KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
27


__ADS_3

"Iya Pih, Zuumar udah minta bantu Dami buat urus semua" jawab Zuumar


"Papi, Mami" Panggil Kayyisha lirih


"kenapa Sayang, kamu setuju kan nikah sama Zuumar? Zuumar harus tanggung jawab sayang, ini demi kebaikan kamu juga" pinta Mami dengan terus menggenggam tangan Calon menantunya itu


"Mi, aku boleh nggak minta sesuatu? kalau dalam satu bulan ini aku nggak hamil, apa boleh aku minta cerai sama Zuumar? dengan syarat dalam satu bulan kedepan aku nggak ada kontak fisik sama Zuumar" pinta Kayyisha sedih


"Sya, kamu tau kan? perceraian adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam suatu keadaan tapi sangat dibenci Tuhan kita? kamu bahkan jauh lebih ngerti agama ketimbang aku yang kufur ilmu, aku tau aku salah Sha, tapi aku mohon jangan hukum aku kaya gini, kamu yang lebih tau gimana aku berjuang Sha, supaya bisa pantas berdiri disebelah kamu, beri aku kesempatan Sha" Ucap Zuumar memohon


"Mami selaku ibu dari Zuumar benar-benar meminta maaf Sha atas perbuatan Zuumar yang melukai kamu sampai seperti ini, Mami mohon beri Zuumar kesempatan Nak" pinta Mami sungguh-sungguh


"sejujurnya aku benci Zuumar Mi, Zuumar nggak mau dengar penjelasan aku dulu, Zuumar nggak percaya sama aku, Zuumar.. Zuumar" suaranya tertahan karena air mata Kayyisha kembali terjun bebas, Mami dengan sigap memeluk Kayyisha yang belum sepenuhnya sembuh dari trauma sikis yang ia alami beberapa saat lalu


"Cukup, kasih Kayyisha waktu Mi, kita nggak udah terlalu buru-buru sampai maksa Kayyisha seperti ini, apapun keputusan kamu, Papi dukung Nak, Ayo Mi kita pulang dulu, kasih waktu Kayyisha istirahat, ini semua nggak mudah buat Kayyisha, Kamu juga Zuumar, apapun keputusan Kayyisha harus kamu Terima, kalau Kayyisha nggak mau nikah sama kamu, Papi nggak mau tau, kamu harus nikah sama Olivia" Ucap keluar ruang perawatan dengan wajah masamnya


"Sayang, kamu istirahat ya, Mami pulang dulu ya, nanti disini biar Zuumar yang jaga kamu, Zuum, nanti biar Dami sekalian bawa baju ganti kamu, Mami pamit ya Sayang, Assalamu'alaikum" ucap Mami seraya mengejar Papi


"Papi tega banget mau nikahin aku sama Olivia" ucap Zuumar lirih seraya mengusar kasar wajah tampannya, namun masih dapat didengar oleh Kayyisha, Kayyisha sendiri merasa goyah mendengar penuturan Papi Zuumar "ancaman Papi serem banget sih? kenapa harus Olivia coba?" ucapnya dalam hati


Beberapa waktu mereka saling diam, sibuk dengan fikiran masing-masing, sampai dokter muda yang cukup tampan masuk kedalam ruang perawatan Kayyisha


"Siang" sapanya dengan ramah


"Siang dok" jawab Kayyisha dan Zuumar kompak


"permisi, saya periksa dulu ya?" izinnya sopan

__ADS_1


"silahkan" ucap Kayyisha tak kalah ramah


"udah oke semua ko" ucap nya tersenyum


"boleh pulang nya kapan dok?" tanya Kayyisha senang


"tunggu infus nya habis ya, tidak sampai sore infus nya juga sudah habis ko" jawab sang dokter


"alhamdulillah, makasih ya dok?" ucap Kayyisha


"Sama-sama, Umaiza Kayyisha, kamu lupa ya sama saya dek?" tanya sang dokter membuat Kayyisha mengerutkan keningnya, mencoba mengingat siapa sosok dokter tampan di hadapan nya ini, berbanding terbalik dengan Zuumar yang justru memelototkan matanya tak suka


"siapa ya? maaf saya lupa Dok!" Jujur Kayyisha


"beneran nggak inget nih dek?" pancing sang dokter


"ini aku dek, Nayel" jawabnya dengan tersenyum, Kayyisha mencoba mengingat sebuah nama yang cukup unik


"oh, Ka Nayel? iya iya ade inget, kita dulu tetanggaan kan ya Ka?" tanya balik Kayyisha


"alhamdulillah masih inget kamu dek" jawab sang dokter senang


"inget aku ki kak, cuma kaka berubah banget jadinya aku pangling hehehe" jawab Kayyisha senang


"kan kamu yang minta, Ka Nay nanti besar harus ganteng, aku kan cantik, nanti kalo udah besar aku mau nikah sama kaka, tapi kalo kakaknya udah ganteng, kalo kaka nggak ganteng aku nggak mau nikah sama kaka, hayo siapa yang setiap hari selalu ngomong gitu?" pancing Nayel membuat Pipi Kayyisha merona, aah tak disangka ucapan nya masih sangat diingat oleh dokter tampan ini


"hehehe namanya juga anak kecil ka" elak Kayyisha yang melirik ke arah Zuumar

__ADS_1


"jadi kapan, kita nikah?" tanya Nayel to the point


"hah?" jawab Kayyisha kaget


"dia calon istri gw, tinggal menghitung hati kita mau nikah" potong Zuumar sudah tidak kuat mendengar obrolan Kayyisha dan Nayel


"oh ada orang toh, sorry" ucap Nayel dengan senyum sinis


"maaf ya Ka Nayel, aku udah punya calon suami, maafin ucapan masa kecil aku ya Ka, ternyata kita nggak berjodoh" Ucap Kayyisha Jujur


"nggak apa ko dek, Kakak ikut bahagia kalau pilihan hatimu membuatmu bahagia" Ucap Nayel mengepalkan tangannya menahan kesal


"makasih ya Ka" ucap Kayyisha


"ya udah kaka pamit ya, cepet sembuh ya Dek" Pamit Nayel yang berhenti sejenak dan membisikkan sesuatu pada Zuumar "lu jangan merasa diatas angin, gw tau apa yang udah lu perbuat sama Kayyisha, kalau gw lihat dia nangis lagi karena ulah lu, gw bikin dia ninggalin lu, ku tunggu jadanya" kemudian langsung meninggalkan Zuumar dengan tatapan sinis nya itu


"nggak usah kepedean, gw milih lu, kalau kondisi gw nggak kaya gini, udah pasti gw milih dokter Nayel" ucap Kayyisha pedas


"oh ya udah, silahkan.. silahkan lu kejar dokter itu" jawab Zuumar terpancing


"oh oke, gw bakalan kejar" ancam balik Kayyisha


"terserah, gw pamit" Zuumar akhirnya keluar menutup pintu ruang perawatan secara kasar, pertama kali Kayyisha melihat Zuumar semarah ini,


"kenapa cerita hidup ku jadi kaya gini, dosa apa yang gw perbuat sampe dapet jalan hidup semengerikan ini" tanya Kayyisha dalam hati dengan sesal yang tak berujung


💕💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2