
"Rayyan, sabar, Dokternya kan belum selesai ngejelasin" Ucap Zuumar gemas melihat reaksi berlebihan Rayyan, tampak dang dokter menghembuskan nafasnya sedikit kesal
"Hana kritis, saat ini masih harus mendapatkan perawatan diruang ICU, mohon bantu doa terbaik ya untuk Hana" Ucap Dokter cantik itu
"Apa proyektil nya sudah berhasil diangkat dok?" Tanya Rayyan lagi
"Sudah, karena proses pengangkatan proyektil yang terbilang cukup sulit dan Hana kehilangan cukup banyak darah, menjadi penyebab kondisi Hana terus menurun" Jelas sang dokter lagi
"kapan kami bisa menjenguknya Dok?" Tanya Rayyan lagi
"Hanya di izinkan satu orang saja, dan menggunakan pakaian steril ya" Ucap Dokter
"Baik Dok" Jawab Rayyan lagi
"Kalau begitu saya permisi dulu, Isha, ppalli nae bang-eulo ga!" Ucapnya mengelus lembut lengan Kayyisha
"ok bagsanim, jamsiman-yo!" Jawab Kayyisha kemudian segera berbisik di telinga Zuumar kemudian mengkuti langkah Dokter Cantik
"Ini Indonesia udah di jajah orang pucet ya Zuum? mereka curang kalau ada rahasia pakenya bahasa mereka, biar kita nggak tau!" Ucap Darrel kesal
"Kan dari di mobil Isha udah bilang, mereka nggak percaya sama orang kita, gw sih nggak ngebelain Isha karena dia bini gw ya, tapi kehilangan keluarga dan seolah-olah para penegak hukum bekerja sama sama si pembunuh hal yang sangat wajar Isha nyiapin tim medis dari orang-orang terpercaya nya dia Rel" Jelas Zuumar
"Iyalah, gw sih kalo bisa malah pengen pindah warga negara ajah, tumpul ke bawah coy!" Ujar Asher buka mulut
"iya sih gw setuju, kalo bukan karena bokap nya Zuumar jadi jaminan kita jaman perang udah pasti berapa kali kita semua jadi penghuni hotel prodeo" Jawab Naresh
"iya sih, jadi mikir oh wajar sih dia sampe bawa prajurit luar negeri buat bantai komplotan June" Ujar Darrel
_
Sementara didalam ruangan dokter cantik yang tadi memanggil Kayyisha untuk ikut bersama nya..
__ADS_1
"Hana kenapa ka?" Tanya Kayyisha pada Dokter cantik yang di mejanya tertera nama lengkapnya Yumi Rumaisa
"kita perlu bawa Hana keluar dari sini" Ucapnya seraya menarik nafas panjang
"kenapa?" tanya Kayyisha lagi
"aku ngerasa disini kurang aman Sha" Jawabnya sendu
"Tapi Ka, Kakak lihat sendiri kan reaksi Rayyan kaya apa? aku nggak tega kalau bawa kabur Hana tanpa pamit dari Rayyan" jawab Isha takut
"Kita pasukan khusus Sha, nggak ada kata nggak tega dalam kamus kita, aku bawa Hana nanti malam, kamu bantu siapin pesawat dan lain halnya, untuk urusan medis aku yang akan siapkan, masalah Rayyan tolong urus" Titah Yumi pada juniornya ini
"Iya ka, titip Hana ka" Pinta Kayyisha sedih
"Percaya sama aku ya, aku nggak bawa pulang mereka semua, beberapa akan tetap bantu kawal kamu sampai kondisi benar-benar aman, aku ngerasa kematian June akan ada kelanjutan nya, mungkin bisa dibilang awal dari siapa saja musuh kita sesungguhnya" Ujar Yumi lagi
"Jangan nakut-nakutin aku kaya gitu Ka Yumi, punya satu musuh kaya June ajah udah bikin aku dugun-dugun, apalagi punya banyak musuh yang lain" Jawab Kayyisha pasrah
"Pindah dari sini, mulai hidup baru di negeri baru, itu akan sangat aman untuk hidup kamu kedepannya" Jawab Yumi tegas
"Kaka Faham, kehilangan Azqa dalam hidup kaka sudah cukup membuat kaka frustasi Sha, Kaka juga nggak mau kehilangan kamu, Kaka nggak bisa jagain kamu terus-terusan kan? tapi disini nggak ada siapapun yang bisa bantu lindungin kamu Sha" Ujar Yumi lagi
"Kak, aku pastiin setelah June nggak ada, nggak akan ada June-June yang lainnya ka" Ucap Kayyisha
"seyakin itu? Bahkan sahabat suamimu sendiri menjadi penghianat dalam persahabatan mereka, bagaimana bisa kamu sepercaya ini pada semesta yang tidak pernah bisa kita tebak ada apa dengan masa depannya?" Tanya Yuma sedikit membentak, mambuat Isha sedikit menciut bagaimana wanita dihadapannya saat ini begitu sangat ia hormati, dia adalah tunangan Kak Azqa, mereka sudah akan menikah saat June merebut paksa kehidupan Kak Azqa, membuat Yumi Rumaisa seolah tidak bisa percaya pada siapapun selain teman-teman komunitas pasukan khusus yang dibentuk oleh ayah Manzar alias Asyam Hyun-Ki adik dari Abi Kayyisha yang memang dipersiapkan secara khusus dengan latihan serba khusus untuk melindungi keluarga besar Hyun-Ki termasuk Kayyisha yang sudah dianggap anak olehnya.
