak ada apa-apa disitu"teriak Zuumar, dengan santai Rayyan melepas sesuatu yang melekat di gantungan ponsel berinisial Z tersebut, sambil membentuk gerakan menutup bibirnya seolah memberikan kode tidak boleh ada siapapun yang bersuara, kemudian membakarnya tanpa sisa, kemudian melirik sinis ke arah Dami yang wajahnya berubah sedikit gelisah melihat tindakan Rayyan barusan.


"Selama ini ada alat sadap modern yang di pasang di ponsel Kayyisha, itu buat kumpulin banyak informasi tentang lu dan Kayyisha, Demi Allah, gw baru tau ini tadi jam 3 pagi, setelah Kayyisha pamit sama gw, nggak lama Hana minta tolong ke gw, sebisa mungkin menghilangkan alat sadap di ponsel Kak Isha, Hana chat gw karena itu ngebahayain Zuumar nantinya, gw tau gw salah karena diem-diem gw bantuin banyak hal tanpa sepengetahuan lu dan SAKTI SQUAD, tapi Kayyisha ngelakuin semua ini karena dia nggak mau lagi bikin lu dalam bahaya Zuum, lu bisa cek ponsel gw disitu banyak pesan rahasia yang Kayyisha kirim lewat nomor lain, supaya si penyadap ini nggak tau soal rencana Kayyisha dan Hana" Jelas Rayyan


"gw suami nya Ray, kenapa dia minta bantu lu, kenapa bukan gw?" Tanya Zuumar geram


"Karena salah satu diantara lu, gw, Naresh, Asher, Darrel dan Dami yang sepakat menjalin kerjasama dengan orang yang bertanggung jawab dengan alat penyadap itu, tujuannya untuk ngeleyapin lu Zuum, makanya Kayyisha lebih pilih minta bantuan gw yang jelas-jelas tidak satu rumah sama lu, dari pada minta tolong sama Dami yang notabene nya sangat akrab lahir bathin sama lu" Ucap Rayyan tersenyum sinis ke arah Dami, membuat SAKTI SQUAD lagi-lagi tercengang kaget mengetahui fakta baru ini


"gundaee deul-eoga geuleul susaeghada" teriak Rayyan, yang disusul kemudian masuk 5 pria bertubuh tegap dengan wajah yang hampir mirip berjalan mendekat kearah dimana Dami duduk dan langsung melakukan penangkapan dan membawa Dami pergi sesuai instruksi sketsa dari Hana yang diberikan pada Rayyan semalam sebelum Rayyan pamit pulang


"Rayyan, apa maksud semua ini?" Teriak Zuumar yang masih tidak mengerti dengan kondisi saat ini


"Dami setuju kerjasama bareng June, buat ngancurin hidup lu Zuum, sorry!" Ucap Rayyan menyesal dengan ungkapan jujur yang baru saja ia ucapkan


"Justru karena dia yang paling kenal lu lahir bathin makanya June ajak dia kerjasama buat bunuh lu, Zuumar ini kenyataan yang harus lu hadapin, lu harus tau, Dami sangat terobsesi dengan istri lu, Dami sangat ingin memiliki istri lu dengan cara apapun! malam sebelum penembakan terjadi di Unit lu, Dami sempet papasan sama June yang ternyata sebulan ini tinggal bersebelahan sama lu, June menawarkan beberapa opsi yang cukup menguntungkan Dami nantinya, salah satunya perjanjian Dami minta Kayyisha jangan sampai terluka parah, tapi June mau lu mati ditangannya, dan June setuju dengan permintaan June asal barter Kayyisha sama beberapa aset yang lu punya" Jelas Rayyan lagi


"ini gila, gimana bisa lu tau semua ini? dan selama ini lu sembunyiin ini semua dari gw?" Tanya Zuumar kesal


