KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
67


__ADS_3

"nggak Mih, nggak pacaran aku sama si lampir ini!" Ujar Asher kelepasan


"apa lu bilang? lu kemarin panggil gw tante, sekarang lampir, besok apa lagi hah?" Teriak Dokter Yumi tidak Terima dengan ucapan Asher


"Sorry, maaf, lagian lu galak banget sih mirip mak Lampir" Ucap Asher Jujur membuat Naresh dan Darrel menahan tawanya


"udah, udah, Mami jadi pusing Nih.. Dokter Yumi, tolong maafkan Asher ya, ini anak satu emang mulutnya suka blong kaya container tua, suka nyakitin banget kalo berucap, maafin Asher ya Dok, Asher Ayo minta maaf yang bener" Titah Mami


"Maafin saya Dok, saya nggak akan panggil Dokter dengan sebutan aneh-aneh lagi deh, janji, aku panggil nya noona ajah boleh nggak? biar kaya di drakor-drakor tuh, nuna anyyeong!" Ucapnya dengan wajah cengengesan nya


"terserah kamu lah, enaknya apa tapi tolong jangan tante ya?" Pintar Dokter Yumi "Oh iya saya juga minta maaf" Tambah Dokter Yumi kemudian mereka berjabat tangan


"biar aman iman dan imun lu, manggilnya ayang ajah Sher" ledek Naresh, membuat Asher memutar bola matanya jengah


"Udah, udah, Kita istirahat udah malem banget ini, ada kamar kosong nggak untuk Mami?" Tanya Mami lagi


"ada mih, banyak, ayo aku anter, aku tidur sama Mami malam ini boleh?" Tanya Kayyisha seraya menarik tangan Mami untuk mengantar sang Mami


"eh, nggak bisa, Mami tidur sendiri ajah, kamu harus tetap usaha biar Zuumar junior segera hadir disini" Ujar Mami seraya mengelus lembut perut rata sangat menantu


"aamiin, doakan ya Mi" Jawabnya seraya tersenyum


"iya sayang, Mami udah capek urus bisnis ini itu, Mami mau urus anak-anak kalian ajah" Jawab Mami sejujur-jujurnya


"Selamat istirahat ya Mi, besok kita bangun pagi-pagi banget, Zuumar mau ajak kita snorkeling di pulau sebelah" Ujar Kayyisha menutup tubuh sang Mami dengan selimut


_


"Mami udah tidur?" Tanya Zuumar saat Kayyisha sudah didalam kamarnya


"udah Zuumar, capek banget pasti kesini kan lumayan" Jawab Kayyisha melepas niqabnya


"kita libur dulu ya sayang, aku capek banget!" Ujar Zuumar yang sudah menguap beberapa kali


"Iya, besok kan mau pindah pulau" Jawab Kayyisha yang sudah memeluk hangat tubuh suaminya


Sementara Ji Soo yang sedari siang terlalu banyak tidur, masih enggan memejamkan matanya, ia memilih keluar kamar dan duduk didepan vila menghadap hamparan pasir pantai ditemani suara ombak yang kian bersautan, tatapanya kosong, hatinya masih terluka, sungguh tidak pernah ada yang baik-baik saja setelah dipatahkan oleh orang yang ingin ia sebut rumah..


Aku hanya perempuan biasa


Yang terkadang ingin dipeluk dan dikuatkan


Aku juga seorang manusia kasat mata


Tak berguna namun masih bisa diharapkan


Memang terkadang sangat memalukan


Karena dulu ucapku begitu lantang bahwa dunia akan ku taklukkan, jangan kan dunia, nyatanya hatimu saja gagal aku dapatkan, Mengesalkan bukan?


Karena nyatanya aku lah yang mati-matian bertahan dari segala cobaan yang terus mematahkan perasaan.


Meski terkadang melegakan


Ketika aku telah menceritakan segalanya pada Tuhan

__ADS_1


Namun juga menjemukan


Ketika aku terus menerus bertanya apalagi yang harus kulakukan


Aku takut Tuhan lelah dan marah


Aku takut Dia membiarkanku menyerah


Karena sunguh hanya Dia yang ku miliki


Yang tak pernah pergi meski berkali-kali telah ku lukai


Entahlah


Aku benar-benar pasrah


Atau mungkin ini yang namanya berserah?


Ahhh aku tak terlalu pandai mengartikan kalah


Yang padanya kututup segala payah


Mencoba tetap kuat meski nyatanya lemah, aku patah.. ucap Ji Soo dalam hati


"diluar dingin Ji Soo" Ucap Darrel memainkan Jaket hangat ke tubuh Ji Soo


"gamsahabnida" (makasih ya) Ucap Ji Soo menatap wajah tampan Darrel


"ne cheonman-eyo" (iya, Sama-sama) Jawab Darrel, "eh, bener nggak ya jawaban gw?" Tambah Darrel yang kini sudah duduk disebelah Ji Soo


"iya dong, siapa tau punya jodoh girl group Korea" Celetuk Darrel sambil tersenyum


