KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
87


__ADS_3

Dalam banyaknya pertanyaan yang seolah tawuran dalam fikiran, Darrel dan Ji Soo Sama-sama terdiam mencari jawaban "Eonni masih hidup? bagaimana bisa? aku sendiri yang menyaksikan jenazah keduanya dimakamkan" itu pertanyaan yang ada dalam benak Ji Soo


"kalau Kayyisha masih hidup, pasti ada andil Ji Soo, Dokter Shin, Dokter Yumi serta Hana didalamnya, tapi ekspresi kaget Ji Soo tidak mungkin bisa berbohong, kalau dia juga terkejut akan fakta ini, siapa? siapa orang yang membantu Kayyisha bertahan hidup, dengan cara apa? karena kita semua melihat secara langsung jantung Kayyisha berhenti berfungsi, tubuhnya dingin saat masuk kedalam pesawat " pertanyaan Darrel dalam benaknya


"samchon imo...!!! wae chimmugae?" (Paman, Bibi kenapa diam saja?) teriak Zu Za mengagetkan keduanya


"kenapa kalian berteriak?" Tanya Darrel yang kaget


"kami bertanya pada kalian, kalian malah diam" Jawab Za cemberut


"Maaf, Mianhae" Jawab Ji Soo dan Darrel bersamaan dengan versi yang berbeda


"jadi????" Tanya Zu gantian


"Jadi apa?" Tanya Darrel


"Jadi uri eommaneun eottae?" tanya Si kembar gemas


"jogeumman cham-a, imoga meonjeo al-anaelgeoya!" (sabarlah, nanti bibi cari tau terlebih dahulu) pinta Ji Soo pada dua pria kecil yang memiliki wajah tampan itu


"baiklah" Jawab Zu dan Za tidak puas


"mari kita cari tau sendiri" Ajak Zu pada Za berbisik


"waktu kita cuma 2 hari lagi!" Jawab Za


"kita bisa minta Appa dan Darrel Samchon pulang duluan" Ajak Zu lagi

__ADS_1


"oke, ini rahasia" Bisik Za yang dijawab dengan anggukan oleh Zu


Zuumar baru saja tiba di komplek pemakaman keluarga besar Kayyisha, langkahnya selalu gontai tiap berkunjung ke tempat peristirahatan terkahir mendiang istrinya, dua bucket bunga berada di tangannya satu untuk putri kecilnya Zea Yeon Aida, satu Untuk istrinya Umaiza Kayyisha


"Assalamu'alaikum, Aku kembali" Salam Zuumar sambil mengelus lembut batu nisan bernamakan kedua orang terkasihnya


"Empat tahun berlalu, Pada akhirnya, takdir menuntaskan waktu dengan sebenarnya. Aku dengan jalanku, kau dengan jalanmu. Memang Tak bisa dipungkiri ada banyak rasa terbenam dalam dinginnya perpisahan seperti ini, ada seribu sesak dan luka tertanam dalam mengiringi langkah sebelum jalan ku memilih merelakanmu. Sepi, sedih, sendu menjadi satu yang tertuang dalam beningnya air mata yang tumpah dalam keheningan diri. Mungkin benar, Tak bisa dibantah ada banyak kenangan nostalgia yang berbau bahagia yang tercipta dalam perjalanan kita selama ini, Ada banyak cerita yang tertuang dalam ingatan yang membumbung dalam luasnya pengharapan. Namun takdir tetaplah takdir, iya akan tetap menemukan tempatnya, dan inilah takdirku yang selalu aku paksakan untuk mengikhlaskannya, masih berharap ini semua hanya bagian dari mimpi burukku, nyatanya mimpi buruk seperti ini lebih menyakitkan dari sekedar harapan" lirih Zuumar menahan air mata rindunya


"joesonghabnida seonsaengnim!" (Tuan, mohon maaf) Sapa lelaki paruh baya menepuk lembut pundak Zuumar yang bergetar hebat karena tangis rindunya


"aaah, iya, ada apa?" Jawab Zuumar reflex menggunakannya bahasa Indonesia karena terkejut


"oh, orang Indonesia ya?" Tanya Si Bapak tua berbaju abu-abu itu


"iya Pak, untung saja, bapak bisa berbahasa Indonesia, bahasa Korea saya tidak begitu lancar pak" Jujur Zuumar yang memaksakan tersenyum


