KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
49


__ADS_3

"Seneng deh aku kalau lihat istri cantiknya aku cemburu gini" Ucap Zuumar memeluk erat istrinya, nafas Kayyisha terlihat masih tersengal matanya masih memancarkan amarah yang tak biasa, Zuumar terus mengelus lembut punggung istrinya sekaligus bermaksud menyalurkan ketenangan agar istri cantiknya ini segera tenang


"Zuum" Panggil istrinya yang masih betah dalam dekapan sang suami


"kenapa sayang?" Tanya Zuumar lembut yang seakan faham istrinya tengah dalam kecemasan luar biasa


"Kamu malu nggak punya istri kaya aku?" Tanyanya to the point


"malu kenapa? apa penyebab aku harus malu punya istri sesempurna kamu!" Jawab Zuumar masih memeluk istrinya, beberapa saat Kayyisha masih diam, dia sendiri tidak tau mau cerita dari mana soal dirinya sendiri


"kenapa malah ngelamun? nggak perlu mencemaskan masa depan, berkali-kali aku bilang, aku akan selalu percaya sama kamu, entah masa lalu yang kelam, entah masa kecil kamu yang suram, yang jelas masa depan kamu bersama aku harus terang, harus terus menjadi cahaya di setiap gelapnya masa-masa sulit yang pernah kamu lalui, kamu juga tau kan gelapnya masa lalu seperti apa, kelamnya masa remaja aku sejahat apa, perlu waktu bertahun-tahun lama nya aku bisa menjadi baik seperti ini, dan aku percaya masa lalu kamu nggak sejahat masa lalu aku, kamu bahkan malaikat yang berkali-kali bantu aku setiap berada di ujung kematian hampir tiba" Ujar Zuumar panjang lebar


"Zuumar, seburuk apapun aku, kedepanya aku hanya ingin kamu mengingatku, sebagai seseorang yang sangat mencintaimu, seseorang yang selalu mengingatmu dalam doa-doanya, itu saja cukup, Saranghae 💓" Jawab Kayyisha mengeratkan pelukan nya


"Pasti, hanya kamu satu-satunya wanita selalu ku sebut dalam tiap sujud terakhir ku, aku juga sayang banget sama kamu, kalo kamu bilang saranghae, aku harus jawab apa?" Tanya Zuumar


"Nado Saranghae" Jawab Kayyisha


"sayang ini kamu udah tenang belum? kalo belum jangan lepas dulu pelukan aku-nya" Ucap Zuumar lagi


"Udah, makasih ya Zuumar" Jawab Kayyisha


"Sama-sama" Jawab Zuumar mengelus sayang kepala istrinya


"kamu nggak perlu cerita apapun padaku, seburuk apapun kamu, bagiku kamu adalah cahaya yang menarik ku untuk keluar dari gelapnya dunia bar-bar, karena kamu, aku bisa stop tawuran, karena ngejar cinta kamu aku bisa serius belajar, fokus ngurus perusahaan, karena demi sejajar dengan kamu aku rela menghabiskan banyak waktu berlama-lama di ruang kerja papi, dan sekarang ada kamu dibelakang ku sebagai makmum yang terus mendorong ku saat dunia meminta aku mundur, seburuk apapun kamu, aku akan selalu ada disisi kamu, itu janji aku ketika ijab kabul terucap" Ucap Zuumar mantap dalam hatinya


tok.. tok.. tok..


"Pak Zuumar, meeting 10 menit lagi" Ucap Yuriko mengingatkan

__ADS_1


"Iya, saya segera keluar" Jawab Zuumar


"Ayo sayang, ikut aku" Pinta Zuumar pada Kayyisha yang lansung menarik tangan kanan istrinya untuk ikut serta meeting bulanan kali ini..


Sementara Darrel dan Ji Soo masih dalam perjalanan menuju cafe X


"Darrel" Panggil Ji Soo


"Hmmm" Jawab Darrel masih fokus dengan jalan didepannya


"kapan sampainya?" Tanya Ji Soo dengan ekspresi tidak biasa


"kenapa?" Tanya Darrel bingung


"aku tidak kuat lagi" Jawabnya


"tidak kuat lagi? apaan sih Soo?" Tanya Darrel makin bingung


"na ojum ssaya dwae!" kemudian Darrel membaca translate dari kata yang baru saja di ucap wanita cantik disebelah nya "aku kebelet pipis"


"iya tunggu sebentar, kita udah mau sampai" Jawab Darrel memacu mobilnya lebih cepat dan tak sampai lima menit mereka sudah tiba, Ji soo langsung berhambur keluar mobil dan berlari secepat mungkin mencari toilet, karena terburu-buru sling bag miliknya tertinggal dalam mobil Darrel, dengan menghembus kan nafasnya kesal Darrel membawa sling bag berikut dokumen-dokumen yang diperlukan dalam kerja sama kali ini


"Teledor banget sih, sampe barang pribadi ajah ketinggalan begini" Ucap Darrel, yang sambil terus melangkah masuk menuju meja reservasi miliknya, setelah memastikan meja yang ia duduki sesuai dengan yang di pesan, Darrel duduk manis menunggu Ji Soo yang tak kunjung keluar dari toilet