"wah daebak!!!" Jawab Ji Soo ikut tersenyum


"nggak ko, becanda, aku tuh udah pasrah ajah gimana mau nya Tuhan, doa aku tuh udah kaya Tuhan atur ajah gimana baiknya, lagian udah habis kata kataku untuk meminta, saat ini aku ingin berterima kasih ajah, Karna aku yakin bahwa Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk ku nantinya" Jawab Darrel tanpa. menatap wajah Ji Soo


"kamu marah?" Tanya Ji Soo


"Marah? Marah soal apa? terus kenapa aku harus marah? Is another level of ikhlas, pasrah akan semua ketentuan-Nya" Jawab Darrel lagi


"ooo geugeoya!" Jawab Ji Soo lagi


"besok pagi yang lain mau pindah pulau, kamu ikut kan?" Tanya Darrel lagi


"aku disini saja, temani Hana" Jawab Ji Soo


"Rayyan juga disini tidak ikut!" Ujar Darrel seolah memberi tahu Ji Soo


"Tidak apa-apa, aku akan diam dalam kamar saja kalau gitu!" Jawab Ji Soo lagi


"kita tuh jarang banget loh liburan kaya gini, masa liburan sesusah ini cuma mau diem di kamar, rugi loh, abis ini kamu pasti bakalan sibuk lagi kan di klinik Dokter Yumi?" Tanya Darrel lagi


"iya" Jawab nya singkat


"tapi terserah sih, aku nggak maksa!" Ucap Darrel menggantung

__ADS_1


"naeil bwayo!" (lihat besok ajah gimana) Jawab Ji Soo, membuat Darrel mengernyitkan alisnya "ngomong apa dah tuh dia" Ucap Darrel dalam hati


"masuk yu, udah lewat tengah malam juga, besok harus bangun pagi-pagi loh" Ujar Darrel mengingatkan


"oh, iya, tunggu Darrel" Panggil Ji Soo saat Darrel sudah akan masuk ke dalam


"kenapa?" Tanya Darrel heran


"jaket nya" Ucap Ji Soo hendak melepas jaket milik Darrel


"pakai ajah dulu, stok jaket aku banyak" Jawab Darrel masuk kamar lebih dulu


Ji Soo masih menatap pintu kamar yang tertutup rapat, tanganya erat memeluk jaket yang diberikan Darrel tadi, namun hatinya sedikit nyeri melihat Darrel seolah sedikit berjaga jarak dengannya.


"jangan terlalu berharap besar Rel, yakin akan takdir Tuhan, sebagaimana yang telah tertakar, tidak akan tertukar" Ucap Darrel pada dirinya sendiri sebelum terlelap


_


Pagi sekali mereka sudah berada di speedboat dengan ukuran cukup besar, untuk pindah pulau berjarak satu setengah jam dari vila dimana mereka menginap, Hanya Rayyan dan Hana yang tidak ikut, sementara Ji Soo justru jadi manusia paling bersemangat pagi ini, senyum manis di wajah cantiknya terus mengembang, sedari speedboat mulai bergerak maju, Mami pun tak kalah heboh, Mami Yura sudah repot sejak subuh tadi, membangunkan satu persatu anak-anak nya agar tidak tertidur lagi setelah subuh berjamaah


"Sha, itu Dokter Yumi kenapa sexy banget baju nya?" Bisik Mami pelan sekali di telinga Kayyisha


"Budaya kita nggak sama kaya Kak Yumi Mih, kalau disana hal kaya gitu yaaa biasa ajah" Jelas Kayyisha


"untung Papi nggak ikut, bisa perang Dunia" Ucap Mami menggelengkan kepalanya membayangkan papi menatap dokter Yumi


"tapi dia muslim Sha?" Tanya Mami penasaran


"alhamdulillah muslim Mih" Jawab Kayyisha lagi


"alhamdulillah, semoga nanti ke depan nya bisa sedikit tertutup ya Sha, jadi Mami yang risih Sha, apalagi disini kan cowok semua, tuh lihat si Asher matanya mau lepas nggak tahan sama Dokter Yumi, ampun Mami mah" Ujar Mami sambil menunjuk tempat duduk Asher yang sesekali melirik kearah Dokter Yumi


"Asher, mata Asher" Teriak Mami yang duduk di posisi paling belakang bersama Kayyisha dan Zuumar


"kenapa mata Asher Mih?" Tanya Asher


"Awas matamu itu keluar, istighfar Sher" Teriak Mami lagi


"Astaghfirullah Mih, tapi nggak dilihat mubazir Mih" Jawabnya cengengesan


"Tuuk!!!" Kepala Asher di Jitak Darrell


"Mata lu gw colok lama-lama nih" Ancam Darrel


"Salah apa coba mata gw?" Tanya Darrel


"Mata lu nggak tau diri, bilangnya ajah sebel bener sama si noona (nuna bacanya ya) tapi lihat noona pake baju minim gitu malah dengan senang hati anda menikmati" Bisikan Naresh


"namanya juga lakik, kaya lu berdua nggak ajah, gw mah nggak munafik jadi laki, walau sebel setengah mati, dikasih begitu ya dinikmati" Jawabnya berbisik takut Dokter Yumi mendengar


"Asher, sini pindah duduknya sebelah saya, biar makin enak lihat pemandangan nya!" Teriak Dokter Yumi, membuat Asher menelan silva nya kasar


"mampus lu" Ucap Darrel dan Naresh kompak


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2