KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
60


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya, kehidupan normal sudah mulai membersamai hari-hari Kayyisha dan Zuumar, Ji Soo pun kembali melanjutkan penelitian diam-diam nya bersama Dokter Yumi demi mencari penawar untuk Hana dari Virus jihacheol, namun tak lepas tangan begitu saja, dengan jarak berpuluh-puluh kilometer Kayyisha tetap membantu sebisanya yang sekarang lebih terbuka banyak hal dengan Zuumar juga SAKTI SQUAD


"lagi apa?" Tanya Zuumar penasaran karena istri cantiknya tak berhenti menatap laptop


"nonton drakor" Jawabnya tanpa melirik sedikitpun kearah Zuumar berdiri


"ih, dikirain lagi nyari formula rahasia, nggak tau nya nge drakor, dasar wanita" Ucap Zuumar menggelengkan kepalanya gemas sendiri


"berisik ih suami, tanggung ini 15 menit lagi selesai" Jawabnya


Beberapa saat kemudian, terlihat Kayyisha menutup laptopnya, kemudian berjalan mendekat kearah Zuumar yang gantian tengah fokus pada tumpukan dokumen nya, Kayyisha memeluk suami tampannya dari belakang


"jangan godain aku ya" Ujar Zuumar gelisah


"siapa yang mau godain lagian" Jawab Kayyisha masih menyimpan kepalanya di punggung sang suami


"kenapa sih? ada masalah apa yang gangguin kamu?" Tanya Zuumar merubah posisinya untuk memeluk Kayyisha, namun Kayyisha masih diam menghirup aroma tubuh sang suami, membuatnya nyaman


"hei, kenapa malah diam?" Tanya Zuumar lagi


"Ka Yumi nyerah Zuum" Jawab Kayyisha ragu


"maksud kamu?" Tanya Zuumar kaget


"kita udah berusaha siang malam, tapi nggak juga nemu formula rahasia punya Ezra" Jawabnya lirih


"terus Hana gimana?" Tanya Zuumar lagi


"Mau nggak mau Ka Yumi harus nikah sama Ezra" Jawab Kayyisha lirih


"nggk ada jalan lain?" tanya Zuumar


"Virus jihacheol itu akan terus menjadi kuat kalau dalam waktu 6 minggu tidak juga menyuntikkan penawarnya, ini udah minggu ke 5, Ka Yumi nggak mau Hana kenapa-kenapa" Jelas Kayyisha


"Rayyan tau?" Tanya Zuumar lagi


"belum" Jawab Kayyisha menggelengkan kepala nya

__ADS_1


"kamu nggak bisa bntu?" tanya Zuumar lagi


"nggak bisa, aku Ji Soo sudah berjuang ternyata penawarnya cuma ada di Ezra" Jawab Kayyisha


"Baru kali ini aku lihat kamu nyerah begini loch Sha" Ujar Zuumar


"aku kan manusia biasa, bisa lelah dan gagal" Jawabnya pasrah


"iya aku tau, terus gimana? emang nggak apa kalau ka Yumi nikah sama Ezra?" Kepo Zuumar


"biasanya kalau Ka Yumi udah ambil keputusan dia pasti udah punya jalan keluar sendiri Zuum" Jelas Kayyisha


"jalan keluar?" Tanya Zuumar


"Demi Hana" Jawab Kayyisha sekali lagi


"Rayyan perlu tau?" Tanya Zuumar lagi


"nanti Ka Yumi Zuum yang urus" Jawabnya


"tapi kenapa kamu gelisah begini?" selidik Zuumar


"kamu loh yang selalu ingetin aku, kalau nggak perlu khawatirin masa depan, masa nggak kamu nggak percaya sama kekuatan doa" Ujar Zuumar lagi


"hmmm, maaf" Jawabnya pasrah


"apapun keputusan Ka Yumi, dan ini demi kebaikan Hana semoga Allah mudahkan urusan Ka Yumi ya sayang" Ucap Zuumar lagi


"aamiin" Jawab Kayyisha


_


Korea Selatan


Sudah jam 8 malam KST (waktu Korea) Rayyan masih setia mengajak Hana berbincang walau tak pernah ada jawaban dari lawan bicaranya yaitu Hana


"bocil pirang, rambut kamu udah mulai tumbuh tuh warna hitamnya, ayo cepetan sadar kita warnai ulang rambutnya" Ucap Rayyan membelai rambut Hana, namun tiba-tiba pintu ruangan Hana di rawat terbuka, terlihat Dokter Yumi yang tak lagi menggunakan pakaian Dinas Dokternya, terlihat sangat cantik dengan pakaian khas pengantin wanita