"gw juga baru tau seminggu lalu semua kenyataan ini, karena waktu malam lu sama Isha dirawat ada suster gadungan yang coba suntik mati lu dan Isha, tapi nggak tau kenapa gw nggak bisa tidur malam itu, gw cukup curiga disitu, kenapa bisa masuk suster gadungan padahal penjagaan didepan udah berlapis, tapi gw nggak ada kepikiran kalau ternyata sahabat kita yang udah dengan teganya membatu si suster masuk ke ruang perawatan lu, secara logika suster itu nggak bisa masuk kalau nggak ada ijin dari salah satunya diantara kita, didalem ada gw, Naresh, Darrel tapi dia masih berani masuk Zuum, setelah Kayyisha sadar dan minta ponselnya, Kayyisha udah sadar kalau ponselnya udah ditempel alat sadap sama si suster itu, lu nggak ngeh kan kalau Kayyisha lebih sering ninggalin ponselnya?? dan itu adalah malam pertama gw di chat sama Hana, dia yang minta tolong sama gw, makanya seminggu belakangan ini gw sibuk sendiri karena kumpulin banyak bukti kejahatan Dami, gw dibantu sama beberapa ahli IT dan pasukan khusus dari Korea yang ternyata selama ini banyak bantu Kayyisha di 5 tahun belakangan, June bukan orang biasa, makanya Kayyisha nggak mau kasusnya diambil alih oleh penegak hukum disini, lu yang lebih faham kaya apa hukum disini buat orang berkuasa seperti June, gw sadar gw salah, dan gw minta maaf karena nggak kasih tau lu soal ini semua karena gw takut Dami curiga, dan maaf soal Hana, dia bukan teman main Isha, tapi sebenernya dia sepupu Kayyisha yang emang ditugaskan khusus menjadi pengawal dia" Jelas Rayyan lagi


"Sekarang Isha sama Hana dimana Ray? mereka dalam bahaya nggak? pasti June tau kan kalo Isha keluar rumah? kenapa Isha nggak minta bantuan gw Ray, apa dia nggak percaya sama gw? gw suaminya Ray" Sesal Zuumar


"Soal ini gw nggak tau, Isha juga nggak bilang mau pergi kemana, dia justru cuma titip pesen jagain lu, dan berharap lu bisa hidup bahagia walau dia nggak ada disebelah dia Zuum, yang perlu lu tau, dia cinta mati sama lu, sampe nggak mau lu terlibat lebih jauh dengan June dan Dami, Dia begini karena nggak mau lihat lu terluka karena dia, dia cukup terluka karena harus kehilangan Abinya, Uminya dan Kak Azqa, dia nggak mau kehilangan lu, percaya sama dia Zuum, dia bisa ngatasin semua tanpa bantuan kita" Ucap Rayyan lagi


"gw ngerasa kaya lagi nonton drama penculikan begini" Ucap Naresh bergurau mencoba mencairkan suasana

__ADS_1


"Ray, ini gw temuin saat ambil ponsel, ini kaya skema yang di tulis sama si pirang dan Isha Kan? lu bisa bacanya? ini hurufnya kotak-kotak semua" Ucap Zuumar memberikan sebuah sketsa, Rayyan mengambil sketsa tersebut kemudian membuka aplikasi pintar diponselnya untuk kemudian diterjemahkan dalam bahasa indonesia dan mempelajari nya secara seksama


"Ini sketsa penyerangan June Zuum, disini nggak disebutin mereka pergi kemana, tapi jelas disini ada skema dimana mereka akan perang" Jelas Rayyan lagi


"an jay, bini nya Zuumar mafia kali ya di Sokor" Ucap Darrel tak percaya mendengar penjelasan Rayyan


"jelasin lebih Jelas Ray, siapa tau kita tau daerah nya!" Pintar Asher


"mereka datang ke sebuah gurun, atau padang pasir yang cukup luas dan terbuka, mereka bermain kuda, membawa panah, kemudian menembak, setelah itu digambarkan sosok laki-laki itu tidak dibiarkan mati, tapi di bawa pergi oleh pasukan khusus" jelas Rayyan sesuai sketsa


"mereka berdua perempuan apa jadi-jadian sih, kita ajah jaman tawuran dijalan nggak pernah bikin skema-skema sedetail ini, mereka bisa-bisa nya ngerencanain beginian mateng banget, kalah durian" Ucap Asher lagi


"Padang luas, Kuda, gw kaya nggak asing Ray" Ujar Naresh


"Jogja, letaknya nggak begitu jauh dari pantai Parangtritis ada kaya gurun pasir yang buat main sand boarding, terus di sana juga ada kuda yang disewain kan?" Ujar Darrel


"bener" Teriak Naresh dan Asher


"kita berangkat sekarang" Ujar Zuumar


"Zuum, tapi tempat ini terlalu terbuka nggak sih buat ngatur peperangan?" Tanya Darrel lagi


"Kayyisha pasti udah mikirin semua dengan mateng Rel, nggak akan dia ngorbanin orang-orang nggak bersalah buat misi ini, kita naik pesawat, semoga keburu buat nyusul mereka" Ujar Rayyan, yang kemudian disusul SAKTI SQUAD lainnya untuk segera menyusul dua wanita kesatria tersebut


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2