"Saya Zuumar Pak Hasta, saya menantu dari Bapak Muhammad Adyastama" Jawab Zuumar menjabat tangan tua yang ringkih itu


"Maaf nak, empat tahun lalu saya sakit stroke baru beberapa bulan belakangan ini saya kembali sehat dan kembali mengurus makam-makam ini" Jelasnya terputus


"Nak, saya sendiri bingung ingin menyampaikan kenyataan ini bagaimana, tapi saya mohon maaf baru bisa menyampaikan masalah sebesar ini kepadamu" Tambahnya, Zuumar hanya menjadi pendengar yang baik saat ini


"kenyataan apa yang Bapak maksud?" Tanya Zuumar penasaran


"disini tidak ada jenazah siapapun nak" Tunjuk Pak Hasta pada makam yang bernamakan Kayyisha dan Yeon itu


"hah? jangan bercanda Pak, Istri dan anak saya di makamkan disini" Ujar Zuumar sedikit terpancing emosi

__ADS_1


"ada seseorang yang memanipulasi seolah istri dan anak perempuan mu mati serta dimakamkan disini nak" Jelas Pak Hasta menghembuskan nafasnya kasar


"apa maksudnya?" Teriak Zuumar


"beberapa bulan lalu, saat saya baru bisa kembali berjalan ada orang-orang berpakaian serba hitam berkumpul disini saat tengah malam, kebetulan anak saya yang tengah mengantikan saya berjaga bisa lolos dari keajaran mereka, mereka berniat mencuri jenazah istri dan anakmu, namun betapa kagetnya mereka kalau ternyata makam ini kosong, hanya ada kain kafan kosong didalamnya, tulang belulang tidak ditemukan didalamnya nak" Jelas nya lagi


"saya nggak ngerti Pak, saya pusing" Jawab Zuumar n seolah bumi berputar hebat membuatnya sangat pusing dan ingin sekali muntah karena kesal


"jadi kemana jenazah istri dan anak saya pak?" Tanya Zuumar lagi


"mereka tidak meninggal nak" bisik Pak Hasta ditelinga Zuumar membuat Zuumar membelalakan matanya kaget


"hah?" Teriak Zuumar lagi


"besok temui saya di alamat ini, saya tidak bisa menjelaskan apapun di tempat terbuka seperti ini, terlebih sepertinya ada seseorang yang terus mengawasi kita disini, saya pamit dulu nak, sampai ketemu lagi" Ujar pak Hasta menjabat tangan Zuumar serta menyelipakan selembar kertas dalam genggaman Zuumar


Zuumar menggenggam erat alamat yang diberikan Pak Hasta, ia segera menuju mobil dan membenturkan kepalanya berkali-kali pada setir mobilnya


"ini apa lagi???" teriaknya pada diri sendiri


"nggak mungkin 131 alfa tim terlibat, karena Dokter Yumi, Dokter Shin dan Hana juga sangat terpukul saat Kayyisha dinyatakan meninggal, atau mungkin Ji Soo yang ikut terbang ke Korea saat hari pemakaman? aaah itu juga mustahil karena setelah pemakaman Ji soo banyak berada di Indonesia dari pada di Korea, kalau bukan mereka siapa? Siapa orang yang menyembunyikan kamu bertahun-tahun dariku?" Tanya Zuumar frustasi


Zuumar meninggalkan komplek pemakaman dengan emosi yang meledak-ledak, entahlah ia sendiri bingung bahagia karena ternyata istrinya masih hidup, tapi ia kecewa selama 4 tahun ini ia dibohongi kenyataan kalau ternyata istrinya masih hidup, Zuumar menepikan mobilnya di sebuah taman yang cukup ramai, ia tidak mungkin langsung pulang dalam kondisi emosi seperti ini


"kalau benar kamu masih hidup, kenapa selama ini tidak berusaha untuk kembali pulang menemui kami? apa kamu koma terus amnesia, kemudian menikah dengan pria lain yang nolong kamu? aaah aku aku bunuh pria yang berani merebutmu dariku" Ancam Zuumar kesal sendiri menarik rambutnya kesal


perbuatan Zuumar, membuatnya menjadi perhatian bayak orang yang tengah berkumpul ditanam "kenapa pria setampan itu se frustasi itu? apa pria itu gila?" begitulah bisik-bisik tang terdengar tentang Zuumar, membuat Zuumar segera pergi dari taman yang tengah ramai itu..

__ADS_1


🍀🍁🍀🍁🍀🍁


__ADS_2