"Ka, masa depan tetap akan menjadi rahasia, tugas kita cuma berusaha sebaik mungkin menjadi hari ini supaya di depan sana kita nggak pernah nyesel sama masa lalu kita Kak, percaya pada ketetapan-Nya ka, nggak ada gunanya ka, kita menjalani hidup dalam ketakutan akan masa depan, ayo ka kita berdamai dengan masa lalu" Pinta Kayyisha menggenggam erat tangan sang Kaka
"aku belum bisa Sha, mianhae" Ucapnya kemudian menutup wajah cantiknya dengan kedua telapak tangannya seolah sangat kecewa dengan keadaan yang tengah mereka hadapi ini
"Kak Yumi, jangan begini, aku nggak punya siapapun selain Kaka, Hana, Manzar dan Hyun-ki" Ujar Kayyisha menarik lembut kedua telapak tangan Yumi yang menutupi wajah cantiknya itu
__ADS_1
"Mianhae, Kaka cuma merasa semesta terlalu sering bercanda bikin mood hidup kita redup" Ucapnya dengan tarikan nafas berat
"kalau aku bisa berdamai dengan masa lalu, Kak Yumi juga harus bisa berdamai dengan masa lalu, Kak Azqa pasti nggak akan tenang lihat kaka kaya gini" Ujar Kayyisha lagi
"Kak, sahabat Zuumar tampan-tampan loh, kali ajah ada yang cocok sama kaka" ledek Kayyisha mencairkan suasana
"Eh kamu fikir aku pedofil, doyan anak kecil, udah sana keluar" Usir Yumu
"Ya udah, aku pamit ya, takut Rayyan curiga, semoga Hana bisa lebih baik setelah ini, aku percaya kaka ahlinya dalam hal ini" Ucap Kayyisha kemudian berlalu menuju ruang ICU dimana SAKTI SQUAD menanti nya, melihat Kayyisha datang Rayyan dengan sigap mendekati nya
"Dokter tadi bilang apa?" Tanya Rayyan
"Hana harus di rawat diluar negeri Ray, disini alatnya nggak cukup lengkap" Jelas Kayyisha singkat
"harus Sha?" Tanya Rayyan sendu
"Sabar Ray, demi kebaikan Hana" Ujar Zuumar memberikan semangat dengan menepuk lembut pundak Rayyan
"Kapan Hana dibawa?" Tanya Zuumar
"Semakin cepat semakin baik" Ucap Kayyisha tidak memberikan waktu pastinya
"gw boleh ketemu buat yang terakhir?" Tanya Rayyan sedikit memohon
"Boleh Ray, lu masuk dih" Jawab Zuumar tanpa menunggu persetujuan Kayyisha
Rayyan sudah berganti pakaian khusus memasuki ruang perawatan dimana Hana berbaring lemah, berjalan perlahan mendekati ranjang pesakitan dimana tubuh Hana terlihat dipasangi berbagai alat penopang hidupnya, Rayyan mendekat menggenggam erat tangan kanan yang makin pucat terlihat
"Bocil pirang, kenapa lu jahat banget gini sih? Lu tuh lebih jahat dari monster tau nggak, kalau monster datang cuma ngacak-ngacak kota, lah lu dateng ngajak join tiba-tiba, terus dengan seenak jidat lu ngacak-ngacak hati dan fikiran gw, dan sekarang lu mau main pergi gitu ajah #BUKAN MAEN kan? Inget ya, lu loh Na, yang bilang kesemua orang kita bakalan nikah, lah sekarang lu malah diem ajah begini, gw kangen banget sama bawel lu yang kadang gw sendiri nggak faham lu bawelin apa, karena lu suka campur-campur ngomongnya pake bahasa ibu lu, gw juga udah belajar bahasa lu loh, biar ngerti kalau lu ajak gw ngobrol rahasia, Hana Bahzy Eun-Ha, lu yang janji ke gw setelah lulus kuliah bakalan nikah sama gw, gw akan tunggu janji lu, gw tunggu lu disini ya, kita ketemu lagi disini ya Han" Ucapan Rayyan terputus sesaat ia mengambil sesuatu dalam kantung celana nya, sebuah kotak berwarna dark blue yang didalamnya berisi dua buah cincin bermodel senada, ukuran lebih kecil Rayyan Pakaikan di jari manis sebelah kanan Hana, Ukuran lebih besar ia pasangkan dijari manis tangannya sendiri
"Hah, gini amat sih, masa pake cincinnya make sendiri" Ucap Rayyan geli sendiri dengan tindakan nya barusan, kemudian mengambil gambar tangannya dan tangan Hana yang sudah terpasang cincin cooule lewat ponselnya, walau di gambar yang diambil olehnya tangan Hana masih berbalut selang infus
__ADS_1
"Sah ya, lu milik gw sekarang, setelah lulus gw akan minta lu baik-baik sama bokap nyokap lu di Korea sana, gw yakin lu bisa denger semua kata-mata gw walau mataku nggak juga kebuka, entah kapan perasaan itu hadir dalam hati gw, tapi gw beneran sayang sama lu, cepet sehat ya Hana ku, jangan lupa datang lagi kesini kalau udah sehat, gw pamit ya, kita ketemu lagi nanti saat lu udah bener-bener sehat" Ucap Rayyan kemudian memberikan kecupan perpisahan di kening Hana, tanpa disadari oleh Rayyan ada setetes air mata yang menetes pata pelupuk mata Hana yang terpejam
🍀🍀🍀🍀🍀🍀