__ADS_1


"Ray, ini cepat kamu suntikan di lengan kiri Hana" Tutahnya dengan nafas tersengal-sengal


Tanpa bantahan apapun Rayyan menyuntikkan entah obat apapun yang Dokter Yumi berikan


"Rayyan, saya titip ini" Seraya menyerah kan Usb berkode 132, "sebentar lagi akan siap tim yang mengevakuasi Hana ketempat baru, bantu saya menjaga Hana selama saya tidak ada di sebelah Hana, Ji Soo akan membantu, saya pamit" Ucapnya lagi seraya meninggalkan dengan cepat ruang perawatan Hana disusul beberapa detik kemudian Ji Soo sudah berpakaian serba hitam dengan senjata lengkapnya


"Bantu dorong" Ucapnya memerintah Rayyan yang berusaha memahami kondisi saat ini, namun dengan patuh ia mendorong lebih cepat ranjang pesakitan milik Hana


Ji Soo, Rayyan dan beberapa pria bertubuh tegap dengan pakaian serupa Ji Soo sudah mengudara ditengah gelapnya malam Rayyan sendiri masih belum mengerti akan kemana mereka membawa Hana


"Rayyan, mianhae!" (maaf ya Rayyan) Ucap Ji Soo membuka percakapan


"mwolago yo?" (untuk apa) Tanya Rayyan bingung


"Demi kebaikan Hana dan Kamu, sementara kita harus sembunyi dulu" Ucapnya terbata


"gw akan ikut kemanapun Hana pergi, lu nggak harus minta maaf ke gw" Jawab Rayyan mencoba meyakinkan Ji Soo kalau ini bukan salahnya


"Yumi bagsanim ottaeyo? (Dokter Yumi gimana?) Tanya Rayyan khawatir apa lagi dia melihat penampilan Dokter Yumi persis seperti pengantin wanita yang lari dari pernikahan


"jinjeonghae! da gwaenchanh-eulgeoya" (kamu tenang ajah, semuanya bakalan baik-baik ajah) Jawab Ji Soo gelisah, dan itu tertangkap jelas dalam mata Rayyan (pasti ada yang mereka sembunyiin dari gw, USB dari dokter Yumi jangan sampe hilang pasti ada sesuatu didalamnya) Ucapnya pada diri sendiri


"kita kemana setelah ini?" Tanya Rayyan lagi


"tempat baru, semoga lebih aman" Jawab Ji Soo singkat kemudian menatap langit malam yang gelap, Rayyan sendiri hanya mengikuti kemana pesawat pribadi milik Dokter Yumi terbang, tidak tahu akan mendarat dimana? Baginya kondisi Hana yang paling terpenting saat ini, setelah pesawat ini mendarat baru ia akan memberi tahu kan keberadaan nya pada Zuumar, bagaiamana pun ia telah pergi begitu saja meninggalkan perusahaan milik Zuumar


Hampir 8 jam mengudara, semburat warna jingga nya mentari pagi mulai terlihat, mereka mendarat dengan selamat di pesisir kepulauan yang tidak berpenduduk, hanya ada bangunan besar dengan penjagaan lengkap yang tengah menanti kedatangan mereka, wajah-wajah lelah terlihat jelas terutama wajah Ji Soo yang terlihat kurang tidur, karena hampir 8 jam semalaman ia berjaga didalam pesawat, ia terus memperhatikan semua tim yang tengah memindahkan posisi Hana dari dalam pesawat dalam hatinya ia berkata "Yumi eonni, ibeon-eneun haeng-un-eul bil-eoyo" (Kak Yumi, semoga kali ini kau beruntung) seraya menatap ke hamparan pasir putih di depannya


Rayyan tak lepas dari pandangan nya pada Ji Soo yang terlihat menghapus sisa air matanya nya ia tahu Ji Soo pasti sangat mengkhawatirkan kondisi Kak Yumi yang bertarung seorang diri doa yang sama seperti Ji Soo ia lantunkan "Dokter Yumi semoga kita bisa bertemu lagi dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apapun" punya Rayyan dalam Hati


Rayyan yang masih berdiri diambang pintu begitu kaget melihat SAKTI SQUAD secara bersamaan memeluk nya erat, terlihat Kayyisha yang juga ternyata sudah menunggu kehadiran rombongan mereka


"Sha, Ji Soo... " ucap Rayyan menunjuk kearah Ji Soo


"dasar bocil, Dokter Yumi nggak apa-apa ko Rayyan, sebentar lagi juga sampai" Ucap Kayyisha mendekat kearah Ji Soo berdiri


"jisuya ppalli deul-eowa!" (Ji Soo ayo masuk) Ucap Kayyisha

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2