"Haduh, lama bener si nih cewek ke WC nya" Sambil terus menoleh ke arah kamar mandi, namun terdengar suara ribut-ribut dari arah kamar mandi terdengar suara yang sering Darrel dengar dengan logat Indonesia nya yang tidak begitu bagus


Terlihat dua orang wanita tengah beradu argumen, Ji Soo ya wanita itu Ji Soo dan Sandara Sekretaris dari perusahaan yang akan bekerjasama dengannya siang ini


"Wanita gila lepasin nggak!" teriak Sandara berusaha melepaskan jepitan tangan kanan Ji Soo yang melingkar di leher nya

__ADS_1


"neo michyeoss-eo!" (lu yang gila) teriak balik Ji Soo


"Pak Darrel tolongin saya Pak, ini ada cewek gila mau bunuh saya" Ucap Sandara memelas


"Ji Soo'ya stop" Teriak Darrel membuat seluruh pengunjung isi cafe menoleh kearah mereka, Ji Soo melepaskan jepitan di leher Sandara, dan langsung menjauhkan diri dari Darrel dan Sandara "baru kali ini ada pria yang ber teriak keras pada ku" Ucap Ji Soo dalam hati nya, menahan amarah atas teriakan Darrel barusan didepannya


"Ayo Sandara, maafkan asisten saya" Ucap Darrel yang lebih memilih menggandeng Sandara dari pada Ji Soo, hal itu membuat Ji Soo makin marah, terlebih wanita yang tadi membuatnya sangat marah itu seolah benar-benar mencari perhatian Darrel


Mereka sudah duduk, Darrel lebih memilih duduk di sebelah Sandara, seolah kehadiran Ji Soo tidak ada, Darrel kesal dengan kelakuan bar bar wanita cantik di hadapannya, membuatnya seolah membalas Ji Soo dengan cara seolah mengabaikan kehadiran Ji Soo di hadapannya, karena Darrel terlalu fokus membahas kerjasama dengan Sandara, Diam-diam Ji Soo pergi meninggalkan cafe seorang diri, memastikan semua perlengkapan perangnya aman didalam sling bag miliknya Ji Soo terus saja berjalan menjauh dari cafe, dia sendiri bingung akan kemana, kali pertama keluar rumah tanpa Kayyisha apalagi ini pertama kalinya ia datang dari Korea keluar negeri karena tugas khusus namun justru berakhir menjadi gelandangan karena kabur dari Darrel


"eodie issnayo? (aku dimana ini?)" tanyanya pada diri sendiri


"neomu baegopa! (laper banget aku)" Ucapnya sedikit menyesal meninggalkan cafe dan belum sempat makan apapun karena sarapan tadi ia terlalu khawatir dengan kondisi Hana hingga ia tidak memiliki nafsu makan untuk sarapan


Ji Soo masih terus melangkahkan kaki nya di trotoar ibu kota, dibawah teriknya matahari siang ini, menjadi pusat perhatian setiap pejalan kaki yang lewat karena wajah cantik dan cara berpakaian nya yang tidak biasa, bahkan ada beberapa lelaki muda yang terus mengikutinya, sebagai tim khusus yang terlatih ia justru senang mendapatkan teman main lelaki berandal seperti ini "mari kita coba seberapa kuatnya aku, seorang diri" Ucapnya sudah bersiap menghadapi 4 lelaki yang sedari tadi mengikuti langkah kakinya


Di lain tempat Darrel tampak panik menyadari Ji Soo tidak lagi ada di cafe


"Pak Darrel, ini belum selesai" Ucap Sandara sedikit manja


"maaf, nanti kelanjutan nya akan saya kirim. lewat email" Ucap Darrel segera beranjak dari tempat duduknya segera menuju parkiran untuk menyusul Ji Soo


"Nyebelin banget sih, udah dandan maksimal masih juga nggak dilirik Pak Darrel" Ucap Sandara kesal ditinggalkan begitu saja oleh Darrel


Sementara Darrel sudah kebingungan mencari JinSio disekeliling cafe tidak ada..


"Kamu kemana? ini kali pertama kamu ke Indonesia, kalau ada apa-apa sama Ji Soo bisa di cincang Isha gw" Ucapnya frustasi memasuki mobilnya, karena terburu-buru ponsel Darrel terjatuh di bawah jok mobil, saat hendak mengambil ponsel miliknya, ada benda berkilauan dibawah kursi tempat Ji Soo duduk tadi saat menuju cafe, Darrel membuka tutup pintu sebelahnya memutar untuk membuka pintu tempat duduk Ji Soo tadi, mengambil barang yang berkilauan


"Gelang" ucap Darrel kemudian memeriksa gelang yang masih ia pegang, terlihat ada ukiran JS 04 di belakang liontin berbentuk bunga daisy tersebut

__ADS_1


"kamu dimana Soo" Ucap Darrel menggenggam erat gelang milik Ji Soo


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


__ADS_2